Rabu, 18 Januari 2017

Pisah sambut direktur rumah sakit

Pada hari Rabu, 18 Januari 2017 bertempat di Gazebo RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan acara Pisah Sambut direktur lama, dr. Bawa Budi Raharja, MM dan Plt. Direktur, dr. Agus Waluyo, MM.

Selain pisah sambut direktur ada juga perpisahan dengan Kabid Keperawatan, Siter Sandan, S.Kep; perawat primer ruang Kenanga, Ns. Hikmayanti S.Kep; dan dokter spesialis mata, dr. Bobby, Sp.M.

Dalam sambutannya Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Raison, SKM mengharapkan agar ada koordinasi lebih lanjut dengan rumah sakit, terkait masalah laporan-laporan. Beliau berharap agar akreditasi yang sudah diraih dapat dipertahankan.


Selasa, 17 Januari 2017

RSUD Kapuas terima sertifikat kelulusan akreditasi

dr. Agus Waluyo, MM (tengah) menerima sertifikat dari dr. Sutoto, M.Kes (Courtesy of Solestyanto)
Pada hari Senin, 16 Januari 2017 bertempat di Hotel J.S. Luwansa, pelaksana tugas direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dr. Agus Waluyo, MM menerima sertifikat kelulusan akreditasi dari Ketua Eksekutif Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), dr. Sutoto, M.Kes. Penyerahan sertifikat tersebut bersamaan dengan kegiatan Ulang Tahun ke-3 Perkumpulan Komisi Akreditasi Rumah Sakit yang diselenggarakan di hotel tersebut.

Sebagaimana diumumkan dalam situs resmi KARS, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas meraih akreditasi peringkat dasar (bintang dua) setelah menjalani survei pada tanggal 15-17 November 2016 yang lalu. 

Surat Al-Baqarah ayat 15-16

Oleh Nouman Ali Khan

Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 15)

Ketika orang-orang munafik mengatakan bahwa mereka mengolok-olok (ayat 14), Allah langsung membalas olok-olokan mereka (ayat 15). Allah membuat mereka tetap dalam kondisi mereka saat ini. Mereka ingin tidak patuh, Allah membiarkannya. Ini seperti seorang guru yang membiarkan anak muridnya makin nakal, kemudian dia memanggil orang tuanya dengan ancaman dia akan dikeluarkan dari sekolah karena nakalnya. Contoh lain adalah seekor anjing yang diberi tali yang panjang 100 meter. Anjing tersebut akan berlari dengan senangnya, dia akan makin kencang. Tapi ketika pada meter yang ke seratus, tiba-tiba dia tersangkut oleh tali di lehernya.

Qur'an turun selama puluhan tahun. Selama bertahun-tahun Rasulullah menyampaikan Qur'an dan Hadits secara bergantian. Tapi dengan mudah para sahabat dan kita bisa membedakan antara Qur'an dan Hadits. 

Dalam bahasa Arab "madda" dan "amadda" artinya memperluas. Orang Arab mempergunakan kedua kata tersebut secara bergantian. Dalam Qur'an, bila Allah memberikan karunia kepada manusia, Ia menggunakan "amadda". Tapi untuk yang lainnya, termasuk memberikan hukuman kepada orang-orang kafir, Allah menggunakan "madda". Ini konsisten selama 23 tahun Qur'an diturunkan kepada manusia. Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh manusia.

"Ya'mahun" artinya syok (shock) atau ragu-ragu. Mereka syok setiap kali ayat Qur'an turun. Mereka ragu-ragu untuk ikut Allah dan Rasul-Nya. Mereka menghindari kontak mata dengan Rasulullah, seperti murid yang datang terlambat di kelas, akan menghindari kontak mata dengan dosennya. 

Kata "'ammah" dengan "'amma" yang artinya buta. Jadi "ya'mahun" artinya mereka yang buta, yang tidak bisa berpikir dengan jernih. Hati mereka menjadi buta. 

Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 16)

Kata "bil huda" menunjukkan bahwa orang-orang munafik tersebut memiliki "huda" (petunjuk) dalam diri mereka, namun mereka membeli kesesatan dan sebagai alat belinya adalah "petunjuk" yang mereka miliki. 

Perniagaan mereka tidak beruntung karena tidak mungkin orang menunjukkan dirinya beriman, tapi tidak hidup dengan iman tersebut. 

Kata "ihtada" artinya berpegang kuat kepada petunjuk. Jadi terjemahan yang tepat untuk akhir ayat diatas adalah: mereka tidak termasuk orang yang berpegang kuat kepada petunjuk. 

Ayat-ayat diatas dapat digunakan untuk orang-orang munafik dan orang-orang Yahudi. 

Sabtu, 14 Januari 2017

Rambutan Bu Neltje

Sebagian buah rambutan hadiah dari Bu Neltje
Inilah enaknya saling berbagi. Ketika kami banyak buah mangga, kami membaginya kepada tetangga sebelah rumah. Nah sekarang ketika tetangga sebelah rumah banyak buah rambutan, kami juga mendapat bagian. Kami pun sering mendapat kiriman rambutan, mangga, pisang dari Pak Lider, tetangga di depan rumah. Inilah kekayaan tanah Kalimantan, berbagai tanaman buah tumbuh dengan subur di pulau ini.

Istiqamah dalam beramal


Oleh: Ustadz Suriani Jiddy, Lc

“ … dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai ….”

Minggu lalu sudah dijelaskan makna ayat „kepada-Mu lah kami menyembah dan kepada-Mu lah kami mohon pertolongan“. Sebagian ulama menjelaskan bahwa ayat ini adalah ayat tauhid, karena kita beribadah dan minta tolong hanya kepada Allah. Allah menggabungkan ibadah dan mohon pertolongan kepada-Nya. Salah satu rahasia kandungan ayat ini adalah kita tidak bisa menjalankan ibadah kepada Allah kecuali dengan pertolongan-Nya.

Ketika kita memohon kepada Allah SWT, maka pertolongan pertama yang kita minta adalah agar kita bisa beribadah kepada-Nya. Makna inilah yang terdapat dalam zikir yang kita baca dalam do’a – “Ya Allah bantulah aku untuk berzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu serta beribadah dengan baik kepada-Mu”
Dalam do’a nabi Sulaiman tersebut, beliau meminta agar bisa bersyukur kepada Allah dan mengerjakan amal saleh. Sampai kapan? Sampai meninggal.

41: 30 – Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan „Tuhan kami ialah Allah“ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan „Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu“.

Sebagian ulama mengatakan bahwa malaikat turun ketika orang ini akan meninggal. Malaikat menghibur mereka agar jangan takut dengan alam barzakh. „Sesungguhnya kubur itu adalah pintu gerbang akhirat. Barangsiapa yang selamat di kubur, apabila dia selamat dikubur, maka apa yang dia hadapi kemudian akan mudah. Barang siapa yang tidak selamat di kubur, maka apa yang dia hadapi kemudian akan lebih berat“ (Hadits).

Itulah yang disampaikan oleh malaikat dengan „jangan takut“. „Jangan sedih“ dengan apa yang kita tinggalkan di dunia, baik berupa harta, istri, anak, dan lain-lain. Ali r.a. mengajak para sahabatnya untuk ziarah kubur. Setelah membaca ziarah kubur, beliau mengucapkan „Wahai penghuni kubur, sesungguhnya harta-harta kalian sudah dibagi (kepada ahli waris), dan rumah yang kalian tinggalkan sudah dihuni penghuni yang baru, dan istri-istri kalian sudah menikah lagi. Ini informasi dari kami di dunia. Dan kami ingin dengar bagaimana informasi kalian disana. Ali menoleh kepada para sahabatnya, bila mereka bisa berbicara niscaya mereka akan berkata „Berbekallah kalian karena sebaik-baik bekal adalah takwa“.

Jangan sedih dengan pekerjaan yang belum selesai, jangan risau dengan hutang atau piutang yang ditinggalkan.

„bergembiralah kalian dengan surga yang dijanjikan kepada kalian“ – Hadits ke – 20 Nawawi – Dari Abi ‚Amri, dia berkata kepada Rasulullah katakanlah kepadaku dalam Islam suatu perkataan yang tidak akan aku tanyakan selain engkau. Rasulullah berkata: Berkatalah aku beriman kepada Allah kemudian istiqamahlah.

Makna Istiqamah

Menurut bahasa, istiqamah artinya lurus. Sedangkan menurut syariat istiqamah adalah meniti jalan lurus yaitu agama yang lurus (Islam) tanpa menyimpang ke kanan atau ke kiri. Istiqamah mencakup seluruh ketaatan, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi dan meninggalkan seluruh yang dilarang.
Imam Qadhi Iyad – Istiqamah adalah mentauhidkan Allah SWT dan beriman kepada-Nya kemudian berlaku lurus, tidak menyimpang dari tauhid, dan selalu konsisten dalam melakukan ketaatan kepada-Nya sampai meninggal dunia.

Kita berdo’a seperti do’a Nabi Yusuf : wafatkanlah aku dalam keadaan Muslim dan kumpulkanlah aku bersama orang-orang yang saleh. Do’a lain: Ya Allah janganlah engkau gelincirkan kami sesudah engkau beri petunjuk.

Jalan Istiqamah

Pertama, menuntut ilmu. Dalam majelis ilmu kita dengan firman Allah, hadits Rasulullah, nasehat para ulama. „Tidak ada satu amal ibadah pun di zaman ini yang lebih utama daripada menuntut dan menyebarluaskan ilmu“ (Syaikh Muhammad Hassan).

„Sebaik-baik kamu adalah orang-orang yang belajar Qur’an dan mengajarkannya.“ (Hadits)
Wasiat Abu Darda‘ – jadilah engkau orang yang berilmu atau orang yang senantiasa menuntut ilmu atau sekedar mendengarkan ilmu, jangan menjadi yang keempat, maka engkau akan binasa.
Kalau ilmu tidak masuk, maka cahaya tidak masuk, kita akan binasa.
Nasehat Imam Syafi’i – wahai saudaraku, kamu tidak akan bisa mendapatkan ilmu kecuali dengan enam perkara:

(1) cerdas – setiap orang yang dilahirkan normal adalah cerdas. Anak yang tidak mengerti kalau diberi penjelasan tidak bodoh. Yang bodoh adalah gurunya. Bisa jadi sang anak tidak suka dengan pelajaran / penjelasan tersebut. Dalam Islam itu ada dua yaitu yang hukum mempelajarinya fardhu ‚ain dan fardhu kifayah. Untuk ilmu-ilmu fardhu kifayah, tidak perlu semuanya dipaksakan kepada anak untuk mempelajarinya. Ketika mereka tidak suka, maka kita bilang tidak pintar.

(2) serakah, tidak merasa puas dengan yang ada. Dalam konteks ilmu, hal ini terpuji.

(3) senantiasa menyertai ilmu. Hal ini dilakukan oleh Abu Hurairah. Beliau banyak meriwayatkan dari Rasulullah karena senantiasa menyertai Nabi. Ini adalah batas minimal.

Definisi Ilmu

Imam Al Auza’i – ilmu itu adalah apa-apa yang dibawa oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW, jika tidak demikian maka tidak dinamakan ilmu.

Imam Muhammad At Tamimi – ilmu itu adalah mengenal Allah, Nabi dan Islam. Pengetahuan yang mengarah kepada ketiga hal ini maka dia adalah ilmu. Ketika ini tidak diarahkan kepada ketiganya, tidak ada pahalanya.

35: 28 – sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.
Dr. Yusuf Qardhawi – rasa takut adalah buah ma’rifat, barangsiapa yang ma’rifat kepada Allah maka dia akan takut kepada-Nya. Sebaliknya, orang yang tidak ma’rifat kepada Allah, dia tidak akan merasa takut kepada-Nya. Seperti anak kecil yang memegang api, hingga ia terbakar, sebabnya ia tidak mengenal apa itu api.

Keutamaan menuntut ilmu – barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Dia akan memberikan kepadanya Fikih dalam agama.

Do’a sesama makhluk – Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya serta semua makhluk di alngit dan di bumi, sampai semut dalam lubangna dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan ilmu …

Cara kedua agar bisa istiqamah Meneladani Manusia Terbaik

1: 6-7 – „tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka..“

4: 69 – dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu Nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang saleh, dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.


Mereka dibagi dua : Nabi dan bukan Nabi. Imam Syafi’i mengatakan bahwa orang-orang yang terdepan dari kalangan shiddiqin, syuhada dan shalihin adalah para sahabat. Sebaik-baik manusia adalah „generasiku“ kemudian sesudah mereka, kemudian sesudah mereka.