DPD PPNI Kabupaten Kapuas Go LMS Plataran Sehat

Gambar
  Sejak diberlakukannya UU Kesehatan No 17 Tahun 2023, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Kapuas, tidak dapat melaksanakan Seminar Keperawatan ber SKP, dikarenakan semua kewenangan organisasi diambil alih Kementerian Kesehatan. Tapi DPD PPNI Kabupaten Kapuas tidak patah semangat mengingat anggota PPNI Kabupaten Kapuas berjumlah 1035 yang tersebar di 17 Kecamatan,  Pada hari ini, Sabtu, 20 Juli 2024, DPD PPNI Kabupaten Kapuas bisa kembali melaksanakan Seminar Keperawatan ke 7 ber SKP Kementerian Kesehatan. Hal ini merupakan komitmen DPD PPNI Kabupaten Kapuas dalam memberikan pelayanan kepada anggota PPNI. Adapun seminar hari ini diikuti peserta 200 sesuai kuota yang diberikan LMS Plataran Sehat Kementerian Kesehatan. Adapun materi seminar diantaranya : 1. Tips dan Trik  Mencapai SPM TB Dengan Mudah  di Puskesmas oleh Afriani Sintha, S.Kep,. Ners 2. Tatalaksana Pasien Hipertensi di Puskesmas oleh Muhammad Hipni, S.Kep., Ners 3. Peran Serta Per

The 5th Indonesian Conference on Tobacco or Health 2018

Pada hari Senin, 7 Mei 2018 bertempat di Hotel Bumi Surabaya dilaksanakan kegiatan The 5th Indonesian Conference on Tobacco or Health 2018. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Jawa Timur bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan The UNION.

Kegiatan ini dibuka oleh dr. Anung Sugihantono, M.Kes. Dalam sambutannya beliau mengajak agar para ahli kesehatan masyarakat harus menjadi "role model" dalam upaya pengendalian tembakau dengan jalan berhenti merokok bagi yang masih merokok. Beliau menyampaikan bahwa penurunan prevalensi perokok sulit untuk dicapai, kecuali dilakukan upaya yang sangat masif. Tantangan berikutnya adalah makin mudanya usia merokok.

Beliau mendorong komunitas untuk menyadarkan masyarakat agar tidak merokok di Kawasan Tanpa Rokok. Kementerian berjanji untuk memperbaiki PP 109 Tahun 2012. Beliau juga mempromosikan Quit Line. Beliau juga mengajak semua pihak untuk mencari jalan keluar terhadap masalah petani tembakau.

Ketika iklan rokok dilarang, mereka mensponsori nama toko. Sementara hal seperti itu belum ada larangannya dalam kebijakan yang ada.

65% dari 7,6 juta rumah tangga yang sudah didata oleh PISPEKA terpapar asap rokok. Resiko perokok pasif lebih besar. Pengeluaran rumah tangga untuk tembakau, sirih termasuk rokok adalah nomor dua setelah makanan instan.
Setelah pembukaan dilanjutkan dengan diskusi panel yang melibatkan Bapak Bima Arya (Bupati Bogor yang sedang cuti), Sekda Medan dan perwakilan dari perkumpulan hotel Indonesia di Bali. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi panel kedua dengan penyaji dari Bappenas, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta WHO Indonesia.

Setelah itu dilanjutkan dengan empat simposium yang dilaksanakan secara bersamaan dimana para peneliti menyampaikan abstrak dan berbagi tentang aktivitas yang mereka laksanakan.

Untuk bahan-bahan konferensi dapat diakses di :

http://ictoh-tcscindonesia.com/


Berikut ini beberapa video yang sempat admin liput: (klik pada judul untuk membuka video)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan