Panduan Lengkap Operasi Katarak: Sebelum, Selama, dan Sesudahnya

Gambar
  Di masa kuno, orang Mesir kuno menggunakan teknik bedah yang dikenal sebagai "couching," di mana jarum tajam digunakan untuk menggeser lensa yang keruh keluar dari bidang pandang dan masuk ke dalam rongga vitreus di bagian belakang mata. Kemudian, orang Romawi menggunakan metode yang disebut "needling" untuk memotong katarak menjadi potongan-potongan kecil yang cukup kecil untuk diserap kembali. Meskipun kedua prosedur tersebut dapat meningkatkan penglihatan, mereka tidak dapat menyediakan penglihatan yang sepenuhnya jernih karena tidak menggantikan lensa. Terobosan tersebut tidak datang sampai tahun 1940-an, ketika ahli oftalmologi Inggris, Harold Ridley, menemukan lensa intraokular. Berbeda dengan operasi di zaman kuno, operasi katarak saat ini menggunakan sayatan kecil dan sedotan untuk mengeluarkan lensa yang keruh, dan kemudian menggantinya dengan lensa plastik buatan. Ekstraksi lensa dilakukan menggunakan salah satu dari dua prosedur: phacoemulsification ata

Waspada Demensia Akibat Lama Duduk, Meski Berolahraga

 

Risiko Demensia Meningkat dengan Lama Duduk Meskipun Rajin Berolahraga

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan waktu lama duduk setiap hari memiliki risiko lebih tinggi terkena demensia, meskipun mereka rajin berolahraga. Penelitian yang diterbitkan oleh JAMA pada 12 September 2023 ini menganalisis data dari hampir 50.000 orang dewasa lanjut usia, dengan rata-rata usia 67 tahun, di mana 55% adalah perempuan. Selama hampir tiga tahun, para peserta memakai alat pelacak gerakan di pergelangan tangan untuk memantau aktivitas dan waktu duduk mereka. Tujuh tahun kemudian, para peneliti memeriksa rekam medis peserta untuk mengetahui siapa yang terdiagnosis demensia.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang duduk rata-rata minimal 10 jam per hari memiliki risiko 8% lebih tinggi mengalami demensia dibandingkan mereka yang duduk lebih sedikit. Sementara itu, orang yang duduk rata-rata minimal 12 jam per hari 63% lebih mungkin terkena demensia dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari 10 jam sehari. Lebih mengejutkan, berolahraga tidak tampak mengubah risiko tersebut; di antara mereka yang duduk lebih dari 10 jam sehari, mereka yang berolahraga memiliki kemungkinan terkena demensia yang sama dengan mereka yang jarang berolahraga.

Sumber: Long hours sitting can raise dementia odds despite exercise - Harvard Health (tulisan ini diringkas oleh ChatGPT)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan