Israel dalam Krisis: Faktor-Faktor yang Menempatkan Negara Ini dalam Masalah Besar

Gambar
Israel saat ini menghadapi masalah besar akibat berbagai faktor yang timbul dari konflik yang terus berlangsung dengan Palestina, terutama dengan Hamas di Gaza. Berikut adalah poin-poin utama yang menjelaskan mengapa Israel berada dalam situasi yang sangat sulit: Tuduhan Pembersihan Etnis dan Apartheid Opsi Israel untuk mengelola dinamika populasi dalam wilayah Greater Israel (termasuk Gaza dan Tepi Barat) sangat terbatas. Israel tidak bisa menjadi negara demokratis yang lebih besar atau mewujudkan solusi dua negara yang layak. Pilihan yang tersisa adalah apartheid, yang saat ini sedang dipraktikkan menurut laporan organisasi seperti Amnesty International, atau pembersihan etnis, yang diduga sedang diupayakan Israel dengan membuat Gaza tidak layak huni dan membunuh banyak warga Palestina. Kebuntuan Militer Meskipun melakukan upaya militer besar-besaran, Israel belum mampu mengalahkan Hamas secara tegas. Kelompok ini terus beroperasi dan melancarkan serangan, menciptakan ancaman keamana

Waspada Demensia Akibat Lama Duduk, Meski Berolahraga

 

Risiko Demensia Meningkat dengan Lama Duduk Meskipun Rajin Berolahraga

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan waktu lama duduk setiap hari memiliki risiko lebih tinggi terkena demensia, meskipun mereka rajin berolahraga. Penelitian yang diterbitkan oleh JAMA pada 12 September 2023 ini menganalisis data dari hampir 50.000 orang dewasa lanjut usia, dengan rata-rata usia 67 tahun, di mana 55% adalah perempuan. Selama hampir tiga tahun, para peserta memakai alat pelacak gerakan di pergelangan tangan untuk memantau aktivitas dan waktu duduk mereka. Tujuh tahun kemudian, para peneliti memeriksa rekam medis peserta untuk mengetahui siapa yang terdiagnosis demensia.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang duduk rata-rata minimal 10 jam per hari memiliki risiko 8% lebih tinggi mengalami demensia dibandingkan mereka yang duduk lebih sedikit. Sementara itu, orang yang duduk rata-rata minimal 12 jam per hari 63% lebih mungkin terkena demensia dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari 10 jam sehari. Lebih mengejutkan, berolahraga tidak tampak mengubah risiko tersebut; di antara mereka yang duduk lebih dari 10 jam sehari, mereka yang berolahraga memiliki kemungkinan terkena demensia yang sama dengan mereka yang jarang berolahraga.

Sumber: Long hours sitting can raise dementia odds despite exercise - Harvard Health (tulisan ini diringkas oleh ChatGPT)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan