Sabtu, 25 Maret 2017

Maling sepeda di Jalan Kolonel Sugiono

Sepeda yang sempat digondol maling
Pada hari Jum'at, 24 Maret 2017 setelah pulang shalat subuh di depan rumah admin melihat ada orang yang menuntun sepeda diperbatasan rumah admin dengan rumah tetangga. Admin bertanya kepadanya, sedang apa Pak? Dia menjawab: "Handak bahirak". Admin curiga karena sepeda yang dituntunnya mirip dengan sepeda anak admin. Admin segera berlari ke rumah untuk memastikan apakah sepeda tersebut masih ada di rumah atau tidak. Setelah melihat bahwa sepeda itu tidak ada, admin langsung mengejar maling tersebut.

Maling tersebut lari, tapi melihat dia tidak menggunakan sepeda yang dicurinya, admin langsung curiga, apa mereka berdua. Admin langsung menghentikan lari dan menelusuri keberadaan sepeda tersebut. Syukurlah rupanya sepedanya di letakkan ditrotoar yang tertutup dengan pepohonan.

Rupanya maling dengan mudah membawa sepeda tersebut karena ada di beranda rumah dalam keadaan tidak terkunci.

3 ilmu yang wajib dipelajari




Oleh: Guru Syamsul Bahri

3 macam ilmu yang wajib kita pelajari dan melaksanakannya bila dia sudah baligh. Bila tidak dipelajarinya dia akan berdosa. Ilmu tersebut adalah:
·         Ilmu Tauhid
·         Ilmu Fiqih
·         Ilmu Tasawuf

Sabda Rasulullah: menuntut ilmu itu wajib atas setiap orang beriman laki-laki dan perempuan.
Belajar ilmu itu ada kitabnya. Terkadang ada yang tidak ada kitabnya, hanya pakai hapalan saja. Terkadang apa yang disampaikan tidak sesuai dengan kitab. Jangan sembarang mengajarkan ilmu. Kitab yang kita ajarkan itu, pernah kita belajar dengan guru. Apalagi masalah ketuhanan, kalau salah orang bisa masuk neraka.

Ilmu Tauhid, kitab yang biasa dibaca adalah Kitabul Mubtadi’in. Bila dipelajari dari awal sampai selesai, kewajiban kita sudah dilaksanakan. Berikutnya adalah Sifat 20 yang dikarang oleh Utsman Badawi. Kemudian kitab ‚amal ma’rifat yang dikarang oleh Abdurrahman Sidiq. Sudahkan kita belajar, mengamalkan dan hidup dengan tauhid.

Bila punya istri dan anak, dan dia termasuk orang ‚alim, maka bisa mengajari mereka (dengan izin dari guru). Bila kita tidak mampu mengajarinya, suruh dia menghadiri majelis ta’lim. Bisa jadi majelis ta’lim itu kitab-nya sudah tinggi.

Awal agama itu mengenal Tuhan. Mengenal Tuhan lewat sifat 20. Tauhid bisa membedakan sifat kita dan sifat Allah. Kehadiran kita di masjid adalah karena taufik dan hidayah dari Allah.

Syarat ma’rifat kepada Allah:

1.       Hati kita yakin, tidak ragu-ragu dengan ilmu yang dipelajari. Gurunya adalah guru yang benar, mengajarkan sesuai Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas.
2.       Ilmu yang dipelajari itu sesuai dengan hukum yang benar, sesuai dengan hukum syara‘, sesuai dengan ilmu fiqih. Seringkali orang lemah dalam ibadah. Tidak benar bila ilmu melemahkan hukum Allah ta’ala. Kalau sampai tidak mewajibkan shalat, maka dia murtad. Ada guru yang khusus masalah hakikat. Waspada belajar ilmu aqidah yang tidak jelas sumbernya. Hukum syariat wajib dilaksanakan sampai akhir hayat, seberapapun tinggi ilmu seseorang.
3.       Ada dalil aqli dan naqli. Ada yang berpendapat bahwa kalau tidak nikah batin, masih berzina meskipun sudah menikah di KUA. Ilmu ini tidak sesuai dengan ilmu Qur’an.


Disampaikan di Masjid Jami’ At-Taqwa 25 Maret 2017

Bulughul Maram - Pemahaman tentang Agama

 


Oleh: Amanto Surya Langka, Lc

Dua nikmat yang sering diabaikan oleh manusia: sehat dan waktu senggang (Hadits)
Agar tetap diberi pahala ketika tidak sehat dan tidak diberi kesempatan, maka lakukanlah dua hal:
1.       Niatkan setiap aktivitas ikhlas kepada Allah
2.       Istiqamah dalam melaksanakan amal

Istiqamah dalam amal saleh juga mendapatkan pahala. Bila hambaku sakit atau bepergian maka dia akan ditulis pahala sebagaimana dia sehat dan bermukim.

Dari Mu’awiyah r.a., Rasulullah SAW bersabda: barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan, akan diberi pemahaman agama (Muttafaqun ‚alaih)

Dan dari Abu Darda ra, Rasulullah SAW bersabda: tidak ada amalan dalam timbangan Allah melainkan akhlak yang mulia (H.R. Abu Dawud, Tirmidzi)

Dari Umar r.a., Rasulullah SAW bersabda: Malu itu adalah bagian dari keimanan (Muttafaqun ‚alaih)

Dari Ibnu Mas’ud r.a, Rasulullah SAW bersabda: sesungguhnya diantara yang didatangkan dari kalam kenabian: jika kamu tidak malu maka lakukanlah sekehendakmu (H.R. Bukhari)

Tema keempat hadits berbeda-beda. Hadits pertama tentang pentingnya belajar agama. Belajar adalah bagian dari pemahaman terhadap agama. Agama ini bisa dipahami syaratnya adalah paham dan mengerti agama ini. Hadits ini menjelaskan bahwa keinginan Allah kepada seseorang yang termasuk kebaikan adalah tatkala orang itu mau tafaqquh fiddin. Kalau Allah tidak ingin orang itu berperilaku baik, maka dia tidak paham agama.

Orang yang tidak mengerti agama, maka pasti akan banyak masalahnya. Oleh karena itu, kita harus berusaha menjemput iradah yang baik itu yaitu dengan jalan tafaqquh fiddin.

Tafaqquh fiddin juga dibicarakan Allah dikaitkan dengan perang 9: 122

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Hadits ini menjelaskan bahwa urgensi menuntut ilmu agama adalah iradah Allah yang baik yang diberikan kepada manusia. Orang-orang yang belajar ilmu disebut penuntut ilmu (thalib). Ilmu tidak pernah mendatangi kamu. Kamu yang harus mencari ilmu.

Rihlah lithalibil ‚ilm. Melacak satu hadits kadang perlu waktu berbulan-bulan. Padahal waktu itu tidak mudah perjalanannya.

Hadits kedua menunjukkan bahwa surga itu mudah diperoleh oleh orang-orang yang menuntut ilmu dan susah diperoleh oleh orang-orang yang jahil (bodoh).

Hadits ketiga membedakan antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. Dalam surat Al-Maidah, ayat-ayat pertama dikisahkan tentang anjing yang dilatih untuk berburu. Anjing pemburu sudah dikasih ilmu. Derajatnya diangkat. Meskipun dia menggigit rusa, dagingnya tetap halal. Padahal kalau anjing biasa menjilat sesuatu maka harus dibersihkan dengan pasir dan air.

Allah mengangkat derajat yang berilmu :
niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat… (Q.S. Al Mujadilah, 58: 11)

Hadits: Menuntut ilmu diwajikan atas setiap Muslim.

Hadits Abu Darda‘ maksudnya adalah kalau kita berusaha untuk menuntut ilmu, agar otak jadi cerdas, harus dibarengi dengan akhlak yang baik. Orang pintar saja tanpa didukung dengan moralitas yang baik akan menjadi persoalan.

