Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Ada yang berbeda dengan tarawih di Langgar Al-Inayah tahun ini

Tadarus setelah shalat tarawih di Langgar Al-Inayah
Sejak admin ikut shalat tarawih di Langgar Al-Inayah tahun 2003 yang lalu, shalat tarawih dan witir di sini sudah berlangsung 23 rakaat. Tadi malam (26 Mei 2017), kaum langgar, Pak Ramli, memberi penjelasan bahwa mulai malam ini shalat tarawih dan witir jumlahnya 11 rakaat.

Dari aspek waktu, tidak banyak berubah karena saat 23 rakaat dulu selesainya rata-rata pukul 19.40 WIB. Nah setelah 11 rakaat, selesainya 19.33 WIB. Bedanya, sekarang shalatnya tidak lagi dikerjakan dengan terburu-buru. Bacaan imam pun lebih pelan dari sebelumnya. Berikut rekamannya:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)