Panduan Lengkap Operasi Katarak: Sebelum, Selama, dan Sesudahnya

Gambar
  Di masa kuno, orang Mesir kuno menggunakan teknik bedah yang dikenal sebagai "couching," di mana jarum tajam digunakan untuk menggeser lensa yang keruh keluar dari bidang pandang dan masuk ke dalam rongga vitreus di bagian belakang mata. Kemudian, orang Romawi menggunakan metode yang disebut "needling" untuk memotong katarak menjadi potongan-potongan kecil yang cukup kecil untuk diserap kembali. Meskipun kedua prosedur tersebut dapat meningkatkan penglihatan, mereka tidak dapat menyediakan penglihatan yang sepenuhnya jernih karena tidak menggantikan lensa. Terobosan tersebut tidak datang sampai tahun 1940-an, ketika ahli oftalmologi Inggris, Harold Ridley, menemukan lensa intraokular. Berbeda dengan operasi di zaman kuno, operasi katarak saat ini menggunakan sayatan kecil dan sedotan untuk mengeluarkan lensa yang keruh, dan kemudian menggantinya dengan lensa plastik buatan. Ekstraksi lensa dilakukan menggunakan salah satu dari dua prosedur: phacoemulsification ata

5 penyebab "sciatica"

 

Sebagian besar "sciatica" disebabkan oleh masalah yang mempengaruhi L4, L5, atau akar saraf S1. Sarat dapat tertekan atau mengalami iritasi, biasanya karena di sentuh oleh diskus, tulang, sendi atau ligamen. Peradangan yang terjadi membuat jaringan dan saraf-saraf lebih sensitif dan nyerinya makin memburuk.

Kerusakan terhadap atau penekanan pada saraf "sciatic" atau saraf-saraf yang masuk ke dalamnya, dapat memiliki beberapa penyebab.

Hernia diskus

Salah satu penyebab yang paling sering dari "sciatica" adalah hernia diskus pada bagian bawah dari tulang belakang. Disebut juga sebagai diskus yang tergelincir, meskipun tidak ada yang tergelincir.

Diskus spina menetap diantara tulang belakang, dimana mereka bertindak sebagai bantalan untuk menjaga agar tulang tidak bersentuhan satu sama lain. Diskus menyerap semua tekanan yang terjadi pada tulang belakang akibat berjalan, lari, duduk, membungkus, mengangkat, dan setiap aktifitas lain yang kita lakukan. Mereka juga menyerap tekanan akibat jatuh, benturan, dan kecelakaan lainnya.

Hernia diskus dapat terjadi pada usia berapapun, tetapi menjadi makin sering pada usia paruh baya dan lebih tua. Hal itu terjadi bila diskus spina yang berisi cairan mirip jeli pecah melalui bagian luar dari pembungkusnya dan menonjol melalui robekan. Saat hal ini terjadi, tonjolan tersebut dapat menekan saraf didekatnya. Tekanan pada saraf menyebabkan sinyal tidak normal dikirim ke otak, dan Anda menderita "sciatica".

Stenosis tulang belakang

Saluran tulang belakang melindung "korda spinalis" dan saraf-saraf yang naik dan turun di tulang belakang. Stenosis spinalis adalah penyempitan saluran tulang belakang. Saat ini terjadi, saraf-saraf tertekan, menyebabkan nyeri. Karena vertebra lumbal paling sering menerima tekanan dan penerima berat terbesar, stenosis lumbal merupakan jenis stenolis tulang belakang yang paling sering terjadi.

Seringkali, stenosis spinalis disebabkankan oleh kombinasi dari perubahan terkait umur berikut:

  • degenerasi diskus
  • osteoartritis pada permukaan sendi
  • penebalan ligamen
Stenosis spinalis dapat muncul sejak kelahiran sebagai hasil dari kondisi yang jarang terjadi. Sering kali, kanal tulang belakang kadang-kadang menyempit dibandingkan normal saat lahir, sebuah kondisi yang disebut stenosis kongenital. Karena kanal tidak selebar orang biasa, perubahan terkait umur yang ringan, seperti penonjolan diskus ringan dan "facet arthritis", dapat menyebabkan gejala stenosis. Sebagian orang mendapatkan gejala ini pada usia 40-an tahun atau lebih dini. Cedera, tumor, dan penebalan ligamen juga dapat menyempitkan kanal tulang belakang.

Spondilolisthesis

Tulang-tulang dari tulang belakang tersusun satu diatas yang lain, dipisahkan oleh diskus. Spondilolisthesis terjadi bila satu tulang belakang tergelincir ke depan dibandingkan tulang dibawahnya. Bila vertebra L4 bergerak diatas vertebra L5, hal itu akan menyebabkan belitan pada saluran tulang belakang yang menyebabkan tekanan pada akar saraf dan "sciatica".

Spondilolisthesis sering ditemukan pada para remaja yang mengalami nyeri punggung menetap. Pada kelompok ini, hal ini biasanya disebabkan oleh cedera traumatik atau gangguan kongenital. Pada orang dewasa, spondilolisthesis lebih sering disebabkan oleh osteoartritis.

Trauma

Saraf "sciatic" sendiri rentan terhadap kerusakan akibat berbagai cedera atau kecelakaan yang mempengaruhi pantat atau regangan pada "hamstring", satu dari tiga otot di belakang paha. Jatuh, kecelakaan mobil, dan cedera olahraga dapat menyebabkan "sciatica".

Kehamilan

Selama trimester kedua dan ketiga, perubahan berat dan melonggarnya ligamen dapat memberikan tekanan tidak langsung pada saraf "sciatic".

Sumber: HEALTHbeat 22 Januari 2022

Komentar

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan