Minggu, 11 Desember 2016

Pengajian rutin orang tua siswa SIT Al-Amin Kapuas


Pada hari Sabtu, 10 Desember 2016 bertempat di ruang PAUD IT Al-Amin Kapuas dilaksanakan kegiatan pengajian rutin bagi orang tua murid sekolah Islam terpadu Al-Amin Kapuas.



Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi sehingga orang tua dapat bersinergi dalam pendidikan anak. Kegiatan ini sudah berlangsung dua kali.

Sabtu, 10 Desember 2016

Persiapan akreditasi puskesmas

Kesibukan staf Puskesmas Selat mempersiapkan akreditasi
Insya Allah pada tanggal 11-16 Desember 2016, tiga puskesmas di Kabupaten Kapuas akan menjalani proses akreditasi. Puskesmas tersebut adalah Puskesmas Selat, Puskesmas Melati dan Puskesmas Pulau Telo. Sejak awal tahun lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas sudah melatih para pendamping akreditasi puskesmas yang terdiri dari staf dinas kesehatan dan staf puskesmas. Mereka dilatih untuk menjadi pendamping dalam masalah Administrasi dan Manajemen (Adman), Usaha Kesehatan Perorangan (UKP) dan Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM).

Dalam rangka mempersiapkan akreditasi ini, selain mempersiapkan masalah fisik puskesmas, para pendamping dan staf puskesmas juga mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan dalam akreditasi tersebut. Tentu selain mengerti masalah dokumen, mereka diharuskan untuk secara perlahan-lahan menerapkan berbagai kebijakan, pedoman, panduan dan SPO dalam aktivitas keseharian.

Jumat, 09 Desember 2016

Pemeriksaan HIV dan IVA bagi karyawan rumah sakit

Pada hari Kamis, 8 Desember 2016 bertempat di gazebo dan ruang PONEK RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan pemeriksaan HIV dan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA). Pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya untuk memantau kesehatan para petugas rumah sakit.

Sebagai petugas kesehatan yang sering terpapar dengan darah pasien serta penggunaan jarum suntik, maka petugas memiliki resiko yang tinggi untuk tertular virus HIV. Terlebih lagi, rumah sakit sempat mengalami masa-masa sulit untuk menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi karyawannya karena keterbatasan dana. Hal ini membuat banyak petugas yang terpapar dengan darah secara langsung karena tidak menggunakan APD yang memadai.

Pemeriksaan IVA ditujukan untuk deteksi dini kanker leher rahim. Kegiatan ini sudah merupakan kampanye nasional. Diharapkan dengan adanya kegiatan deteksi dini ini, bila ada petugas yang positif, dapat segera dilakukan terapi segera.


BPJS Kesehatan bayar Rp 152.000 per kunjungan pasien di puskesmas

Pada hari Kamis, 8 Desember 2016, bertempat di Ruang Imperial Hotel Aquarius Boutique Palangka Raya dilaksanakan kegiatan pertemuan Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya Provinsi Kalimantan Tengah dan Cabang Palangka Raya. Dalam pertemuan ini dr. Sony Tito Nugroho menyampaikan kondisi ketersediaan dokter dan dokter spesialis di rumah sakit yang ada di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya. Dalam presentasi tersebut tampak bahwa penyeberan dokter spesialis masih belum merata. Hal ini ditunjukkan dengan masih banyak rumah sakit yang belum memiliki dokter spesialis yang memadai.

Sementara itu Ibu Nancy menyampaikan masalah penerapan pembayaran kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dari evaluasi yang sudah dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan mulai dari Januari sampai Juni 2016, tampak bahwa unit cost pelayanan pasien di puskesmas adalah Rp 152.000 per pasien. Nilai ini hampir sama dengan nilai klaim pelayanan pasien poliklinik di rumah sakit yaitu Rp 160.000 per pasien.

Untuk meningkatkan efektivitas pembiayaan di puskesmas, pemerintah meminta agar ada komitmen pelayanan pasien Jaminan Kesehatan Nasional berupa:

  1. Angka kontak lebih dari sama dengan 150 per mil
  2. Rasio rujukan rawat jalan non spesialistik kurang dari 5%
  3. Rasio peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) rutin berkunjung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) lebih dari 50%
  4. Rasio kunjungan rumah 100% Kepala Keluarga dalam wilayah kerja Puskesmas selama satu tahun (Indikator Tambahan)


Kamis, 08 Desember 2016

Children Around The Prophet chapter 4 - Ibadah

Oleh: Dr. Hesham Al-Awadi

Tiga hal yang harus diperhatikan bila membicarakan masalah ibadah pada anak-anak:

  1. Mereka tidak diwajibkan beribadah bila masih dibawah usia pubertas. Ibadah pada masa ini adalah melatih mereka. Ajari shalat sejak usia 7 tahun, pukul bila usia 10 tahun masih belum shalat. (tambahan penerjemah: selama 3 tahun, kita mengajak anak untuk shalat sebanyak 5.475 kali). Tidak ada beban psikologis karena ibadah belum wajib. Kalau dia tidak mau hari ini, bisa besok. 
  2. Mereka sudah terlahir muslim. Setiap anak dilahirkan dengan fitrah. Kita harus melatih mereka.
  3. Mereka tidak memiliki keinginan seksual. Mereka belum punya keinginan macam-macam. Mereka menunggu untuk dilatih. 
Semakin dini kita melatih seseorang untuk menjadi baik, maka akan semakin mudah dia untuk menjadi baik. Abdullah bin Mas'ud mengatakan:

Jagalah anakmu dan ajarilah dia shalat dan biasakanlah dia untuk melakukan kebaikan. Karena melakukan kebaikan adalah kebiasaan (H.R. Baihaqi)

Anak yang biasa mencium tangan orang tuanya, akan terus melakukannya meskipun dia sudah besar.

Ar-Rubayya binti Muawwiz mengatakan Rasulullah ketika hari Asy-Syura, dia mengirim kepada semua orang Anshar, disuruh untuk berpuasa. Yang sudah berpuasa terus berpuasa, sedangkan yang belum puasa diharapkan untuk menghentikan makan sampai Maghrib. Mereka mengajak anak-anak untuk juga berpuasa. Ketika anak-anak ingin makan, mereka dikasih mainan untuk digigit. ... (H.R. Bukhari)


Hal ini selain melatih, juga mengajarkan mereka disiplin. 

Kita akan fokus pada shalat dan melihat bagaimana Rasulullah membuat anak-anak mencintai shalat. Rasulullah melakukan salah satu dari tiga hal dibawah ini:


  1. Asosiasi positif dengan shalat. 
    1. Jabir bin Sumrah: saya shalat zuhur bersama Rasulullah, kemudian ketika dia pergi kerumahnya, saya menyertainya. Rasulullah mengelus pipinya. Jabir bin Sumrah mengatakan: aku tidak pernah mencium bau yang lebih wangi dari tangan Rasulullah. Ketika dia akan shalat, dia akan mengingat bau wangi tersebut. 
    2. Abu Mahdzurah saat itu masih musyrik. Ketika Bilal adzan diatas Ka'bah, 10 anak musyrik mengejeknya. Rasulullah meminta kesepuluh anak tersebut dibawa ke tendanya dan semuanya disuruh untuk adzan. Ketika Rasulullah melihat Abu Mahzurah memiliki suara terbaik, yang lain disuruh pergi. Abu Mahdzurah mengatakan: tidak ada yang aku benci pada saat itu kecuali Rasulullah. Setelah Rasulullah meletakkan tangannya dikeningku maka dia menjadi orang yang paling aku cintai. Rasulullah mengatakan: sekarang aku akan mengajarkan kepadamu adzan. Rasulullah mengajarkan adzan, termasuk adzan Subuh dan iqamah. Abu Mahdzurah mengatakan: aku tidak pernah memotong rambutku karena rambut itu pernah disentuh oleh Rasulullah. 
Abdullah bin Mas'ud mengatakan bahwa Rasulullah selalu menyentuh bahu-bahu para sahabatnya untuk menyentuhkan bahu-bahu tersebut, termasuk bahu anak-anak. 

Surat untuk masjid: kalian sudah berhasil membuat masjid yang besar, kalian membuat masjid yang alien, bermusuhan, tidak sesuai dengan kebutuhan kami, banyak larangan, tertutup untuk orang miskin. 

Pernahkan kita membaca hadits tentang orang yang kencing di masjid. Bila seorang anak dipukul di masjid maka dia tidak akan membali ke masjid. Anak kita tidak kencing di masjid. Kalau anak kita tidak ke masjid, maka dia akan ke night club.


Rasulullah mengajarkan para sahabat untuk meringankan ketika mengimami shalat. Karena dibelakangnya ada yang tua, anak-anak, banyak orang yang punya keperluan. 

2. Gunakan hadiah


Abdullah bin Abbas mengatakan: Aku melihat Rasululah ingin berwudhu, aku menyediakan air wudhu. Rasulullah bertanya, siapa yang menyediakan air ini? Beliau lalu diberitahu bahwa yang menyediakannya adalah Abdullah bin Abbas. Rasulullah berdo'a: Ya Allah ajarkan dia agama dan tafsir. Meskipun hanya 2,5 tahun bersama Rasulullah, dia menjadi orang yang faqih dalam masalah agama.


Ibn Abbas mengatakan: beliau mengusap kepalaku dan berdo'a: Ya Allah ajarkan dia hikmah

3. Buat mereka memiliki tanggung jawab dengan apa yang mereka lakukan.
Abdullah bin Abbas: aku bermalam di rumah Maimunah. Ketika Rasulullah bangun di malam hari, dia bertanya kepada Maimunah apakah aku sudah tidur. Ketika dijawab ya, Rasulullah berwudhu dan shalat. Abdullah bin Abbas bangun, wudhu dan ikut shalat bersama Rasulullah.


Amr bin Salamah: saya tinggal bersama kaumku. Ketika orang Madinah lewat, mereka bertanya kepada mereka apa yang diajarkan Rasulullah. Dia menghapal Qur'an dari orang yang mampir ke kabilahnya. Suatu hari ketika kaumnya menghadap Rasulullah, mereka minta Rasulullah memerintahkan mereka untuk shalat berjama'ah, setelah Rasulullah memerintahkan mereka lalu dicarilah imam. Akhirnya Amr bin Salamah menjadi imam karena dia menghapal Qur'an lebih banyak (7 tahun). Ketika dia menjadi imam, celananya terlalu pendek sehingga menampakkan auratnya. Akhirnya untuknya dibuatkan celana yang panjang yang dapat menutupi auratnya.