The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Pelebaran jalan sudah sampai Desa Bunga Mawar

Pelebaran jalan di Desa Bunga Mawar

Pelebaran jalan di Desa Bunga Mawar

Pelebaran jalan di Desa Bunga Mawar
Sejak sebelum Ramadhan 2016 yang lalu, pelebaran jalan sudah dimulai di Jalan Pemuda, mulai dari Bundaran Besar terus ke arah Palingkau. Saat ini pelebaran jalan tersebut sudah mencapai Desa Bunga Mawar, Kecamatan Pulau Petak. Pengaspalan dari pelebaran jalan tersebut baru mencapai sekitar Kantor Bupati Kapuas. Setelah itu, pelebaran jalan masih berupa pengerasan, penimbunan bahu jalan dengan tanah setelah ditanam kayu galam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas