Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Membenarkan Konsep Yang Salah Tentang Harta


Oleh: Muhammad AlShareef
  1. Allah memerintahkan kita berdo'a: Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina adzabannar (Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka) QS. Al Baqarah, 2: 201. Jadi tidak masalah bila kita berdo'a untuk kebaikan kita di dunia, termasuk meminta kekayaan.
  2. Bagi orang-orang yang bertakwa Allah justru memberikan keberkahan kepada mereka:  Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi ... (Q.S. Al A'raaf, 7: 96)
  3. Sahabat datang kepada Rasulullah, kemudian diberi harta. Sahabat tidak mau. Rasulullah mengatakan bahwa harta yang baik adalah yang berada di tangan orang yang baik.
  4. Apakah kekayaan akan mengarahkan orang pada neraka? Tidak. Karena harta membuat Utsman masuk surga.
  5. Harta adalah tes dalam kehidupan. Sahabat yang miskin mengeluh kepada Rasulullah tentang para sahabat yang kaya: Orang kaya, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa, tapi mereka bisa memberikan sedekah yang tidak bisa kami lakukan ... Rasulullah membekali mereka dengan amal-amal yang setara dengan itu.
  6. Apakah harta akan membawa orang ke surga? Tidak selalu, bagi Qarun harta membawanya ke neraka. Hati yang berpengaruh.
  7. Najasyi, meskipun dia sangat kaya, dia menyerahkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah menyolatkan beliau secara ghaib ketika meninggal. Tidak ada masalah antara kekuasaan, kekayaan dan keislaman.
  8. Orang miskin masuk surga duluan. Harta tidak membawa ke surga atau ke neraka. Siapa saja berhak masuk neraka. Mertua (Abu Bakar), Istri (Khadijah), menantu (Utsman) Rasulullah, semuanya kaya.
  9. Umar sangat kaya, tapi dia tidak menggunakan hartanya untuk kemewahan. Dia menggunakannya di jalan Allah
  10. Kita harus menjadi teladan dalam memiliki kekayaan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas