Postingan

Menampilkan postingan dengan label Lebaran

Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Pengunjung Pasar Membludak Menjelang Lebaran

Gambar
Suasana menjelang lebaran di perempatan Melati - Anggrek, Kuala Kapuas Sudah beberapa hari ini pasar di Kuala Kapuas sangat ramai dikunjungi oleh para pembeli yang ingin mempersiapkan jamuan untuk Idul Fitri 1433 H. Parkir kendaraan bermotor bertambah. Jumlah kendaraan yang hilir mudik pun juga bertambah. Bila kita masuk ke tengah pasar, ada seorang ibu yang mengatakan, "Kita harus melawan arus". Penjual Kue Lebaran Selain pembeli yang bertambah banyak, pedagang pun juga bertambah banyak. Jenis barang yang dijual pun lebih beraneka ragam. Ada beberapa toko yang menjelang hari lebaran melakukan diversifikasi terhadap usahanya yaitu menjual kue lebaran. Padahal pada hari-hari sebelumnya mereka membuka salon. Hal ini dilakukan karena permintaan terhadap kue lebaran sangat tinggi. 

Ketupat Dimana-mana

Gambar
Lebaran identik dengan ketupat. Kondisi ini tampak dengan jelas di perempatan Jalan Melati dan Jalan Anggrek, Kuala Kapuas. Menurut keterangan dari salah seorang pembeli yang sudah datang lebih pagi, penjual bungkus ketupat lebih banyak tadi pagi dibandingkan dengan saat liputan. Sebenarnya bungkus ketupat ini biasa ditemukan sehari-hari di pasar Kuala Kapuas karena Soto Banjar menggunakan ketupat. Namun dengan adanya lebaran, penjualan lebih banyak dibandingkan dengan biasanya. Saking banyaknya permintaan untuk bungkus ketupat ini, beberapa penjual masih terus membuat bungkus ketupat sambil menjual dagangannya.

Tarawih ditunda menunggu pengumuman 1 Syawal

Selepas shalat Isya berjama'ah di Langgar Inayah, Jalan Kapten Pierre Tendean Gg. IXa, kaum langgar mengumumkan bahwa shalat tarawih ditunda dulu menunggu pengumuman resmi dari pemerintah tentang kepastian 1 Syawal 1432 H. Dalam rangka mengantisipasi jatuhnya 1 Syawal pada hari Selasa, pengurus Langgar Inayah mengambil inisiatif untuk mulai mengumpulkan zakat fitrah sejak pagi hari tanggal 29 Agustus 2011 sampai malam harinya. Pembagian zakat fitrah pun sudah dilakukan sejak sesudah shalat Maghrib. Sedangkan Langgar Mupakat yang terletak di depan Kuburan Muslim, di Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas, setelah pemerintah mengumumkan 1 Syawal pada hari Rabu, 31 Agustus 2011, mereka langsung melaksanakan shalat tarawih yang tertunda.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)