The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Penggunaan e-LHKPN sangat memudahkan



Tahun ini adalah tahun kedua bagi admin untuk mengisi e-LHKPN. Alhamdulillah semua data yang pernah diisi pada tahun yang lalu, dapat ditampilkan kembali, sehingga kita cukup melakukan penambahan informasi baru atau menghapus informasi yang sudah tidak relevan.

Alhamdulillah surat kuasa untuk memeriksa rekening di Bank tidak harus dikirimkan ulang, jadi sangat memudahkan.

Saat melakukan "review", aplikasi mengingatkan item pengisian yang beliau ditinjau. Setelah semua item ditinjau, barulah proses bisa berlanjut.

Setelah melakukan "review" terhadap pengisian e-LHKPN, maka kita harus meminta token. Token dikirimkan melalui SMS dan email yang terdaftar dalam akun tersebut. Setelah itu kita mengisikan token pada kolom yang disediakan. Setelah itu, laporan tersebut diproses.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas