Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Pengunjung Pasar Membludak Menjelang Lebaran

Suasana menjelang lebaran di perempatan Melati - Anggrek, Kuala Kapuas
Sudah beberapa hari ini pasar di Kuala Kapuas sangat ramai dikunjungi oleh para pembeli yang ingin mempersiapkan jamuan untuk Idul Fitri 1433 H. Parkir kendaraan bermotor bertambah. Jumlah kendaraan yang hilir mudik pun juga bertambah. Bila kita masuk ke tengah pasar, ada seorang ibu yang mengatakan, "Kita harus melawan arus".
Penjual Kue Lebaran
Selain pembeli yang bertambah banyak, pedagang pun juga bertambah banyak. Jenis barang yang dijual pun lebih beraneka ragam.
Ada beberapa toko yang menjelang hari lebaran melakukan diversifikasi terhadap usahanya yaitu menjual kue lebaran. Padahal pada hari-hari sebelumnya mereka membuka salon. Hal ini dilakukan karena permintaan terhadap kue lebaran sangat tinggi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)