Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Membenarkan Konsep Yang Salah Tentang Harta


Oleh: Muhammad AlShareef
  1. Allah memerintahkan kita berdo'a: Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina adzabannar (Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka) QS. Al Baqarah, 2: 201. Jadi tidak masalah bila kita berdo'a untuk kebaikan kita di dunia, termasuk meminta kekayaan.
  2. Bagi orang-orang yang bertakwa Allah justru memberikan keberkahan kepada mereka:  Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi ... (Q.S. Al A'raaf, 7: 96)
  3. Sahabat datang kepada Rasulullah, kemudian diberi harta. Sahabat tidak mau. Rasulullah mengatakan bahwa harta yang baik adalah yang berada di tangan orang yang baik.
  4. Apakah kekayaan akan mengarahkan orang pada neraka? Tidak. Karena harta membuat Utsman masuk surga.
  5. Harta adalah tes dalam kehidupan. Sahabat yang miskin mengeluh kepada Rasulullah tentang para sahabat yang kaya: Orang kaya, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa, tapi mereka bisa memberikan sedekah yang tidak bisa kami lakukan ... Rasulullah membekali mereka dengan amal-amal yang setara dengan itu.
  6. Apakah harta akan membawa orang ke surga? Tidak selalu, bagi Qarun harta membawanya ke neraka. Hati yang berpengaruh.
  7. Najasyi, meskipun dia sangat kaya, dia menyerahkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah menyolatkan beliau secara ghaib ketika meninggal. Tidak ada masalah antara kekuasaan, kekayaan dan keislaman.
  8. Orang miskin masuk surga duluan. Harta tidak membawa ke surga atau ke neraka. Siapa saja berhak masuk neraka. Mertua (Abu Bakar), Istri (Khadijah), menantu (Utsman) Rasulullah, semuanya kaya.
  9. Umar sangat kaya, tapi dia tidak menggunakan hartanya untuk kemewahan. Dia menggunakannya di jalan Allah
  10. Kita harus menjadi teladan dalam memiliki kekayaan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)