Memahami Al-Qur’an lewat Nama-Nama Allah: Kunci Membaca dengan Hati yang Tenang

Gambar
  Sebagian dari kita pernah mengalami ini: membaca terjemahan Al-Qur’an, lalu merasa “kok ayat ini keras ya?” atau bingung ketika menemukan kisah kehancuran kaum terdahulu, peringatan neraka, atau larangan yang terasa berat. Akibatnya, ada yang jadi menjaga jarak dari Al-Qur’an—padahal kita yakin kitab ini adalah petunjuk dan rahmat. Sebuah tulisan dari Yaqeen Institute menjelaskan satu kunci penting agar pengalaman membaca Al-Qur’an menjadi lebih “nyambung”: kenali dulu siapa Allah yang “berbicara” dalam Al-Qur’an, terutama lewat nama-nama dan sifat-sifat-Nya . Saat “gambar Allah” di hati kita benar—bahwa Dia Mahapengasih, Mahaadil, Mahabijaksana, dan Maha menjaga—cara kita memahami ayat-ayat Al-Qur’an pun berubah.  Mengapa cara pandang kita menentukan “rasa” saat membaca? Penulis memberi analogi sederhana: bayangkan Anda tersesat dan menerima surat petunjuk. Jika Anda percaya pengirim surat itu sangat peduli, sangat cerdas, dan memahami keadaan Anda, Anda akan membaca surat ...

Berjalan ke langgar bisa memenuhi keperluan olahraga harian

Selesai shalat Subuh di Langgar Al-Inayah (Ahad, 29 Juli 2018), pimpinan langgar mengabarkan bahwa mulai hari ini sampai 10 hari ke depan, langgar akan menjalani perbaikan (lantainya akan dilapisi ubin).

Siang hari menjelang Zuhur admin berangkat untuk shalat ke Langgar Rakat Mufakat yang ada di depan kuburan Muslim, Kuala Kapuas. Ketika berangkat admin memasang "Stopwatch" untuk menghitung waktu yang diperlukan untuk mencapai langgar. Ternyata memerlukan waktu 5 menit. Jadi kalau kita shalat 5 waktu di langgar, maka kita akan berjalan selama 5 x 2 x 5 = 50 menit, sudah melebihi waktu olahraga sehari yaitu 30 menit. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas