Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Pelebaran jalan sudah sampai Desa Bunga Mawar

Pelebaran jalan di Desa Bunga Mawar

Pelebaran jalan di Desa Bunga Mawar

Pelebaran jalan di Desa Bunga Mawar
Sejak sebelum Ramadhan 2016 yang lalu, pelebaran jalan sudah dimulai di Jalan Pemuda, mulai dari Bundaran Besar terus ke arah Palingkau. Saat ini pelebaran jalan tersebut sudah mencapai Desa Bunga Mawar, Kecamatan Pulau Petak. Pengaspalan dari pelebaran jalan tersebut baru mencapai sekitar Kantor Bupati Kapuas. Setelah itu, pelebaran jalan masih berupa pengerasan, penimbunan bahu jalan dengan tanah setelah ditanam kayu galam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas