Minggu, 25 September 2016

Al-Amin Peduli Bencana Alam Garut


Para guru sedang melakukan penggalangan dana
Pada hari Minggu, 25 September 2016 bertempat di sekitar Stadion Panunjung Tarung para siswa dan guru dari SDIT dan SMPIT Al-Amin Kapuas mengadakan penggalangan dana bagi korban bencana alam Garut.
Para siswa SDIT dan SMPIT sedang menggalang dana
Sasaran penggalangan dana pagi ini adalah orang-orang yang berolahraga di sekitar stadion tersebut. Menurut keterangan dari Bapak Agus, bagian pendidikan di Yayasan Islam Al-Amin Kapuas, jumlah dana yang sudah terkumpul lebih dari tiga juta rupiah.

Sabtu, 24 September 2016

"Jalsah Ruhiyah" di TKIT Al-Amin Kapuas

Ibu Siti Suparti, S.Hut (memegang mikrofon) sedang menyampaikan materi
Pada hari Sabtu, 24 September 2016 bertempat di TKIT Al-Amin Kapuas dilaksanakan kegiatan "Jalsah Ruhiyah". "Jalsah ruhiyah" adalah salah satu sarana pendidikan (tarbiyah) yang bertujuan untuk menguatkan hubungan dengan Allah ta'ala dan kecintaan kepada Rasulullah SAW baik secara rohani (ruhiyah), pemikiran (fikriyah) dan perbuatan (amaliah). Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk menguatkan persaudaraan (ukhuwah) dan lingkungan (bi'ah) Islami.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh "akhwat" yang ada di lingkungan Yayasan Islam Al-Amin Kapuas, termasuk lembaga-lembaga yang ada dibawahnya seperti Forum Komunikasi Muslimah. Materi disampaikan oleh Ibu Siti Suparti, S.Hut yang menyampaikan masalah perang pemikiran (ghazwul fikri). 

Jumat, 23 September 2016

Masjid Darul Muttaqin galakkan donor darah

Donor darah di lantai dasar Masjid Darul Muttaqin (Courtesy of PMI Kabupaten Kapuas)
Masjid Darul Muttaqin bekerja sama dengan PMI Kabupaten Kapuas, UTD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, menyelenggarakan kegiatan donor darah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 18 September 2016 yang lalu. Para pendonor adalah remaja masjid dan jama'ah Masjid Darul Muttaqin. BKPRMI Cabang Kapuas berperan aktif dalam kegiatan ini. Bahkan ketuanya, Bapak Nabchan, ikut mendonorkan darahnya.

Menurut informasi dari situs PMI Kabupaten Kapuas (www.pmikapuas.org) jumlah darah yang terkumpul sebanyak 20 kantong. Direncanakan kegiatan ini akan dilaksanakan setiap 3 bulan sekali. 

Ruang kaki Lion Air dan Garuda

Ruang kaki Lion Air

Ruang kaki Garuda
Sebagai orang dengan tinggi mencapai sekitar 175 cm, admin mengalami sedikit kesulitan kalau duduk di Lion Air, karena tempat duduknya sangat sempit. Admin tidak bisa menggerakkan kaki ke kiri atau ke kanan karena akan terganjal dengan tepi kursi di depan. Pesawat ini masih menjadi pilihan karena harganya lebih murah dari penerbangan lain.

Garuda memberikan ruang kaki yang lebih luas, sehingga kaki bisa bergerak dengan nyaman, tidak harus memposisikan kaki ke arah tengah agar tidak membentur kursi depan. Kenyamanan sebanding dengan harga.

Rabu, 21 September 2016

Konsulen Ginjal dan Hipertensi Puji Hemodialisa Kapuas

dr. Iri Kuswadi, SpPD, KGH sedang ramah tamah dengan pasien
Pada hari Rabu, 21 September 2016, Konsulen Ginjal Hipertensi dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, dr. Iri Kuswadi, SpPD, KGH, melakukan visitasi ke Instalasi Hemodialisa RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Dalam kunjungan tersebut beliau mengunjungi setiap pasien di ruang hemodialisa. Setelah itu beliau melakukan ramah tamah dengan pasien hemodialisa dan keluarganya.

Dalam pertemuan tersebut beliau mengungkapkan bahwa pemberian hormon pada pasien hemodialisis di rumah sakit Kapuas sama frekuensinya dengan pemberian hormon di RSUP Sardjito, padahal rumah sakit Kapuas adalah rumah sakit tipe C, sedangkan RSUP Sardjito adalah rumah sakit tipe A.

Salah seorang pasien juga menceritakan kisahkan ketika di cuci darah di Jawa. Di rumah sakit di Jawa tersebut beliau minta agar "dialisis" yang digunakan adalah yang baru. Petugas hemodialisa di rumah sakit tersebut mengatakan bahwa kalau beliau mau yang baru, maka beliau harus bayar Rp 125.000. Beliau lalu membandingkan dengan Kapuas yang bisa memberikan "dialisis" baru secara gratis.

Kebijakan ini dipuji oleh dr. Iri, karena di tempat lain "dialisis" yang digunakan bisa dicuci kembali sampai beberapa kali. Berbagai keunggulan ini membuat pasien-pasien hemodialisis di rumah sakit Kapuas, umumnya memiliki Hb yang cukup tinggi, rata-rata diatas 10 mg/dL.