Postingan

Menampilkan postingan dengan label Harvard Health Blog

The Salahuddin Generation (Serial 1) Bangkit dari Masa Tergelap: “The Rise of the Assassins” dan Awal Lahirnya Generasi Salahuddin

Gambar
  Ada kalanya kita merasa hidup di masa paling buruk dalam sejarah umat: perpecahan, pengkhianatan, musuh yang mengepung, dan rasa putus asa yang sulit dipadamkan. Dalam pembuka serial The Salahuddin Generation , Dr. Hassan Elwan justru mengajak kita “mundur” ke masa yang jauh lebih gelap—untuk membuktikan satu hal: umat pernah jatuh lebih parah, dan pernah bangkit dengan lebih mulia . Episode perdana ini berjudul “The Rise of the Assassins” (tayang perdana 6 Desember 2025 ) dan menjadi fondasi narasi besar: Salahuddin bukan “pahlawan tunggal”, melainkan buah dari sebuah generasi —generasi yang dibentuk oleh krisis, lalu dipulihkan melalui ilmu, lembaga, dan keteguhan iman. 1) Bukan “Salahuddin dulu”, tapi “luka besar sebelum Salahuddin” Alih-alih memulai cerita dari kelahiran sang tokoh, Dr. Hassan Elwan menegaskan: tantangan terbesar generasi Salahuddin bukan semata pasukan Salib, melainkan korupsi dan kerusakan internal —dari penguasa hingga masyarakat. Karena itu, jendela...

Nonton televisi berpengaruh pada peningkatan risiko penyakit Alzheimer dan demensia

Gambar
  Semakin banyak waktu yang kita gunakan untuk duduk dan menonton televisi maka semakin besar risiko gangguan kognitif dan demensia dibandingkan dengan orang yang kurang menggunakan waktunya untuk duduk. Para peneliti menemukan bahwa setiap satu jam menonton televisi bagi orang lanjut usia meningkatkan risiko penyakit Alzheimer sebanyak 1,3 kali.  Penelitian lain menemukan bahwa lebih banyak menonton televisi berhubungan dengan memburuknya fungsi kognitif. Lebih penting lagi, waktu menonton televisi berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif lima tahun kemudian.  Sumber: Does less TV time lower your risk for dementia? - Harvard Health

Serat yang luar biasa

Gambar
  Eric Rimm, profesor epidemiologi dan gizi di Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Harvard T.H. Chan menyebutkan bahwa kandungan serat yang tinggi dapat ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, polong-polongan, kacang-kacangan, dan biji-bijian, tapi sebagian besar individu, terutama orang tua, tidak mengonsumsi makanan diatas dengan mencukupi. Rekomendasi serat setiap hari adalah 14 gram setiap 1.000 kalori yang dikonsumsi. Ini sama dengan 28 sampai 34 gram setiap hari, berdasarkan pada asupan dari 2.000 sampai 2.400 kalori. Profesor Rimm menyebutkan bahwa suplemen serat yang dijual bebas sesekali dapat dikonsumsi bila Anda memiliki masalah dalam mengonsumsi makanan yang kaya serat secara mencukupi. Tapi hal tersebut tidak boleh mengganti pola makan yang sehat sebagai sumber utama serat. Tautan berikut ini berisi tabel berbagai sumber makanan berikut porsi standar, kandungan kalori dan kandungan seratnya. Food Sources of Dietary Fiber | Dietary Guidelines for Americans Sumber:...

Jika anda sakit pinggang, coba dulu ini

Gambar
Sebagian besar pasien dengan sakit pinggang mendadak akan membaik dengan berjalannya waktu apapun pengobatannya dan dapat menghindari pengobatan dan tes yang berpotensi membahayakan dan mahal. Pengobatan lini pertama sebaiknya meliputi terapi tanpa obat seperti pemanasan superfisial, pengurutan, akupunktur, atau manipulasi tulang belakang. Bila terapi tanpa obat gagal, pertimbangkan obat pengurang nyeri atau pelemas otot. Sumber: If you have low back pain try these steps first Bila anda ingin membaca peran rumah dan kantor dalam membantu mengurangi sakit pinggang, bisa baca artikel berikut ini: Office and Workspace Modifications for Back Pain

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas