Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Mitos-mitos tentang masalah di akhir kehidupan

 Mitos: Lebih banyak perawatan selalu lebih baik

Fakta: Tidak selalu. Kadang-kadang lebih banyak perawatan memperlama proses kematian tanpa menghargai kualitas hidup atau kenyamanan. Penting untuk mengetahui apakah intervensi tersebut benar-benar penting. Seringkali tidak mungkin mengetahui hal tersebut diawalnya. Itulah saaat dimana nasehat dari tim perawatan kesehatan sangat berharga.


Mitos: Jika terapi medis dimulai, tidak dapat dihentikan

Fakta: Tidak memulai terapi medis dan menghentikan terapi sama dalam pandangan hukum. Jadi Anda dan lembaga pelayanan kesehatan Anda dapat menyetujui terapi untuk masa uji coba yang Anda pikir mungkin akan membantu, tanpa takut bahwa Anda tidak dapat mengubah pemikiran Anda kemudian. Meskipun demikian perlu disadari bahwa menghentikan terapi dapat lebih sulit secara emosional dibandingkan dengan tidak memulai terapi.


Mitos: Jika Anda menolak terapi untuk mempertahankan hidup, Anda menolak semua terapi.

Fakta: Tidak peduli terapi apa yang Anda tolak, Anda harus tetap mengharapkan menerima perawatan lain yang Anda perlukan atau Anda inginkan - terutama penanganan nyeri dan gejalaa yang kadang-kadang disebut terapi kenyamanan intensif.


Mitos: Menghentikan atau menolak nutrisi dan hidrasi tambahan menyebabkan nyeri pada orang yang sedang sekarat.

Fakta: Berbeda dengan mempertahankan makanan atau air pada orang sehat, bagi orang yang sedang sekarat, mengurangan nutrisi tambahan atau hidrasi intravena tidak menyebabkan ketidaknyamanan. Kenyataannya, banyak pasien dapat menghindari gejala seperti mual atau kembung, dan hal itu dapat menyebabkan perasaan eforia ringan pada beberapa pasien.


Sumber: HEALTHbeat 23 Desember 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"