Senin, 29 Agustus 2016

Mari gabung dengan CHIFA (Child Healthcare Information For All)


CHIFA (Child Healthcare Information For All) mengajak seluruh tenaga kesehatan di seluruh dunia untuk bersama mewujudkan visi mereka yaitu mengupayakan agar setiap petugas kesehatan, setiap orang tua, dan setiap anak memiliki akses terhadap informasi kesehatan yang berguna untuk melindungi kesehatan mereka. Untuk bergabung dapat mendaftar di alamat berikut ini:

http://www.hifa2015.org/chifa/

Jumat, 26 Agustus 2016

Nuruf Fikri Zakat Center Bangun Desa Melalui Pemberdayaan Masyarakat

Foto bersama peserta P3M dan warga ds Tanjung Pusaka di depan bangunan SD
Palangkaraya,- Sedang hangat menjadi bahan perbincangan tema tentang pembangunan desa mulai dari pembahasan dana desa, pendamping desa sampai pemberdayaan masyarakat desa oleh berbagai kalangan tidak terkecuali lembaga Amil Zakat Nurul Fikri Zakat Center Kalimantan Tengah.

Di hari ke 19 sampai dengan 21 bulan Agustus Nurul Fikri Zakat Center yang selalu respon terhadap isu kekinian bertema charity dan pemberdayaan melaksanakan kegiatan P3M atau Pelatihan Pendampingan dan Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari di aula Bapelkes Kota Palangkaraya dengan peserta dari lembaga dan komunitas sosial se-Kalteng.

Dalam sambutannya direktur Nurul Fikri Zakat Center, Elyas, S.Pi mengungkapkan bahwa diadakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap masyarakat yang memiliki potensi atau tinggal bersama potensi namun mereka tidak menyadari hal itu sehingga perlu edukasi yang suitainable melalui kegiatan pemberdayaan untuk menciptakan kemandirian.

Sebagai pemateri kegiatan workshop NF menghadirkan 3 pemateri dari lembaga Amil Zakat Harfa (Harapan Dhuafa) dari Pandeglang Banten. Bukan tanpa alasan mengundang Indah Prihanande, Muh. Mukrie dan Irfan dalam kegiatan tersebut, adalah karena keberhasilan mereka melalui lembaga Harfa dalam memberdayakan masyarakat di banyak desa menjadi masyarakat yang mandiri dan penuh kepedulian.

Di hari terakhir seluruh peserta maupun trainer kegiatan P3M bertolak menuju desa Tanjung Pusaka di kecamatan Jabiren Raya Pulang Pisau guna praktek lapangan ilmu yang didapat selama 2 hari di ruang belajar aula Bapelkes. Perjalan menggunakan mobil ditempuh selama 40 menit dilanjut dengan berjalan kaki sejauh 2 kilometer karena akses jalan yang sulit dilalui dengan kendaraan, sampai di dermaga peserta masih harus menyebrang sungai Kahayan menggunakan alat transportasi air 3 buah "klotok" dan 1 "cis". 

Di lokasi desa Tanjung Pusaka para warga sudah saling bersiap-siap menunggu kedatangan para peserta, nuansa antusiasme sangat terasa dari para warga. Kegiatan praktek ini berlangsung selama 3 jam, usai kegiatan para peserta makan bersama warga dan kembali ke Palangkaraya.

Rahmudin warga desa Tanjung Pusaka memberikan kesan dan pesan kepada Nurul Fikri Zakat Center dan peserta P3M agar harapannya tidak ada rasa jera untuk hadir menjenguk desa kecilnya itu, mereka selalu terbuka untuk siapapun yang berkunjung ke desa Pusaka baik untuk belajar maupun memberdayakan masyarakat disana.


Begitupun salah satu peserta dari Kasongan kabupaten Katingan mengungkapkan betapa "excited" nya kegiatan P3M ini dan berharap bisa segera turut serta membantu dalam memberdayakan masyarakat disekitar nya. (Adi)

Rabu, 24 Agustus 2016

Surat Al Baqarah, ayat 1-2 (lanjutan)

Oleh: Nouman Ali Khan

"Raib" adalah salah satu kata yang digunakan untuk menggambarkan "keraguan". Kata lain adalah syak, marad, dll. Realitas "raib" adalah seseorang yang memiliki gangguan / goncangan di dalam dirinya. Ada beberapa jenis keraguan: ada yang tidak mengganggu anda dan ada yang mengganggu anda (menyebabkan anda selalu memikirkannya, membuat anda tidak bisa tidur karenanya). Keraguan yang mengganggu anda disebut sebagai "raib".

"Muttaqin" berasal dari kata "wiqaya" yang artinya perlindungan (perlindungan yang berlebihan). Dicontohan seekor kuda perang yang kehilangan sepatu kudanya (yang terbuat dari besi), maka kakinya menjadi sangat sensitif. Hal tersebut membuatnya memilih jalan dengan hati-hati agar tidak melukai kakinya. Kuda yang bersikap demikian dikatakan bahwa dia menunjukkan sikap "takwa". 

Ada beberapa cara untuk melihat Q.S. Al Baqarah ayat 1-2 ini:

  1. Alif Laam Miim, Itulah kitab. Alif laam miim adalah orientasi yang membuat orang bertanya-tanya tentang apa yang diucapkan Rasulullah. Kitab adalah sesuatu yang ditulis. Tidak ada kitab yang ditulis seperti ini. Anda sekarang tidak hanya mendengar seseorang yang sedang bicara, tapi sebenarnya anda sedang mendengar orang yang berbicara dari sebuah "kitab" yang datang dari jauh. 
  2. Alif Laam Mim (mubtada), zaalikal kitaabu (khabar) - Ali laam miim, it's in fact a book. Sebagian ulama menyebut "alif laam mim" sebagai nama Qur'an. Ini menarik karena nama Qur'an ini misterius. Ada hal di dalamnya yang membuat orang rendah hati. Betapapun banyaknya kita belajar, pada akhirnya kita juga tidak mengetahui segala sesuatu. Kelemahan manusia digambarkan Allah dalam ayat berikut ini, "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." (Q.S. An Nahl, 16: 78). Ini juga berarti bahwa kita sampai sekarang juga tidak mengetahui apapun. 
  3. Alif laam miim, itu adalah buku yang ditunggu oleh manusia. Ayat ini diturunkan di Madinah yang dihuni oleh orang Yahudi dan Kristen. Mereka memiliki beberapa indikasi bahwa "kitab terakhir" akan turun, mereka menantinya. Ketika Rasulullah membacakan Alif Laam Miim, mereka tahu bahwa pasti ada yang mengajarkannya. Allah menjawab penantian mereka. Ayat berikutnya mengatakan bahwa "tidak ada keraguan di dalamnya". Jadi ini adalah kitab yang mereka nanti-nantikan. Ibnu 'Asyur mengatakan bahwa itu adalah kitab yang sudah dijanjikan sebelumnya. Kitab yang sudah mereka antisipasi kedatangannya. Ahli kitab biasa mengatakan bahwa kalau nabi akhir zaman sudah diturunkan kepada mereka bersama dengan kitabnya, maka mereka akan mendapatkan kemenangan terhadap orang-orang Quraisy. 
Dua prinsip yang menentukan hubungan kita dengan Qur'an
  1. "La raiba fiihi - tidak ada keraguan didalamnya. Bagaimana kita bisa yakin bahwa ini adalah Kitab Allah, karena semua agama mengatakan bahwa kitab mereka adalah Kitab dari Tuhan. Pengikut Musa yakin dengan kenabiannya ketika mereka melihat bagaimana tongkat bisa membelah lautan. Keraguan bisa disingkirkan ketika melihat mu'jizat. Pengikut Isa yakin ketika beliau menjadikan burung yang terbuat dari tanah menjadi burung. Mu'jizat yang bisa dilihat oleh mata, setelah satu generasi, hanya akan menjadi "cerita". Qur'an bukan untuk mata, tapi untuk telinga. Tidak untuk setiap telinga. Semua orang yang melihat mu'jizat akan percaya bahwa itu adalah keajaiban. Tapi tidak semua orang yang baca Qur'an akan tahu bahwa itu adalah mu'jizat, bahkan ada yang makin membencinya. Satu-satunya cara untuk bisa mengetahui Qur'an adalah mu'jizah yaitu dengan jalan menggali di dalamnya, melakukan perenungan terhadap ayat-ayatnya, setelah melakukannya, barulah kita akan tahu bahwa ini adalah kitab dari Allah. Kalau kita hanya melihatnya sekilas, kita tidak akan mendapatkan apa-apa.  Ada seseorang yang mengambil diploma dalam filosofi, dia berusaha untuk mengalahkan Qur'an dengan konsep filosofi. Tapi setelah dua tahun berusaha mendebat Qur'an, akhirnya dia menyadari bahwa ini adalah kitab dari Allah. Allah berfirman,  Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (Q.S. An-Nisaa, 4: 82)
  2. "Hudan lil muttaqin" - petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. "hudan" artinya petunjuk bagi orang yang tersesat. "Hidayah" dalam bahasa Arab berasal dari kata yang mirip dengan "hadya" yang artinya hadiah. Bagi orang yang tersesat di padang pasir, "hadiah" terbaik yang bisa diberikan kepada mereka adalah "petunjuk". Kita selalu mencari petunjuk, sebagaimana kebutuhan kita terhadap air. Dalam Qur'an, Allah menggambarkan "petunjuk" itu dengan "air". Setiap beberapa jam kita memerlukan air. Setiap beberapa jam kita memenuhi kebutuhan hati kita akan petunjuk dengan do'a "ihdinash shiraathal mustaqim" (tunjukilah kami jalan yang lurus). 
Kalau ada generasi muda yang tidak mendapat petunjuk dari Qur'an, berarti masih ada keraguan terhadap Qur'an di  hatinya. 

"La raiba fiihi hudal lil muttaqin" - jika anda ingin menyelamatkan diri sendiri, tidak mungkin Allah tidak akan memberikan anda petunjuk (minuman). 

"Hudal lil muttaqin" - petunjuk dalam ayat ini bukan bersifat potensial, tapi secara aktif memberikan petunjuk kepada orang-orang yang bertakwa. Jadi kalau anda ada masalah, kemudian anda membuka Al-Qur'an, maka anda akan mendapatkan petunjuk untuk memecahkan masalah tersebut. Hanya anda yang akan bisa merasakan Al-Qur'an tersebut sebagai mu'jizat.

Diterjemahkan dari Muslim Central

Penerimaan Pegawai Yayasan Islam Al-Amin Kapuas



Daftar online melalui formulir berikut ini:

Selasa, 23 Agustus 2016

drg. Nurcahaya Sitanggang masuk 10 besar tenaga kesehatan teladan puskesmas tingkat nasional tahun 2016

drg. Nurcahaya Sitanggang, MM (berdiri - kelima dari kanan)
Setelah meraih peringkat pertama Dokter Puskesmas Teladan Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2016, drg. Nurcahaya Sitanggang, MM mendapat kehormatan masuk ke dalam 10 besar tenaga kesehatan teladan puskesmas tingkat nasional tahun 2016. Beliau menghadiri pidato kenegaraan presiden Jokowi di Gedung MPR-RI dan menghadiri penganugerahan dan anjangsana di kementerian kesehatan RI.
drg. Nurcahaya Sitanggang (berdiri - kelima dari kiri)
drg. Nurcahaya Sitanggang, MM adalah pimpinan Puskesmas Sei Tatas, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas.
Di Gedung DPR-MPR dengarkan pidato presiden