Senin, 05 Desember 2016

Bakti Sosial IDI Cabang Kapuas di Tambak Bajai

Tempat pemeriksaan IVA
 Pada hari Minggu, 4 Desember 2016 bertempat di SD Negeri 1 Tambak Bajai, Kecamatan Dadahup dilaksanakan kegiatan bakti sosial. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kapuas bekerja sama dengan dinas kesehatan, didukung oleh Dexa Medica dan PT. Guardian Pharmatama.
Lokasi Bakti Sosial di SD Negeri 1 Tambak Bajai
Kegiatan bakso ini adalah pengobatan massal, pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) dan sunatan massal. Semua kegiatan ini dilaksanakan oleh para dokter dibantu oleh perawat dari rumah sakit, Puskesmas Dadahup, Puskesmas Dadahup dan Puskesmas Pembantu Tambak Bajai.
Perawat membantu pemeriksaan awal pasien
 Dari 40 orang yang terdaftar, hanya 30 orang yang diperiksa IVA. Dari 12 orang yang terdaftar, hanya 10 orang saja yang disunat. Sedangkan jumlah yang menjalani pengobatan massal belum diketahui pasti.
dr. Hananie Taufik memeriksa pasien
Tim pendahulu (advance) sudah datang ke lokasi ini sejak hari Sabtu, 3 Desember 2016. Jadi meskipun tim kedua datang terlambat, kegiatan bakti sosial tetap bisa dimulai tepat waktu yaitu pukul 08.00 WIB.
Para dokter mempersiapkan obat-obatan
Sekitar pukul 14.00 WIB kegiatan bakti sosial berakhir. Para dokter dan perawat makan siang di rumah kepala desa. Setelah itu rombongan mulai meninggalkan Tambak Bajai.
Dokter internsip turut membantu
Perjalanan pulang kembali ditempuh dengan klotok menyeberangi Sungai Mangkatip. Setelah itu rombongan mampir dulu di Puskesmas Dadahup karena rombongan dari Puskesmas Mantangai menitipkan sepeda motor di tempat ini.
Pendaftaran pasien
Ketika sampai di Palingkau, rombongan makan malam di rumah makan yang ada di Palingkau Baru. Rombongan ini terdiri dari 9 mobil yang melakukan konvoi.



Minggu, 04 Desember 2016

Bincang-bincang dengan Bapak Budi Subroto tentang buah Jenitri

Pohon Jenitri
Setelah minum jus buah naga di Depot Es Zikri Fikri Barabai, admin mampir ke Cafe As. Kafe ini dikelola oleh Bapak Budi Subroto. Kebetulan beliau sedang tidak sibuk, sehingga kami sempat berbincang-bincang cukup panjang. Pada mulanya kami membincangkan bagaimana beliau sampai bisa tinggal di Anjir Mambulau Timur ini. Ternyata setelah selesai sekolah perawat gigi dulu di Poltekkes Banjarmasin, beliau ditempatkan di Puskesmas Anjir Serapat.

Pembicaraan kami beralih ke masih murahnya tanah yang ada di Anjir Serapat, bahkan sudah ada dokter yang memiliki kebun di daerah sekitar tempat tinggal beliau. Ketika berbicara masalah kebun, beliau menyinggung pohon jenitri yang beliau sebut buahnya sebagai "buah berlian". Admin menjadi penasaran dan minta ditunjukkan bentuk pohon dan buahnya. Pohon tersebut tumbuh di belakang rumah beliau. Beliau membawa bibitnya dari Jawa. Hanya dua buah saja bibit yang sempat dibawa, namun satu bibit hanya tumbuh kecil, sedangkan bibit yang lain tumbuh menjadi pohon yang besar (gambar diatas).
Biji Jenitri
Setelah itu beliau menunjukkan buah jenitri yang sudah dikupas dagingnya sehingga tinggal bijinya. Bila merujuk ke artike tentang buah jenitri, biji jenitri yang dimiliki oleh Bapak Budi Subroto ini termasuk jenis yang biasa karena "mukhi-nya" kurang dari delapan. Makin banyak "mukhi-nya" makin mahal harganya.
Teh hangat di Cafe As
Pembicaraan kami beralih ke masalah Cafe As. Beliau mengelola kafe ini pelan-pelan. Saat ini saja, kafe ini sedang menjalani penambahan fasilitas sehingga tampak lebih apik. Bila ingin berkunjung bisa melihat peta dibawah ini.




Mencicipi Nugget Bayam di Pameran Jajanan Sehat

Nugget bayam di Stand Jurusan Gizi
Pada hari Minggu, 4 Desember 2016, admin menyempatkan diri untuk hadir pada Perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-52 Kampus Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banjarmasin yang bertempat di Taman Van der Pijl. Kegiatannya adalah pelayanan kesehatan dari 6 jurusan yang ada di poltekkes.
Banana Cheese di Stand Jurusan Gizi
Masing-masing jurusan memberikan pelayanan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Misalnya jurusan gizi menyediakan pelayanan:

  • Pengukuran berat badan dan tinggi badan
  • Konsultasi mengenai gizi (Gizi Lebih, Gizi Kurang, dan bagi yang ingin memiliki tubuh yang sehat serta ideal)
  • Pameran jajanan sehat

Konsultasi gizi di stand jurusan gizi
Admin sempat mencicipi Nugget Bayam yang disediakan secara gratis oleh para mahasiswa semester 3 jurusan gizi. Enak juga nugget-nya.
Stand jurusan kesehatan lingkungan
Saat mampir di stand jurusan Kesehatan Lingkungan (Kesling), admin sempat bertanya-tanya tentang sumur resapan, dan menanyakan bagaimana pembuatan sumur resapan bila ketinggian airnya hampir sama dengan permukaan tanah.
Stand jurusan keperawatan gigi
Saat melewati beberapa stand seperti stand keperawatan, stand kebidanan dan stand keperawatan gigi, banyak pengunjungnya, apalagi stand analis kesehatan yang menyediakan pemeriksaan darah secara gratis.
Mading jurusan keperawatan
 Terakhir admin berkunjung ke stand majalah dinding (mading) 3 dimensi. Masing-masing jurusan membuat masing dalam bentuk tiga dimensi. Masing-masing mading memiliki tema masing-masing.
Mading jurusan gizi
 Saat mampir ke mading jurusan gizi, rupanya mereka membuat mading dengan tema piramida makanan. Masing-masing dinding piramidanya bida dibuka. Masing-masing dinding piramida menggambarkan berbagai sumber makanan, mulai dari zat pembangun, zat pengatur, dan sumber energi.
Mading jurusan gizi dari depan
 Didalam piramid tersebut ada gambaran tentang kontinuitas pemberian zat gizi mulai dari bayi sampai ke lansia.
Bagian dalam poskesdes - mading jurusan kebidanan
Saat mampir ke mading jurusan kebidanan, mereka menggambarkan seorang bidan desa yang tidak hanya sibuk dengan persalinan, tapi juga aktif dalam berbagai kegiatan dalam masyarakat.
Bangunan poskesdes - mading jurusan kebidanan
Selain membantu persalinan di poskesdes, bidan juga memberikan konseling kepada keluarga, memberikan penyuluhan di posyandu, menempuh perjalanan yang jauh untuk membantu persalinan
Mading jurusan kebidanan dari depan
 Para mahasiswa jurusan kebidanan menulis dalam mading mereka "bukan sekedar bidan biasa".
Mading jurusan analis kesehatan
Mahasiswa jurusan analis kesehatan berusaha untuk memotret kesenjangan pelayanan laboratorium yang diberikan oleh pelayanan kesehatan di puskesmas dan jejaringnya dengan rumah sakit.
Mading jurusan keperawatan gigi
Jurusan keperawatan gigi menampilkan bagaimana pengolahan sampah habis setelah pelayanan keperawatan gigi. Mereka menonjolkan masalah penanganan limbah yang ideal, seperti penyimpanan limbah medis dalam tempat sampah yang khusus, serta proses pembuangan yang khusus juga.



Sabtu, 03 Desember 2016

Bahaya Cinta Dunia



Oleh: Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Ada dua cinta yang tidak pernah bertemu, cinta dunia dan cinta akhirat; cinta kepada Allah dan cinta kepada setan; cinta kepada Islam dan cinta kepada jahiliyah.

Diriwayatkan dari Nabi Isa a.s. beliau mengatakan: Cinta dunia merupakan pangkal dari segala kejahatan.

Daya rusak ambisi terhadap dunia

Dari Ka’ab bin Malik r.a., Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dilepas di tengah sekawanan kambing lebih merusak daripada merusaknya seseorang terhadap agamanya karena ambisinya untuk mendapatkan harta dan kedudukan.”

Ada cerita Israiliyat (selama tidak menyangkut masalah aqidah, ibadah, boleh percaya atau tidak percaya. Bila bertentangan dengan aqidah tidak boleh meyakininya): Suatu hari Nabi Isa a.s. ingin melakukan perjalanan. Salah seorang mengatakan bahwa dia ingin menyertai perjalanannya. Di perjalanan Nabi Isa a.s. memberikan uang kepada orang tadi untuk membeli tiga potong roti. Orang tersebut berpikir, kami berdua, untuk siapa roti yang ketiga. Tanpa berpikir panjang roti ketiga dimakannya. Dia serahkan dua roti ini ke Nabi Isa. Nabi Isa a.s. menanyakan roti ketiga. Orang tersebut menyatakan tidak tahu. Di jalan Nabi Isa membeli kambing. Setelah kambing dibayar, Nabi Isa berdo’a kepada Allah. Setelah berdo’a kambing tersebut tersembelih, terpanggang dan tersaji dengan sendiri. Orang yang menyertainya kaget. Nabi Isa mengatakan, demi Allah yang telah memberikan mukjizat kepada anda, siapa yang memakan roti ketiga. Dia menjawab tidak tahu. Keduanya terus berjalan, sampailah di sebuah sungai. Nabi Isa memukulkan tongkatnya ke sungai, lalu sungai tersebut terbelah, kemudian mereka menyeberang. Setelah menyeberang, orang tersebut kaget, ini luar biasa. Nabi Isa kembali bertanya, demi Allah yang telah memberi saya mukjizat, siapa yang memakan roti ketiga. Orang itu menjawab tidak tahu. Nabi Isa berjalan ke satu tempat kemudian membuat tumpukan pasir. Beliau berdo’a kepada Allah. Ketiga tumpukan pasir tersebut berubah menjadi emas. Laki-laki tersebut kaget, apa lagi ini. Nabi Isa mengatakan, ini ada tiga tumpukan emas, satu untuk aku, satu untuk engkau dan satu untuk orang yang memakan roti tadi. Nabi Isa mengatakan, kalau demikian kita berpisah. Nabi Isa melanjutkan perjalanan. Orang tadi mengkhayalkan apa yang akan dilakukannya dengan emas tersebut. Tak lama kemudian datanglah perampok yang membunuh orang tadi. Para perampok beristirahat, mereka meminta satu orang untuk mencari makanan. Di tengah perjalanan dia berpikir keras bagaimana dia menguasai emas yang sangat banyak itu. Dia akan meracuni makanan tersebut. Dua orang yang sedang menunggu akan memukul mati teman yang membeli makanan tersebut. Setelah memukul temannya, mereka makan makanan yang beracun. Akhirnya ketiganya mati. Ini adalah sebab turunnya ayat yang mengatakan: Cinta dunia merupakan pangkal dari segala kejahatan.

Imam Ibnu Qayim dalam bukunya menyebutkan beberapa alasan mengapa cinta dunia menjadi pangkal segala kejahatan:
1.       Mencintai dunia berarti mengagungkannya, padahal dunia itu hina disisi Allah. Dan termasuk dosa besar adalah mengagungkan apa yang dianggap hina di sisi Allah. Ada beberapa hadits yang menjelaskan bahwa dunia itu hina.

Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, beliau bercerita bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati pasar melalui sebagian jalan dari arah pemukiman, sementara para sahabat menyertai beliau. Lalu beliau melewati bangkai seekor kambing yang  telinganya cacat. Beliau pun mengambil kambing itu seraya memegang telinganya. Kemudian beliau berkata, „Siapakan diantara kalian yang mau membelinya dengan harga satu dihram?“. Mereka menjawab, „Kami sama sekali tidak berminat untuk memilikiknya. Aa yang bisa kami perbuat dengannya?“. Beliau kembali bertanya, „Ata mungkin kalian suka kalau ini gratis untuk kalian?“ ….. dunia lebih hina dari kambing ini.

Dunia di sisi Allah

Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir (H.R. Timidzi dan dia berkata: hadits hasan sahih)
Nabi Muhammad SAW tidak memiliki dunia. Kita tidak pernah membaca sejarah penemuan harta Muhammad SAW. Bagaimana Umar sedih melihat Rasulullah tidur di tikar yang membekas di punggung beliau.

2.       Sesungguhnya Allah melaknat dunia dan segala isinya, kecuali orang yang berbuat ketaatan kepada-Nya. Maka barangsiapa mencintai dunia, berarti ia telah mencampakkan dirinya pada laknat dan kemurkaan Allah

Dunia terlaknat

Dunia ini terlaknat (tercela) dan terlaknat segala yang ada di dalamnya, kecuali orang yang berzikir kepada Allah yang melakukan ketaatan kepada-Nya, seorang alim atau penuntut ilmu syar’I (H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah. Dinyatakan Hasan oleh Syaikh Al Albani)

3.       Manusia yang mencintai dunia telah menjadikan dunia itu sebagai tujuan hidupnya. Dan dia telah menjadikan amal yang seharusnya ditujukan karena Allah sebagai sarana untuk mendapatkan dunia. Maka orang ini telah memutarbalikkan tujuan.

Q.S. Hud, 11: 15-16
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka. Balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.

Dalam kitab Tauhid bab 37 – melakukan amal saleh untuk kepentingan dunia adalah syirik. Contoh shalat untuk mendapat kekayaan. Naik haji niatnya supaya usahanya sukses. Kandungan bab ini:
1.       Motivasi seseorang dalam amal ibadanya, yang semestinya untuk akhirat malah untuk kepentingan duniawi (termasuk syirik dan menjadikan pekerjaan itu sia-sia tidak diterima oleh Allah).

Menuntut ilmu karena dunia

Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang seharusnya ditujukan untuk mengharap wajah Allah Azza wa Jalla, dia tidak mempelajari ilmu itu melainkan untuk memperoleh harta dunia, maka dia tidak akan mendapatkan harumnya surga pada hari kiamat. (H.R. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

4.       Orang yang mencintai dunia telah membuat penghalang antara dirinya dengan apa-apa yang bermanfaat untuk dirinya di akhirat, dengan disibukkan oleh apa yang ia cintai tersebut.

Tidak ada lagi waktu untuk ibadah. Tidak ada waktu untuk menghadiri majelis ilmu. Tidak ada lagi waktu untuk silaturahmi. Allah mengatakan:

Kalian telah dilalaikan oleh at-takatsur (perlombaan mengejar dunia, siapa yang lebih banyak hartanya).

Kata Nabi: harta (dunia) yang dia usahakan, sehingga dia lupa segala-galanya, tidak akan membuatnya merasa puas. Jika hartanya sama dengan dua lembah emas, maka dia masih akan meminta lagi. Dan mulutnya tidak akan pernah penuh kecuali dengan tanah.

Menurut ulama, nafsunya tidak akan selesai kecuali dia masuk ke dalam tanah (mati).

Itulah sebabnya lanjutan ayat diatas adalah: sampai mereka masuk ke dalam kubur.

5.       Orang yang mencintai dunia akan diperbudak oleh dunia itu.

Bukan dia yang mengendalikan dunia, dunia yang akan mengendalikannya. Sampai-sampai dunia yang sebenarnya untuk dinikmati, tidak dinikmatinya.

Tahun 1960-an, Buya Hamka menceritakan ada orang kaya, punya mobil. Orang yang punya mobil ini tidak pernah pakai mobil, jalan kaki. Yang pakai mobil adalah anaknya. Dia bilang bahwa dia adalah ana orang miskin, anak saya adalah anak orang kaya.

Do’a Nabi Dawud: Ya Allah aku meminta empat perkara dan aku berlindung dari empat perkara. Empat pertama:
1.       Lisan yang senantiasa berzikir
2.       Hati yang senantiasa khusyu‘
3.       Badan yang senantiasa sabar menghadapi musibah
4.       Istri yang dapat menolongku untuk menyelesaikan masalah-masalah dunia dan akhirat

Yang tidak diminta:
1.       Anak yang nanti akan menjadi tuan bagiku (anak yang mengendalikan orang tua, anak durhaka)
2.       Harta yang susah payah kucari tapi dinikmati oleh orang lain (harta yang dicuri atau dikorupsi)
3.       Tetangga yang jahat (ada kaidah mencari kontrakan – lihat dulu tetangga sebelum mencari rumah). Kata Nabi tetangga yang jahat: kalau dia lihat kita melakukan kebaikan dia ingkari, kalau kita berbuat yang tidak baik, dia sebar luaskan.

4.       Istri yang dapat menjadikanku beruban sebelum datang masaku beruban (istri yang menjadi masalah)

Anjir Palambang ke Kuala Kapuas hampir tanpa rem

Saat menempuh perjalanan dari Anjir Palambang ke Kuala Kapuas pada hari Jum'at, 2 Desember 2016, admin hampir tidak menemui masalah di jalan. Hampir semua lubang yang ada diantara kedua tempat tersebut sudah ditutup oleh Dinas Pekerjaan Umum. Jarak sekitar 22 kilometer dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dengan kecepatan sedang. Acungan jempol patut diberikan kepada "Tukang Kapuas" yang membuat jalan ini menjadi lebih menyenangkan bagi pengendaranya.