Jumat, 28 Juli 2017

Mensyukuri nikmat Allah – dr. Fitri Ningrum Intani



Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S. An Nahl, 16: 18)

Bersyukur tidak hanya dengan hati, tapi juga dengan lisan dan perilaku. Dengan hati kita menyadari nikmat Allah. Dengan lisan kita mengucapkan Alhamdulillah. Hanya dengan lafaz Alhamdulillah, kita sudah bisa meraih banyak pahala. Perilaku syukur adalah dengan melakukan kebaikan.

Sering kita mengartikan nikmat itu dengan materi.

Syukur itu selain kewajiban, dia juga merupakan ibadah.

Mari kita bersyukur dari hal-hal kecil. Ketika diberi kesehatan, kita lalai. Kita sering melupakan kewajiban kita.

Anggota tubuh harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Semuanya harus digunakan untuk hal-hal yang baik. Kalau ada anggota tubuh yang tidak sempurna, tentu kita akan merasakan betapa nikmatnya kalau itu sempurna.

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. (Q.S. Adh-Dhuha, 93: 11)

Syukur adalah sifat Allah, Rasul dan Nabi kita. Nabi bersyukur kepada Allah dengan tahajud. Aisyah bertanya mengapa Rasulullah masih melakukannya. Rasulullah melakukannya sebagai bentuk syukur.

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (Q.S. Al Baqarah, 2: 152)

Syukur merupakan salah satu cara kita meraih ridho Allah.

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. (Q.S. An Nisa, 4: 147)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S. Ibrahim, 14: 7)

Jangan kufur nikmat dengan apa yang kita lakukan. Kita lebih banyak bekerja dibandingkan dengan beribadah kepada Allah. Bagaimana kita bisa mengerjakan hal-hal besar bila kita tidak bisa mengerjakan hal-hal yang kecil.

Langgar sepi karena ada yang shalat hajat di rumah

Langgar yang kosong karena jama'ahnya sedang shalat hajat di tempat lain
Sejak bertugas di Mantangai dulu (1996-2000), admin sering diundang untuk mengikuti shalat hajat. Shalat ini didahului oleh shalat Maghrib secara berjama'ah, setelah itu dilanjutkan dengan shalat hajat. Setelah itu dilanjutkan dengan wirid Qur'an dan shalawat sampai Isya. Setelah shalat Isya biasanya ada makan malam. Shalat hajat ini biasanya diselenggarakan di rumah orang yang mau menunaikan ibadah haji.

Masalahnya adalah ketika shalat hajat itu dilaksanakan di rumah, langgar atau masjid yang ada di dekat rumah tersebut akan sepi atau bahkan tidak ada jama'ahnya. Ada solusi yang ditawarkan oleh salah satu jama'ah masjid Baitul Muttaqin, yaitu menyelenggarakan shalat hajat di masjid sehingga masjidnya tambah ramai.

Kamis, 27 Juli 2017

Penyuluhan Jabatan di SMK dan MA Al-Amin Kapuas

Kepala SMK (Supriyanto) memberikan sambutan
Pada hari Rabu, 26 Juli 2017 bertempat di ruang kelas Al-Amin Kapuas dilaksanakan kegiatan Penyuluhan Jabatan di SMK Al-Amin Kapuas dan MA Al-Amin Kapuas Tahun 2017. Penyuluhan ini disampaikan oleh jajaran Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dari MA dan SMK Al-Amin Kapuas. 

Reuni "sang da'i" di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas

Ustadz Muhajir sedang menyampaikan ta'lim (Courtesy of Supriyanto)
Beliau biasa dipanggil "Ustadz Muhajir". Beliau adalah seorang da'i yang sejak awal berdirinya Pondok Pesantren Al-Amin sering diundang untuk memberikan motivasi kepada para santri. Meskipun sudah tidak lagi tinggal di Palangka Raya, baik di Pangkalan Bun maupun Lamandau, pihak pondok pesantren selalu mengundang beliau untuk mengisi kegiatan-kegiatan kemahasiswaan.

Pada hari Rabu, 26 Juli 2017, sang ustadz mampir ke pondok pesantren untuk bersilaturahmi. Kesempatan ini digunakan oleh pondok untuk menyelenggarakan kegiatan ta'lim yang beliau isi langsung.

RSUD Kapuas cetak "pelatih" pencegahan dan pengendalian infeksi

Nurdiana (kelima dari kanan)
Melatih seluruh staf rumah sakit tentang pencegahan dan pengendalian infeksi merupakan tantangan yang cukup besar bagi RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Rumah sakit ini memiliki lebih dari 500-an orang karyawan. Dalam rangka melakukan efisiensi, rumah sakit mengirimkan seorang Infection Prevention Control Nurse (IPCN) yaitu Nurdiana, untuk mengikuti pelatihan Training of Trainer (TOT) Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).

Diharapkan setelah beliau selesai mengikuti pelatihan ini, beliau berhak melatih dan memberikan sertifikat kepada para staf rumah sakit yang mengikuti pelatihan yang diberikannya. Selain itu Nurdiana juga berhak memberikan pelatihan tentang PPI di rumah sakit-rumah sakit lain.