Dinegeri ini banyak orang pintar. Setiap tahun, ribuan sarjana diluluskan. Kita tidak kekurangan orang yang intelek. Tapi mengapa korupsi banyak terjadi dikalangan orang-orang yang punya ilmu, jabatan, dst. Berarti ilmu harus dibingkai dengan akhlak dan moral. Kita tidak boleh menuntut ilmu untuk bisa mendebat orang lain. Menuntut ilmu harus ikhlas.

Amal diterima dengan dua hal: amal harus sesuai dengan contoh sehingga kita berusaha untuk mencari dalil. Kita harus belajar, mana ustadznya. Tapi apakah cukup hanya dengan belajar dengan ustadz, amal akan diterima? Harus disertai dengan keikhlasan.

Mestinya ilmu membuat orang hatinya bersih. Bab ini dibuat agar keilmuan harus disertai dengan akhlak yang baik.

Hadits dari Ibnu Umar menjelaskan bahwa akhlak yang nilainya sangat tinggi adalah malu. Malu adalah sebagian dari iman. Bahkan ketika menjelaskan profil Rasulullah, beliau lebih pemalu dibandingkan dengan seorang perawan.

Manusia mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Ilmu yang kita miliki harus tercermin dalam perilaku kita. Diantara akhlak itu adalah malu. Ini adalah masalah kenabian sejak dahulu.

Hadits: Jika kamu tidak malu maka lakukanlah semaumu. Ada dua pemahaman terhadap hadits ini:

1.       Perintah ini bukan perintah sesungguhnya. Seorang Bapak punya anak perempuan yang punya banyak pacar. Karena anaknya sudah tidak bisa dinasehati, dia mengatakan: kalau engkau tidak punya rasa malu, lakukan semaumu (mengancam).

2.       Pemahaman dari teks ini apa adanya. Contoh ada orang bertamu, makanan banyak. Makanan itu ada yang dekat dan jauh. Anjurannya adalah ambil yang paling dekat. Dia ambil sana dan sini. Ini terjadi karena dia tidak punya rasa malu.

Ini dimasukkan dalam bab pemahaman agama agar kita punya rasa malu kepada Allah SWT yang telah memberi segalanya kepada kita.

Profesi dokter juga perlu dijaga dengan rasa  malu. Karena dokter tidak punya rasa malu, seluruh pakaian minta dibuka, padahal Cuma perlu buka pantat untuk disuntik. 

Menuntut ilmu, posisi kita ditinggikan. Surga akan diberikan kepada orang-orang yang menuntut ilmu. Dalam menuntut ilmu hendaknya dibarengi dengan akhlak mulia. Ini adalah ciri kesempurnaan iman seorang mu’min. Kita harus punya rasa malu, karena kita diawasi oleh Allah SWT. 

Disampaikan di Masjid Al-Ihsan 24 Maret 2017

Jumat, 24 Maret 2017

Surat At-Tahrim ayat 5

Nouman Ali Khan

Oleh: Nouman Ali Khan

Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan. (Q.S. At-Tahrim, 66: 5)

Kriteria istri ini berpasangan:

  • Muslimatin dengan Mu'minatin
  • Taat dengan Taubat
  • Rajin beribadah dengan memiliki pemikiran yang mendalam
  • Janda dengan perawan
Urutan ini juga merupakan sesuatu yang progresif.

Janda diutamakan dalam ayat ini. Tsayyibat adalah wanita yang dikembalikan kepada rumah ayahnya. Selain Aisyah, pernikahan Rasulullah adalah dengan janda. 

Janda diutamakan karena:
  • pengalamannya
  • kecerdasannya
  • pengakuan
  • pemahamannya terhadap tanggung jawab suami
  • kesopanan
  • lebih baik dalam merawat suaminya
Apa yang terjadi dalam masyarakat nampaknya sangat berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh ayat ini. Janda nampaknya menjadi sesuatu yang dihindari oleh masyarakat kita. Padahal perceraian adalah suatu realitas, yang juga dialami oleh para sahabiyah.

Adapun kekurangan dari perawan adalah:
  • terlalu malu
  • sangat enggan
  • banyak reservasi
  • sombong
  • tidak mengenal laki-laki sebelum pernikahan
Semua kriteria istri diatas tidak ada kaitannya dengan mengurus suami. Orang yang dekat dengan Allah, akan baik dengan orang yang ada disekelilingnya, terutama suaminya. Hal ini sama dengan ayat puasa. Setelah ayat tersebut selesai, langsung membicarakan masalah bagaimana bermuamalah dalam perdagangan. Jadi ada hubungan antara takwa dengan perekenomian. 

Tidak ada suami yang relijius yang tidak baik kepada istrinya. Tidak ada istri yang shalih yang tidak merawat suaminya. 

5 kebenaran tentang mata anda



Image: BigStock
Mitos: Melakukan olahraga mata akan menunda pemakaian kaca mata
Fakta: Olahraga mata tidak memperbaiki atau memelihara penglihatan atau mengurangi keperluan terhadap kaca mata. Penglihatan anda bergantung pada berbagai faktor, meliputi bentuk dari bota mata anda dan kesehatan dari jaringan mata, tidak satupun yang dapat diubah dengan olahraga mata.

Mitos: Membaca pada cahaya yang redup akan memperburuk penglihatan anda
Fakta: Pencahayaan yang redup tidak akan merusak penglihatan anda. Meskipun demikian, hal itu akan membuat mata anda lelah lebih cepat. Cara terbaik untuk menempatkan cahaya baca adalah dengan mengupayakan cahayanya langsung ke halaman, tidak diatas bahu anda. Lampu meja dengan bayangan buram yang diarahkan langsung ke bahan bacaan merupakan yang ideal. 

Mitos: Wortel adalah makanan terbaik untuk mata
Fakta: Wortel, yang mengandung vitamin A, baik untuk mata. Tetapi buah-buah segar dan sayuran dengan daun hijau gelap, yang mengandung lebih banyak vitamin antioksidan seperti vitamin C dan E, bahkan lebih baik. Antioksidan dapat membantu melindungi mata terhadap katarak dan degenerasi makula terkait usia. Jangan mengharapkan makanan dapat mencegah atau memperbaiki masalah penglihatan dasar seperti rabun dekat atau rabun jauh. 

Mitos: Yang terbaik adalah tidak menggunakan kacamata atau lensa kontak sepanjang waktu. Tidak menggunakannya akan memungkinkan mata anda untuk beristirahat. 
Fakta: Jika anda perlu kacamata atau lensa kontak untuk jarak atau membaca, gunakan mereka. Tidak memakai kacamata akan menegangkan mata anda dan akan membuat mereka lelah daripada mengistirahatkannya. Meskipun demikian, hal tersebut tidak akan memperburuk penglihatan anda  atau membuatnya mengalami penyakit mata.

Mitos: Memandang layar komputer sepanjang hari buruk bagi mata
Fakta:  Menggunakan komputer tidak merusak mata anda. Meskipun demikian, memandang layar komputer sepanjang hari dapat berkontribusi pada ketegangan mata atau mata lelah. Orang yang memandang layar komputer untuk waktu yang cukup panjang cenderung untuk tidak berkedip seperti biasa, yang dapat menyebabkan mata terasa kering dan tidak nyaman. Untuk membantu mencegah ketegangan mata, sesuaikan pencahayaan sehingga tidak menyebabkan silau atau refleksi yang keras pada layar, istirahatkan mata anda sebentar setiap 20 menit, dan berkediplah secara teratur sehingga mata anda tetap dilumasi dengan baik. 

Sumber: HEALTHbeat 15 Januari 2017