Belajar Al-Qur’an dari Rumah: Saat Tarbiyah Menjadi Percakapan Keluarga

Gambar
  Ada proses pendidikan yang kadang tidak berjalan sesuai rencana. Sejak awal, sebagian orang tua mungkin memiliki harapan agar anak-anaknya tumbuh dalam suasana pembinaan iman yang baik. Mereka ingin anak-anaknya dekat dengan Al-Qur’an, terbiasa menghadiri majelis ilmu, dan memiliki lingkungan pergaulan yang menuntun kepada kebaikan. Namun, dalam kenyataannya, jalan menuju kebaikan tidak selalu lurus dan mudah. Ada anak yang sebenarnya ingin belajar, tetapi merasa belum siap. Ada yang pernah mencoba mengikuti majelis, namun kemudian merasa minder karena melihat orang lain lebih fasih membaca Al-Qur’an. Ada pula kesempatan belajar yang tertunda karena keadaan, kesibukan, jarak, atau situasi yang tidak memungkinkan. Dari sini kita belajar bahwa hidayah, pembinaan, dan proses mendekat kepada Allah tidak selalu datang melalui jalan yang kita bayangkan. Kadang yang dahulu sulit dilakukan di luar rumah, justru terbuka dengan indah di dalam rumah sendiri. Ketika Rumah Menjadi Tempat Tarb...

Wabah "Akik" Melanda Kapuas

Penjual batu akik
Saat melintasi Plasa Telkom, Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas, pada hari Rabu, 22 Juli 2015 setelah shalat Isya (sekitar pukul 19.15 WIB), admin agak terkejut. Di trotoar Plasa Telkom tampak ada sekitar 6 kelompok penjual batu akik yang sedang menggelar dagangan mereka. Untuk penerangan mereka menggunakan Penerangan Jalan Umum (PJU). Banyak motor-motor yang parkir di sepanjang trotoar tersebut.

Saat melintasi jalan ini lagi pada pukul 21.44 WIB para penjual batu akik tersebut masih bertahan di lokasi yang sama dan masih ada saja pelanggan yang mampir ke tempat tersebut. Mereka menyediakan batu-batu yang masih berupa bongkahan dan batu yang sudah diasah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas