Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Berani mengambil risiko


Saat melihat ada sarang laba-laba di pohon Rambutan, saya sangat kagum. Berarti laba-laba ini sudah memperhitungkan keregangan / kelenturan dari jaring laba-labanya untuk bisa mengakomodir tiupan angin pada ranting-ranting pohon rambutan. Sarang ini tentu akan menjadi sangat dinamis karena akan bergoyang-goyang sepanjang siang dan malam.

Sarang laba-laba yang ada di dekat dapur rumah pun sangat berisiko karena dia meletakkan jaringnya di tali plastik yang biasa digunakan untuk jemuran pakaian. Jadi terkadang jaringnya akan teregang, dan kadang-kadang kendor.

Inilah kehidupan, agar dapat makan, risiko harus diambil.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"