Entri yang Diunggulkan

Mini Camp Qur'an

Brosur Mini Camp Qur'an Lembaga Tahfidz Kalimantan (LTK) insya Allah akan mengadakan kegiatan Mini Camp Qur'an yang insya Alla...

Selasa, 31 Mei 2016

Exam Tourism

Sop buah di salah satu warung di Unlam
Bila selama ini kita mengenal istilah eco-tourism, medical tourism, maka perlu ada istilah baru yaitu exam tourism. Hal ini sempat terpikir oleh admin ketika mengetahui bahwa saat SBMPTN terjadi peningkatan yang luar biasa dalam hunian hotel. Hotel-hotel yang berada disekitar lokasi ujian sudah banyak yang penuh, terutama untuk kelas-kelas standar.

Tidak hanya hotel, tempat makan yang ada disekitar hotel itupun juga mendapat tamu-tamu yang tidak biasa. Meskipun hanya sehari, namun momen ini bisa menjadi satu dari sekian banyak momen yang masuk dalam kalender para pengusaha.

Keberadaan saudara atau keluarga dari peserta ujian di sekitar lokasi ujian sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menawarkan berbagai produk kepada mereka.

Hebohnya SBMPTN di Universitas Lambung Mangkurat

Peserta SBMPTN di FKIP Unlam
Pada hari Selasa, 31 Mei 2016, jalan menuju Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Kampus I, Jalan Brigjen Hasan Basri, Banjarmasin sudah mulai memadat. Meskipun tidak berhenti, tapi kendaraan melambat. Kendaraan dari dua arah memasuki gerbang Unlam.
Kemacetan menuju lokasi SBMPTN di Unlam
Para peserta ada yang datang dengan berjalan kaki, naik motor dan naik mobil. Ada yang datang sendiri, bersama teman dan bersama orang tua atau keluarga lainnya.
Para pengawas sedang menunggu pukul 08.00 WITA
Sebagian besar peserta datang tepat waktu, hanya sedikit saja peserta yang terlambat. Banyak yang sudah datang sebelum waktu ujian dimulai. Bahkan untuk yang ujiannya jam 10.00 WITA, sudah ada yang datang sejak pagi.
Peserta SBMPTN shalat Zuhur di Masjid Baitul Hikmah Unlam
Menariknya ketika shalat Zuhur, banyak peserta yang menunaikan shalat Zuhur berjama'ah di Masjid Baitul Hikmah yang ada di komplek kampus Unlam.

Senin, 30 Mei 2016

Mahasiswa Unlam bantu peserta SBMPTN temukan lokasi ujian

Mahasiswa Unlam sedang memberikan penjelasan pada orang tua siswa peserta SBMPTN
Pada hari Senin, 30 Mei 2016, Kampuas Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) di Jalan Brigjen Hasan Basri, Banjarmasin dipenuhi oleh para peserta SBMPTN yang mencari lokasi ujiannya. Sebagian besar para peserta datang bersama dengan teman-temannya mengendarai sepeda motor. Ada juga yang datang bersama dengan orang tua mereka.

Para mahasiswa dari berbagai organisasi dikerahkan untuk membantu para peserta menemukan lokasi ujian. Mereka membagikan kertas yang berisi "Tips Mengerjakan Soal SBMPTN" yaitu:

  1. Baca Basmalah
  2. Pastikan mengisi seluruh data yang diminta (nama, nomor peserta, jurusan yang dipilih, dll)
  3. Sebaiknya gunakan jam tangan untuk memastikan waktu dalam mengerjakan soal.
  4. Berdo'alah sebelum mengerjakan soal.
  5. Kerjakanlah soal yang dirasa lebih mudah, biarkan soal yang sulit dikerjakan kemudian.
  6. Jawablah soal yang diyakini jawabannya, jangan lupa bahwa jawaban yang salah akan bernilai -1.
  7. Usahakan tiap bagian soal (TPA, TKD, Soshum / Saintek tiap mata pelajaran) minimal 1 benar.
  8. Sebelum mengumpul, periksa kembali jawaban dan pastikan semua data yang diminta telah diisi.
  9. Berdo'a dan kumpulkan.
Contact Person: 0852-5070-8180 (Zahra) dan 0897-1173-236 (Ahya)

Sabtu, 28 Mei 2016

Ibadah yang tak berpengaruh

Oleh: Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Pengetahuan ini penting untuk kita ketahui karena Allah menciptakan kita untuk beribadah kepada Allah SWT:

“dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (Q.S. Adz Dzariyat, 51: 56)”

Allah juga berfirman, “Apakah manusia mengira manusia akan dibiarkan begitu saja”.
Setiap perintah Allah ada pengaruhnya.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. An Nahl, 16: 97)

Ibadah akan memberikan kehidupan yang baik, demikian juga kebahagiaan di akhirat.
Sesungguhnya di dunia ini ada surga, siapa saja yang tidak bisa memasukinya, dipastikan dia tidak bisa memasukinya di akhirat. Surga dunia apa, kehidupan yang baik. Kehidupan yang baik itu tidak selalu bersifat materi. Jangan memiliki paham kebendaan, seperti orang bahagia kalau hartanya banyak. Orang dibilang makmur dinilai dari materi. Tidak. Orientasi kita adalah akhirat.

Tidak ada agama di dunia ini yang seperti Islam dimana shalatnya lima kali sehari. Ada yang Cuma seminggu sekali. Ibadah kita  luar biasa. Apakah ibadah itu sudah mengantarkan kepada kehidupan yang baik?

Rasulullah bersabda: “Kalian akan diserbu oleh umat-umat sebagaimana diserbunya makanan di meja makan dari semua arah. Para sahabat bertanya: mengapa mereka sampai sedemikian rupa, apakah jumlah kita sangat sedikit ya Rasulullah. Rasulullah menjawab: Tidak, bahkan kalian mayoritas, tetapi kalian seperti buih di lautan. Allah cabut wibawa kalian sehingga umat-umat lain tidak takut kepada kalian. Kalian ditimpa oleh penyakit Wahn. Apa Wahn itu ya Rasulullah? Rasulullah: cinta dunia dan takut mati.

Adian Husaini, karakter para sahabat: Kecintaan akan ilmu dan kecintaan akan pengorbanan
Ketika kehidupan yang baik itu tidak kita miliki, perlu kita bertanya, apa yang terjadi, mengapa kita menjadi umat yang seperti buih.

Pengaruh Puasa

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Q.S. Al Baqarah, 2: 183)
Apakah setelah puasa masjid kita tambah ramai? Mengapa shalat Subuh, shalat Isya sudah seramai shalat Jum’at ?

Pengaruh Shalat

“bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar …” (Q.S. Al Ankabut, 29: 45)

Pengaruh Zakat

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Q.S. At Taubah, 9: 103)

Penjelasan

Maksud “membersihkan” adalah zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda.

Dalam surat Al A’la digambarkan bahwa mereka lebih mencintai kehidupan dunia (bal tu’tsiruunal hayaataddunya)

Maksud “mensucikan” adalah zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka.

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Hasan Al-Banna menyebutkan salah satu karakter seorang Muslim adalah bermanfaat bagi orang lain.
Pengaruh Haji

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh (Q.S. Al Hajj, 22: 27)

Sekarang antrian haji sudah 18 tahun. Salah satu hikmah dari ayat diatas adalah semangat persatuan, dimana kaum Muslimin datang dari semua penjuru tanpa memperhatikan masalah suku, warna kulit. Ibadah haji mengajarkan kita untuk bersatu, tidak melihat perbedaan bahasa, bangsa, warna kulit, suku dan lain-lain. Masalah kita sekarang adalah masalah persatuan.

“masing-masing bangga dengan bangsa / suku”

Karena perbedaan yang sepele kita bercerai berai. Kita belum seperti yang dikatakan oleh Rasulullah seperti satu tubuh yang ketika ada satu anggota tubuhnya sakit, maka anggota tubuh yang lain akan merasakan sakit. Bagaimana kita bisa merasakan penderitaan saudara-saudara kita dari berbagai bagian dunia. Mereka diusir dari negara mereka, mereka naik perahu yang tidak layak, kemudian mereka tidak diterima di mana-mana. Padahal kewarganegaraan kita adalah aqidah. Barangsiapa yang menyebutkan la ilaha illallah maka dia adalah saudara kita.

Substansi ibadah

Ibadah bertujuan untuk penghambaan. Dengan konsep ini jelas siapa yang menjadi tempat untuk menghambakan diri dan siapa yang menghambakan diri. Siapa menyembah siapa.
Pengertian ibadah secara umum adalah semua perkataan dan perbuatan yang dimaksudkan untuk mencari ridha Allah SWT.

Pengertian ibadah secara khusus adalah semua jenis ibadah yang disyariatkan Allah SWT (shalat, puasa, zakat haji, sembelihan, nazar, dllJ).

Bagaimana kita memahami ayat 51: 56, berarti kita memahaminya secara umum. Kalau kita hanya memahami ibadah hanya shalat, maka kita shalat selama 24 jam. Itu tidak ada perintahnya. Begitupun dengan puasa.

Iman itu memiliki cabang, cabangnya ada 70. Yang paling tinggi adalah kata La ilaha illallah dan paling rendah menyingkirkan duri dari jalan.

Isi dari agama adalah ibadah dan muamalah. Prinsip dasar dari ibadah itu adalah diharamkan. Kita tidak boleh beribadah kecuali dengan apa-apa yang Allah perintahkan. Jangan berinovasi dalam beribadah. Kreativitas dalam masalah muamalah. Prinsip dari dari muamalah adalah boleh. Yang muamalah bisa bernilai ibadah. Karena hidup kita untuk beribadah, maka muamalah kita lakukan dengan niat untuk mencari ridho dari Allah SWT.

Kalau kita mencari nafkah (muamalah) maka luruskan niat untuk mencari ridho Allah, maka kita akan mencari nafkah dengan cara yang halal. Makan adalah muamalah, karena kita niatkan karena Allah, maka kita makan yang halal. Kalau makan makanan yang halal, mengucapkan basmalah dia tidak akan berani. Basmalah bisa mencegah perbuatan yang tidak baik.

Rasulullah: setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ucapan basmalah maka perkara itu menjadi terputus. Para ulama mengatakan bahwa perkara tersebut tidak mendapatkan berkah. Kalaupun ada maka sedikit. Jadi sebaiknya tidak ada satu perkarapun melainkan kita mengucapkan basmalah. Tidak mungkin orang berbuat maksiat memulainya dengan basmalah.
Membaca basmalah diharamkan pada orang yang melakukan dosa. Misalnya berzina dimulai dengan basmalah.

Pertanyaan boleh nggak memulai merokok dengan basmalah. Sama dengan pertanyaan boleh nggak merokok di masjid. Boleh nggak merokok dengan tangan kiri.

Prinsip ibadah:
1.       Tidak ada yang boleh diibadahi kecuali Allah (ikhlas)
2.       Allah tidak boleh diibadahi kecuali dengan apa yang diperintahkan-Nya (mutaba’ah)

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku, „bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa“. Barangsiapa yang  mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklahia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya”. (Q.S. Al Kahfi, 18: 110)


Disampaikan dalam Kajian Rutin Kesempurnaan Islam Masjid Al Ihsan Kuala Kapuas pada hari Sabtu, 28 Mei 2016

Jumat, 27 Mei 2016

Harris J dan Maher Zain - Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Salam























Hotel di sekitar lokasi SBMPTN Penuh


Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan diselenggarakan pada tanggal 31 Mei 2016. Lokasinya terbagi menjadi empat wilayah. Salah satu lokasi wilayah 3 adalah di Banjarmasin. Lokasi ini menjadi tempat ujian bagi para siswa-siswi SMA dan sederajat yang berada di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Ada yang menempuhnya dalam waktu beberapa menit sampai 13 jam, bergantung lokasinya. 

Bagi yang datang dari jauh, mereka memerlukan penginapan. Bagi yang ujian di Universitas Lambung Mangkurat Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Banjarmasin bisa menginap di hotel-hotel yang ada di dekat kampus tersebut seperti:
Untuk hotel terdekat yaitu Hotel Edotel, sudah penuh. Sedangkan hotel-hotel yang lain, masih ada tempat untuk menginap.

Hilangnya Unsur "Religius" Dalam Misi (Mengkritisi Visi dan Misi Gubernur Kalteng 2016-2021)

Sugianto Sabran (kiri) dan Habib H. Said Ismail

Bila melihat di dalam Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah yang baru maka kita hampir tidak menemukan adanya unsur "Religius" sebagaimana yang diinginkan dalam visinya yaitu: 

"Kalteng Maju, Mandiri dan Adil untuk Kesejahteraan Segenap Masyarakat Menuju Kalteng Berkah (Bermartabat, Religius, Kuat, Amanah dan Harmonis)"

Namun hal itu dapat diatasi dengan cara yang sangat sederhana yaitu dengan memilih orang-orang yang religius yang mengemban amanah tersebut, sehingga apapun program yang dijalankan akan memiliki nuansa religius. Siapakah mereka? Kita bisa mencontoh sosok-sosok berikut ini:
  • Sosok Thalut yang memiliki karakteristik ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa
  • Sosok Yusuf yang memiliki karakteristik pandai menjaga dan berpengetahuan
  • Sosok Musa yang memiliki karakteristik kuat dan dapat dipercaya
Karakteristik tambahan dari sosok yang religius adalah orang-orang yang diberikan hikmah kepada mereka yaitu orang-orang yang melaksanakan apa yang diketahuinya. Karena banyak orang yang mengetahui sesuatu, tetapi dia tidak melaksanakan apa yang dia ketahui.

Kamis, 26 Mei 2016

Visi dan Misi Sugianto Sabran - Habib H. Said Ismail


Visi dan Misi saat kampanye

VISI
Kalteng Maju, Mandiri dan Adil untuk Kesejahteraan Segenap Masyarakat Menuju Kalteng Berkah (Bermartabat, Religius, Kuat, Amanah dan Harmonis)

MISI

Pemantapan Tata Ruang Wilayah

  • Membangun wilayah berbasis zona pengembangan sesuai dengan lokal masing-masing wilayah
  • Mengintegrasikan peran serta perguruan tinggi, masyarakat lokal dan sektor swasta dalam pembangunan tata wilayah
  • Mempercepat proyek normalisasi kondisi DAS/DAK di wilayah Kabupaten/Kota yang memiliki sungai.
  • Mempertimbangkan fungsi sungai sebagai pusat transportasi alternatif, aset wisata, sumber pengairan, pertanian dan lumbung perikanan
Pengelolaan Infrastruktur
  • Jalan dan Jembatan
  • Jalan Kereta Api
  • Pelabuhan Udara
  • Pelabuhan Laut, Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan
  • Kelistrikan
Pengelolaan Sumber Daya Air, Pesisir dan Pantai
  • Pengembangan sistem jaringan pengelolaan sumber daya air: wilayah sungai, danau, daerah irigasi, daerah rawa dan daerah tambak, sekaligus pengamanan pantai, Instalasi Pengelolaan Air Minum (IPAM), pengendalian banjir dan longsoran tebing dan lainnya.
  • Fasilitas sarana dan prasarana, akses permodalan dan pasar teknologi nelayan.
  • Stasiun pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk nelayan
Pengendalian Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Penanggulangan Kemiskinan
  • Pengendalian inflasi
  • Pertumbuhan ekonomi
  • Penanggulangan kemiskinan
Peningkatan Perekonomian Masyarakat Menuju Kalteng Berkah
  • Membuka lapangan kerja dan kesempatan berkarya, baik di instansi pemerintah maupun swasta
  • Menurunkan harga kebutuhan bahan pokok (pangan, sandang, dan perumahan)
  • Gerakan fasilitator desa yang berbasis pengembangan ekonomi karyatif pada lokal-lokal tertentu atau komunitas-komunitas tertentu.
  • Gerakan sejuta paket bibit pertanian, peternakan, perkebunan, dan bibit tanaman hutan.
  • Mendukung dan mempercepat izin usaha ekonomi menengah ke bawah
  • Penguatan berbagai produk lokal salah satunya dengan mengusung program "cinta produk lokal"
Tata Kelola Pemerintahan
  • Mempersiapkan SDM Aparatur Pelaksana Pemerintahan yang Profesional dan Antikorupsi
  • Penempatan personalia berdasarkan kapasitas dan kompetensinya.
  • Mendukung pemekaran wilayah sesuai ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku.
Pendidikan, Kesehatan dan Sosial Budaya

Pendidikan
  • Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan
  • Mengoptimalkan manajemen pendidikan dengan akhir kelulusan yang memiliki daya saing tinggi
  • Peningkatan kualitas dosen / guru pada semua jenjang pendidikan
  • Pengiriman mahasiswa berprestasi ke luar negeri
  • Revitalisasi kegiatan olahraga, seni budaya dan pembinaan generasi muda
Kesehatan
  • Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana termasuk peningkatan kualifikasi rumah sakit yang ada di Kalteng
  • Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan pemberantasan narkoba
  • Peningkatan kualitas dokter dan paramedis
Sosial Budaya
  • Harmonisasi kehidupan sosial masyarakat
  • Memantapkan keberadaan masyarakat adat Dayak dan kearifan lokal dalam filosofi Huma Betang.
  • Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana serta tujuan wisata di Kalteng
  • Pengembangan objek-objek pariwisata
  • Membuka pendidikan kepariwisataan untuk penyediaan tenaga pelayanan kepariwisataan
Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam
  • Pelaksanaan legislasi kepemilikan lahan melalui sertifikasi lahan bagi kelompok tana DAyak Misik
  • Pengelolaan pengendalian kebakaran hutan secara sistematis
  • Pengelolaan SDA secara berhati-hati dan berkelanjutan
  • Melakukan reboisasi dan rehabilitasi lahan dan hutan
  • Penyediaan lahan yang cukup untuk pertanian tanaman pangan
  • Rehabilitasi dan revitalisasi kawasan pengembangan lahan gambut 1 juta hektar
Pengelolaan Pendapatan
  • Mendorong dan mengupayakan kerja sama dengan pihak perguruan tinggi negeri dan swasta untuk menciptakan sumber-sumber pendapatan daerah
  • Mengupayakan peningkatan volume APBD setiap tahunnya
  • Peningkatan kompetensi SDM pengelola
  • Melibat Perusahaan Daerah dalam pengelolahan proyek-proyek strategis.
Sumber: Kalteng Pos 26 Mei 2016

Katarak - ringkasan dari UpToDate

Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan buta sebagian atau total. Lima puluh persen kebutaan diseluruh dunia diperkirakan disebabkan oleh katarak.

Faktor-faktor risiko katarak meliputi usia yang lebih tua, merokok, gaya hidup tidak sehat, konsumsi alkohol, paparan sinar matahari, pendidikan rendah, diabetes melitus, dan inhalasi kortikosteroid dosis tinggi dan sistemik.

Pembentukan katarak biasanya pada kedua mata dan pasien datang dengan keluhan kesulitan mengemudi malam hari, sulit membaca rambu-rambu lalu lintas, sulit membaca tulisan yang kecil. Hal ini seringkali menambah mata minusnya.

Katarak harus diduga pada setiap pasien yang mengeluh penurunan progresif dari penglihatan yang tidak disertai dengan rasa nyeri. Sebagian besar kasus katarak terjadi pada pasien berusia diatas 60 tahun atau individu yang lebih muda yang memiliki faktor-faktor risiko. Diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan mata yang menyeluruh; pemeriksaan fundus dengan dilatasi harus dilakukan untuk menyingkirkan kelainan lain yang dapat menurunkan penglihatan.

Operasi katarak adalah prosedur berisiko rendah. Evaluasi sebelum operasi yang berlebihan tidak diindikasikan, tetapi tekanan darah harus dikendalikan pada pasien hipertensi; profilaksis endokarditis tidak perlu. Karena risiko perdarahan rendah, aspirin atau antikoagulan dapat diteruskan pada sebagian besar pasien. 
Keputusan untuk melanjutkan atau tidak melanjutkan obat-obatan ini harus dibuat sesudah diskusi dengan dokter spesialis mata yang melakukan operasi.

Sindrom pembengkakan iris saat operasi (Intraoperative floppy iris syndrome – IFIS) ditemukan pada pasien yang diobati dengan alfa-antagonis; penting bagi spesialis mata untuk waspada bila pasien mengkonsumsi alfa bloker karena protokol pembedahan khusus dapat digunakan untuk mengurangi resiko terhadap IFIS.

Pembedahan diindikasikan bila gejala katarak mengganggu kemampuan seseorang untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari. Pembedahan biasanya dilakukan pada pasien rawat jalan dengan anestesi lokal dengan sedasi yang diawasi.

Pembedahan dengan insisi kecil, melibatkan „phacoemulsification“ lensa dan menanamkan lensa intraokuler sintetis, merupakan teknis yang paling sering digunakan untuk operasi katarak di negara-negara maju.

Pengeluaran kapsul luar katarak (Extracapsular cataract extraction – ECCE) termasuk berbagai jenis operasi katarak insisi kecil secara manual dapat dilakukan sesuai dengan kebiasaan spesialis mata atau berdasarkan pada sumber daya yang tersedia di negara berkembang. Pengeluaran kapsul dalam katarak biasanya tidak memungkinkan untuk penempatan lensa intraokuler (IOL) dan memerlukan koreksi kacamata aphakia; hal ini biasanya hanya dilakukan di negara berkembang dan hanya bila tidak ada pilihan penempatan IOL.

Pasien biasanya dilihat pada hari pertama paska operasi, kemudian satu minggu dan satu bulan sesudah pembedahan. Sebagian besar spesialis mata menyarankan pengurangan aktivitas fisik beberapa hari sampai beberapa minggu, meskipun saran ini kurang berdasar. Resep akhir untuk kacamata diputuskan satu sampai tiga bulan kemudian.

Komplikasi yang jarang terjadi meliputi endoftalmitis, salah posisi / dislokasi lensa, udem makula kistoid, dan terlepasnya retina. Ada hubungan antara operasi katarak dan degenerasi makula terkait umur, tetapi hubungan sebab akibat tidak diketahui.

Masukan dari Dr. Marudut, B.Sc, MPS

Suasana penutupan Pelatihan HACCP
Pada hari Rabu, 25 Mei 2016, saat penutupan Pelatihan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) yang dilaksanakan di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, Dr. Marudut, B.Sc, MPS dari Poltekkes Kesehatan Jakarta II menyampaikan beberapa masukan kepada pihak rumah sakit. Beliau menyarankan agar pihak Instalasi Gizi untuk menerapkan monitoring organoleptik terhadap terhadap menu yang akan disajikan kepada pasien rumah sakit. Untuk masukan berikutnya, silahkan simak video dibawah ini: