Kapuas Lebih Aman: Saat Pasien dan Keluarga Jadi “Mitra” Keselamatan Pelayanan Kesehatan

Gambar
  Kalau mendengar kata keselamatan pasien , banyak orang membayangkan urusan rumah sakit saja—alat canggih, dokter spesialis, ruang operasi. Padahal, keselamatan pasien dimulai dari hal yang paling dekat dengan kita: komunikasi yang jelas, obat diminum dengan benar, kebiasaan cuci tangan, dan keputusan berobat yang dipahami pasien serta keluarganya. WHO melalui Global Patient Safety Action Plan 2021–2030 menegaskan visi dunia “tidak ada yang dirugikan dalam pelayanan kesehatan” dan salah satu prinsip utamanya adalah melibatkan pasien dan keluarga sebagai mitra dalam perawatan yang aman .  Lebih jauh, WHO menekankan bahwa layanan kesehatan itu “diproduksi bersama” antara tenaga kesehatan dan pengguna layanan; karena itu keselamatan akan lebih mudah dicapai bila pasien terinformasi, dilibatkan, dan diperlakukan sebagai partner penuh , mulai dari kebijakan hingga keputusan di titik layanan ( shared decision-making ).  Di Kabupaten Kapuas—dengan wilayah yang luas, banyak des...

Ada yang berbeda dengan tarawih di Langgar Al-Inayah tahun ini

Tadarus setelah shalat tarawih di Langgar Al-Inayah
Sejak admin ikut shalat tarawih di Langgar Al-Inayah tahun 2003 yang lalu, shalat tarawih dan witir di sini sudah berlangsung 23 rakaat. Tadi malam (26 Mei 2017), kaum langgar, Pak Ramli, memberi penjelasan bahwa mulai malam ini shalat tarawih dan witir jumlahnya 11 rakaat.

Dari aspek waktu, tidak banyak berubah karena saat 23 rakaat dulu selesainya rata-rata pukul 19.40 WIB. Nah setelah 11 rakaat, selesainya 19.33 WIB. Bedanya, sekarang shalatnya tidak lagi dikerjakan dengan terburu-buru. Bacaan imam pun lebih pelan dari sebelumnya. Berikut rekamannya:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas