Selasa, 22 Agustus 2017

Trik Setan di Media Sosial


Oleh: Khawlah bint Yahya – United Kingdom

Pelajaran 1: Jangan "posting" setiap pemikiran
Rasulullah SAW bersabda, Cukuplah seseorang itu berdosa bila menyampaikan setiap yang dia dengar (Silsilah Ash-Shahihah)

Pelajaran 2: Cek apakah hal itu benar
Hai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu dengan berita, klarifikasi dulu, jangan sampai engkau membahayakan orang lain karena tidak tahu, dan sesudahnya engkau menyesal atas apa yang kamu kerjakan (Q.S. Al Hujurat, 49: 6)

Pelajaran 3: Jagalah kesucianmu
Salman al-Farisi r.a. berkata Bila Allah menginginkan kehancuran seseorang, Dia mencabut rasa malu (dari hatinya).


Pelajaran 4: Jangan "like" seperti orang gila!
Rasulullah SAW bersabda, Kamu akan bersama dengan orang yang kamu cintai (H.R. Bukhari). Hati-hati dengan klik "like", terutama menyukai mereka atau orang yang terlibat dalam aktivitas yang haram.

Pelajaran 5: Tidak hanya kebaikan yang berlibat ganda.

Melalui media sosial, ucapan yang buruk, perbuatan buruk lainnya dapat di "posting" ulang dan di "tweet" ulang. Bayangkan jika anda mem-"posting" satu pernyataan "ghiba" (membicarakan keburukan orang lain) dan 1.000 orang menyukai dan membagikannya, maka dosanya pun akan berlipat ganda.

Pelajaran 6: Jangan sebarkan rahasia pernikahan.
Rasulullah SAW bersabda, Diantara orang yang paling buruk diantara manusia terhadap Allah pada Hari Kebangkitan adalah orang yang melakukan hubungan intim dengan seorang wanita, kemudian dia menyebarkan rahasia wanita tersebut (H.R. Muslim)

Pelajaran 7: Akun dihapus, catatan disimpan. 
Ingat setiap malaikat pencatat, mencatat semua yang kita kerjakan.

WHO menjawab pertanyaan seputar keamanan imunisasi dan vaksin


  1. Dengan memadainya tingkat kebersihat diri, kebersihan lingkungan dan air bersih, apakah masih diperlukan vaksinasi?
    • Vaksin masih diperlukan - kebersihan diri, kebersihan lingkungan, air bersih, dan gizi tidak cukup untuk menghentikan penyakit infeksi.. Jika kita tidak mempertahankan tingkat optimal dari imunisasi atau imunitas kawanan (herd immunity), penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi akan kembali. Meskipun kebersihan diri, kebersihan lingkungan dan air bersih yang lebih baik membantu melindungi orang dari penyakit infeksi, banyak penyakit infeksi dapat menyebar bagaimanapun bersihnya kita. Jika orang tidak divaksinasi, penyakit yang jarang ditemukan seperti pertusis (batuk rejan), polio dan campak akan muncul kembali dengan cepat.
  2. Apakah vaksin aman?
    • Vaksin itu aman. Setiap vaksin yang memiliki lisensi diuji dengan berbagai fase uji coba sebelum diizinkan untuk digunakan, dan dinilai secara teratur ketika sudah dipasarkan. Ilmuwan juga secara konstan memonitor informasi dari beberapa sumber tentang tanda-tanda bahwa sebuah vaksin dapat menyebabkan efek samping. Sebagian besar reaksi vaksin biasanya tidak berarti dan sementara, seperti sakit di lengan atau agak demam. Jarang sekali dilaporkan efek samping yang serius, hal tersebut langsung diselidiki.
    • Lebih mungkin menderita cedera yang lebih serius akibat penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin dibandingkan oleh sebuah vaksin. Contohnya, dalam kasus polio, penyakit dapat menyebabkan kelumpuhan, campak dapat menyebabkan ensefalitis dan kebutaan, dan sebagian penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin dapat menyebabkan kematian. Bila cedera serius atau kematian yang disebabkan oleh vaksin terlalu banyak, manfaat vaksinasi jauh melebihi resiko, dan banyak penyakit dan kematian yang akan terjadi tanpa vaksinasi.
  3. Apakah vaksinasi memberikan kekebalan yang lebih baik dari infeksi alami?
    • Vaksin berinteraksi dengan sistem imun untuk menghasilkan respon kekebalan yang mirip dengan yang dihasilkan oleh infeksi alami, tetapi mereka tidak menyebabkan penyakit atau menyebabkan orang yang diimunisasi beresiko terhadap kemungkinan komplikasinya. Sebaliknya harga yang harus dibayar untuk mendapatkan kekebalan dari infeksi alami dapat berupa gangguan kecerdasan akibat Haemophilus influenza tipe b (Hib), cacat lahir akibat rubella, kanker hati akibat virus Hepatitis B, atau kematian akibat komplikasi dari campak.
  4. Apakah saya perlu divaksinasi terhadap penyakit yang tidak saya lihat di masyarakat atau negara saya?
    • Meskipun penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin sudah jarang di berbagai negara, agen infeksi yang menyebabkannya terus bersirkulasi pada sebagian negara. Pada dunia yang saling terhubung mereka dapat melintasi batas geografis dan menginfeksi setiap orang yang tidak terlindungi. Sebagai contoh, di Eropa Barat, wabah campak telah terjadi pada masyarakat yang tidak divaksinasi di Austria, Belgia, Denmark, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Swiss, dan Inggris, dan Amerika Serikat.
    • Dua alasan untuk memvaksinasi adalah melindungi diri sendiri dan melindungi orang-orang disekeliling kita. Keberhasilan program vaksinasi bergantung pada kerjasama setiap individu untuk memastikan kebaikan untuk semua. Kita tidak boleh bergantung pada orang-orang kita untuk menghentikan penyakit, kita juga, harus melakukan apa yang kita lakukan.
  5. Bolehkan seorang anak menerima beberapa vaksin pada waktu yang sama?
    • Bukti ilmiah menunjukkan bahwa memberikan beberapa vaksin pada waktu yang sama tidak memiliki efek negatif pada sistem kekebalan anak. Anak-anak terpapar dengan beberapa ratus benda asing yang merangsang respon kekebalan setiap hari. Tindakan sederhana seperti memakan makanan mengenalkan antigen baru pada tubuh, dan berbagai bakteri hidup di mulut dan hidung. Anak yang terpapar pada lebih banyak antigen dari pilek atau sakit tenggorokan dibandngkan dengan vaksin.
    • Manfaat pemberian beberapa vaksin pada waktu yang sama adalah mengurangi kunjungan ke petugas kesehatan, menghemat uang. Juga, bila vaksin kombo memungkinkan (misalnya campak, gondongan dan campak), yang akan menyebabkan lebih sedikit injeksi dan mengurangi rasa tidak nyaman pada anak. Sejumlah cara dapat dilakukan untuk meminimalisir nyeri akibat beberapa kali injeksi.
  6. Apa pengawet yang digunakan dalam vaksin?
    • Thiomersal adalah senyawa organik, mengandung air raksa yang ditambahkan pada sebagian vaksin sebagai pengawet. Ia adalah pengawet vaksin yang aman dan paling banyak digunakan dalam vial vaksin multi dosis. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa jumlah thiomersal digunakan pada vaksin menyebabkan resiko kesehatan.
  7. Bagaimana tentang vaksin dan autisme?
    • Penelitian tahun 1998 yang memunculkan keprihatinan tentang kemungkinan hubungan antara vaksin campak-gondongan-rubella (MMR) dan autisme kemudian ditemukan adanya kecacatan dan kecurangan. Tulisan tersebut dicabut oleh jurnal yang mempublikasikannya. Sayangnya, publikasi tersebut sudah menyebabkan kepanikan yang mengakibatkan turunnya tingkat imunisasi dan wabah berkelanjutan dari penyakit-penyakit ini. Tidak ada bukti adanya hubungan antara vaksin MMR dan autisme atau gangguan autistik.

Senin, 21 Agustus 2017

Poster Hari Diabetes Sedunia 2017 dari International Diabetes Federation


Saat menerima email dari International Diabetes Federation (IDF) yang mengabarkan bahwa sudah ada poster-poster yang bisa digunakan untuk kampanye Hari Diabetes Seduania, admin mengirim email ke IDF meminta mereka untuk menterjemahkan sebagian poster tersebut dalam bahasa Indonesia. Poster diatas adalah salah satu hasil terjemahannya. 

Minggu, 20 Agustus 2017

Mengapa Muslimah memakai hijab


Bila anda ingin melihat sub titel dalam bahasa Indonesia, klik "CC" yang ada pada bilah bawah video ini.

Sabtu, 19 Agustus 2017

Mengingat Kematian oleh H. Nabchan


Allah banyak memberikan nikmat kepada manusia. Nikmat paling besar adalah nikmat iman dan Islam. Kita masih bisa menggunakan anggota tubuh kita. Seandainya semua nikmat ini dihitung, air laut dijadikan tinta dan ranting pohon dijadikan pena, maka kita tidak bisa menghitung nikmat tersebut.

Tiga fase kehidupan dalam kehidupan di dunia:

Fase pertama adalah kehidupan dunia. Hidup di dunia adalah sandiwara, hanya sebentar. Tidak ada yang merasa hidup ini lama. Nikmat umur adalah disyukuri dengan melaksanakan amal saleh. Hadits: sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan banyak amal ibadahnya. Orang yang celaka itu, umurnya panjang, dia banyak berbuat dosa dan maksiat kepada Allah SWT.

Dunia semakin dikejar adalah semakin lari. Yang paling dekat kita kejar adalah kematian. Dunia adalah tempat menanam, dan memetiknya kelak di akhirat. Bila kita menanam kebaikan kita akan memetik hasilnya.
Banyak kita tergiur dengan kehidupan dunia. Banyak orang bilang orang kaya berbahagia. Padahal belum tentu. Hakikat bahagia adalah di negeri akhirat. Sebaik-baik bekal adalah takwa.

Fase kedua adalam alam kubur. Setiap jiwa pasti akan mati. Kalau sudah sampai waktunya, kita tidak akan bisa bersembunyi. Kematian ada sebabnya.

Apabila orang itu sudah meninggal dunia. Sudah dimandikan, dikafankan, di sholatkan, diantar ke pemakaman. Yang pertama mengantarkan mayat itu adalah keluarga. Yang mengantar berikutnya adalah hartanya.. yang ketiga adalah amal kita. Setelah jenazah dimasukkan ke lubang kubur. Setelah kubur ditutup, dibacakan talqin. Dua yang akan kembali, yang pertama adalah keluarga. Tidak ada istilah sehidup semati. Yang kembali berikutnya adalah hartanya. Yang tertinggal itu adalah amalan kita waktu hidup di dunia.

Mayat dikubur mohon kepada Allah agar diberikan sedikit waktu untuk bersedekah dan mengerjakan amal saleh. Allah mengatakan sudah terlambat. Kubur mengatakan: aku adalah rumah yang sendirian. Di kubur itu tidak ada kawan, tidak ada teman. Untuk menemaninya orang yang dikubur adalah orang yang suka membaca Qur’an. Aku adalah rumah yang gelap gulita. Agar kubur tidak gelap, dihiasi dengan shalat malam. Shalat malam dibiasakan 40 hari, insya Allah berikut-berikutnya tidak akan susah untuk melaksanakannya.
Ada orang yang biasa shalat berjama’ah maka dia senantiasa bawa cucu agar bisa shalat berjama’ah dimana saja. Shalat Isya berjama’ah sama dengan shalat malam setengah malam. Shalat Subuh berjama’ah sama dengan shalat malam sepanjang malam.

Aku adalah rumah yang tidak ada perhiasannya. Perhiasannya adalah amal saleh. Aku penuh dengan ular. Kita disuruh untuk memperbanyak ucapan basmalah. Aku adalah tempat pertanyaan Munkar dan Nakir. Supaya nyaman dalam menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir disuruh memperbanyak zikir kepada Allah SWT.

Shalat adalah kunci semua ibadah. Ia adalah tiang agama. Barang siapa memelihara shalat, maka Allah akan mengangkat kehidupannya yang sulit, dimudahkan rezekinya. Setiap bacaan Fatihah dijawab oleh Allah SWT. Shalat juga bisa melepas siksa kubur.

Orang meninggal menerima kitab amal dari kanan, kiri dan belakang. Orang yang shalat, cepat dalam meniti sirathal mustaqim. Kemudian dia akan dimasukkan dalam surga Allah tanpa hisab.


Fase ketiga adalah kehidupan akhirat. Akhirat itulah yang kekal abadi.