Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Mengamen dengan "karungut"

Pada saat istirahat di Rumah Makan Anni, Pulang Pisau, admin melihat ada pengamen yang sedang membawakan "karungut" (pantun yang dilagukan). Admin minta ijin untuk merekam penampilannya, ia mengijinkan.

Beliau sudah mulai mengamen dengan "karungut" ini sejak 16 tahun yang lalu, ketika ditinggal oleh istrinya. Beliau mengamen dari kantor ke kantor di Pulang Pisau. Kadang-kadang beliau mengamen di Rumah Makan Anni. Sedihnya waktu beliau bercerita tentang penghasilannya dari mengamen ini. Meskipun dia mengamen di rumah makan, tapi hasil mengamennya tidak cukup untuk makan di rumah makan ini. Meskipun orang yang datang silih berganti dengan menggunakan mobil, pemberian mereka rata-rata Rp 1.000 atau Rp 2.000 rupiah saja.

Karungut yang dibawakannya adalah karangan sendiri. Dia belajar karungut dari kakaknya. Kecapi yang digunakannya dibuat dari kayu pantung. Dia sebenarnya punya kecapi yang lebih baik, tapi sedang rusak. Kecapi yang sedang rusak itu lebih ringan dan lebih keras suaranya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"