The Salahuddin Generation (Ep. 10): Salahuddin vs Richard the Lionheart — Menang Tanpa Menjadi Monster

Gambar
Jika Ep. 9 mengajarkan bahwa kemenangan memanggil serangan balik, maka Ep. 10 memperlihatkan sesuatu yang lebih berat: uji moral ketika perang menjadi sangat kejam . Di episode ini, Salahuddin diuji bukan hanya oleh pasukan Eropa yang semakin besar, tetapi oleh: pemimpin Muslim yang sibuk soal gelar , keputusan pahit ketika kota jatuh, pengkhianatan yang memicu pembantaian, dan godaan terbesar bagi seorang pejuang: menjadi seperti musuhnya. Salahuddin menolak itu. Dan justru di situlah salah satu “kemenangan” terbesarnya. 1) Raja-raja yang Bersumpah Mematahkan Salahuddin Ancaman besar datang dari dua arah: Pasukan Salib di Acre (Akka) yang tak kunjung selesai. Frederick Barbarossa yang mendarat di Asia Minor, dengan pasukan besar menuju Syam. Narasi menggambarkan fanatisme mereka: sampai bersumpah tidur dengan baju zirah, bahkan menghukum orang yang “berbuat dosa” karena menganggap kekalahan mereka akibat kesalahan moral mereka sendiri. Namun yang mengua...

Pesan Presiden Jokowi dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2024

 

Indonesia berpeluang menjadi negara maju saat bonus demografi terjadi pada tahun 203--an dimana 68% penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Bila kita tidak mencapai ini, kita akan seperti Amerika Latin yang tidak bisa menjadi negara maju. Namun banyak tantangan yang harus dihadapi seperti angka stunting yang meskipun sudah menurun dari 37,6% (2013) menjadi 21,5% (2023), namun masih jauh dari target 14%.

Kematian akibat penyakit menular juga masih tinggi yaitu stroke 331 ribu per tahun, jantung 296 ribu per tahun dan kanker 297 ribu per tahun. Itulah sebabnya kementerian kesehatan berusaha agar Puskesmas bisa melakukan deteksi dini dengan menggunakan USG dan EKG.

Rumah sakit juga diharapkan untuk bersiap menerima CT-Scan, mamografi dan Cath-Lab, Linaec, serta MRI. Tentu semua itu harus ditunjang dengan sumber daya manusia yang memadai. Ketersediaan dokter spesialis masih menjadi problem terbesar. Rasion dokter kita masih 0,47, ranking 147 dunia. RSUD Indonesia 34% tidak punya dokter spesialis.

Untuk mewujudkan ini semua diperlukan adalah sinkronisasi kebijakan dalam bentuk rencana induk bidang kesehatan yang sudah disebutkan dalam UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Selain itu, Indonesia harus memperkuat industri kesehatan dalam negeri. Karena sekitar 1 juta orang Indonesia berobat ke luar negeri. Mereka menghabiskan dana sekitar 11,5 milyar dolar (180 triliun rupiah). Bahan produksi farmasi lokal 90% masih impor dan alat kesehatan di e-katalog tahun 2023, 52% masih impor. Presiden berharap untuk bahan habis pakai sudah bisa diproduksi di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas