DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Hukum Turut Serta Merayakan Hari Raya Non Muslim (2)

Oleh: Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Alasan ulama yang membolehkan

  • Q.S. Al Mumtahanah: 8 - Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
Penjelasan 1
  1. Al Qur'an memerintahkan kita agar berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang musyrik yang tidak memerangi kita. Masuk dalam ayat ini setiap orang kafir, terlebih lagi orang kafir yang permusuhannya terhadap Islam lebih ringan, yaitu orang Nasrani.
  2. Dan termasuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap mereka adalah memberikan ucapan selamat pada hari raya mereka.
Penjelasan 2
  • Al qisthu bermakna berlaku adil
  • Dikatakan adil itu jika anda mendapatkan hak anda
  • Anda adalah orang yang adil jika anda telah menyerahkan semua hak yang dimiliki seseorang tanpa menguranginya sedikitpun.
  • Al birru bermakna berbuat baik
  • Berbuat baik nilainya lebih dari sekedar berlaku adil, yakni jika anda rela melepaskan sebagian dari hak anda.
  • Anda dikatakan telah berbuat baik, jika ada rela memberikan tambahan kepada seseorang atas hak yang memang seharusnya diterimanya
Penjelasan 3
  • Al Qur'an menggunakan kata al birru, dalam menjelaskan hubungan orang beriman dengan orang kafir yang tidak memusuhi mereka.
  • Kata al birru juga digunakan berkaitan dengan hak terbesar manusia setelah hak Allah SWT, yaitu 'birrul walidain'. 
Dalil Qiyas
  • Qiyas kepada bolehnya menikahi wanita ahlul kitab
  • Qiyas kepada bolehnya makan sembelihan mereka
  • Qiyas kepada bolehnya menerima hadiah dari mereka
Sebab Perbedaan Pendapat
  • Tidak ada dalil tegas yang melarang
  • Pemahaman terhadap makna tasyabbuh
  • Makna tahniah
    • pengakuan
    • do'a

Muslim dan Nasrani di Indonesia
Fatwa bolehnya ucapan tahniah kepada pemeluk Nasrani bagi seorang Muslim yang hidup di negeri mayoritas Nasrani mungkin sangat bermanfaat untuk menunjukkan bahwa agama Islam itu toleran terhadap agama lain.

Agama Islam akan semakin dikenal sebagai agama yang terbuka tapi tetap punya prinsip di negara Barat sana. Akidahnya kukuh tapi basa-basi dan pergaulannya tidak puritan atau fundamentalis.

Selain itu juga bila seorang Muslim yang tinggal di negeri seperti itu mengucilkan diri tanpa mau basa-basi dengan khalayak ramai, juga akan membuat kehidupan mereka sangat eksklusif. Pada gilirannya, dakwah Islam juga akan mengalami hambatan.

Dalam posisi seperti ini, Islam tumbuh subur di Eropa dan Amerika serta negara barat lainnya.

Namun fatwa seperti ini agak kurang pas kalau diterapkan di negeri kita Indonesia, dimana umat Islam justru mayoritas. Tetapi ditindas oleh kalangan minoritas lewat berbagai proyek Kristenisasi yang menipu. Diantaranya lewat nikah antar agama, ajakan Natal bersama, mendirikan rumah ibadah di lingkungan pemukiman Muslim, hingga anjuran untuk saling mengucapkan selamat hari raya.

Kadang fatwa seperti itu malah dimanfaatkan untuk merusak aqidah dan merontokkan iman umat Isla negeri ini yang terkenal kurang kuat akidahnya. Proyek Kristenisasi yang sudah  berjalan lebih dari 4 abad secara bergantian oleh para penjajahh akan mendapat aliran darah segar.

Apalagi kalangan aktifis liberal, tentu akan menari-nari kegirangan kalau mendengar adanya fatwa yang membolehkan (mengucapkan) selamat Natal. Fatwa ini akan mereka gunakan sebagai senjata ampuh dalam mengikis habis semangat keislaman.

Sebab lewat fatwa-fatwa seperti ini, perlahan-lahan umat Islam semakin terseret ikut arus Kristenisasi. Kalau pun fatwa bolehnya mengucapkan Natal ini mau dipakai, harus didampingi dengan fatwa lain, misalnya haramnya umat Islam menyekolahkan anak di sekolah-sekolah milik Yayasan Kristen, termasuk perguruan tingginya, walaupun gratis atau beasiswa.

Juga harus ada fatwa haramnya umat Islam dirawat di rumah sakit, dipelihara di panti asuhan Kristen, termasuk sumbangan dari yayasan milik mereka.

Kalau perlu juga harus ada fatwa haramnya umat Islam membeli buku, majalah, koran, tabloid ataupun bentuk-bentuk penerbitan lain yang dikelola oleh penerbit-penerbit yang secara tegas menyatakan kekristenannya.

Untuk melihat bagian pertama klik disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)