Ketersediaan Darah di UTD-RS

Stok darah per 10 Oktober 2014:

A = 3; B = 9, O = 6, AB = 3

Sumber: Debi (UTD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo)

Rabu, 29 Oktober 2014

Ular Tangga Buatan Ani

Saat menunggu dimulainya rapat di SDIT Al-Amin Kapuas, penulis menyaksikan dua orang anak SD sedang asyik main ular tangga. Mereka menggunakan ular tangga yang dibuat dari buku tulisnya Ani Syifa Sa'adah, murid kelas 2. Mereka menggunakan rautan sebagai bidaknya. Mereka sangat asyik menikmati permainan tersebut. Mereka berkali-kali mengulang permainan tersebut sampai bosan. Mereka bermain meskipun di dekat mereka teman-teman yang lain lalu lalang.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

SMK Farmasi Al-Amin Mulai Dibangun

Pembangunan SMK Farmasi Al-Amin Kapuas
Menurut keterangan kepala sekolah SMK Farmasi Al-Amin Kapuas, Sugeng Sukriyanto, S.Pd.I, sejak tanggal 3 Oktober 2014 yang lalu dana pembangunan sebesar 700 juta rupiah sudah diterima di rekening SMK. Pihak SMK baru mengetahui masuknya dana tersebut pada tanggal 9 Oktober 2014. Pada tanggal 10 Oktober 2014 langsung diselenggarakan rapat untuk persiapan pembangunan tersebut. Mulai tanggal 16 Oktober 2014 pembangunan dimulai. Pembangunan ini diharapkan selesai dalam waktu 180 hari (6 bulan) dan 60 hari (2 bulan) pemeliharaan. Bangunan ini terdiri dari empat ruangan, tiga ruang kelas dan satu ruang praktek.

Selasa, 28 Oktober 2014

RSUD Ansari Saleh akan Mengalahkan Ulin

Komentar diatas diucapkan oleh salah seorang pengunjung RSUD Ansari Saleh saat penulis melihat-lihat maket rumah sakit yang baru. Bangunan baru akan memiliki ruang rawat inap dan VIP yang bertingkat. Begitu juga dengan ruangan-ruangan lainnya.

Saat ini RSUD Ansari Saleh memiliki 240 tempat tidur, dengan 21 dokter spesialis dan 35 dokter umum. Tingkat huniannya sangat tinggi (lebih dari 80 persen). Rujukan dari Kapuas sering ditolak karena ruang perawatannya penuh.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 26 Oktober 2014

Pawai 1 Muharam 1436 H

Tim Pawai Muharam SMAN 1 Kuala Kapuas
Pada hari Sabtu, 25 Oktober 2014 bertepatan dengan 1 Muharam 1436 H, Panitia Hari-hari Besar Islam (PHBI) menyelenggarakan kegiatan Pawai. Pawai ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat mulai dari TK sampai perguruan tinggi dan masyarakat umum. Pawai dimulai dari rumah jabatan Bupati Kapuas dan diakhiri di Lapangan Bukit Ngalangkang. Peserta dibagi menjadi beberapa kategori dan untuk masing-masing kategori panitia menyediakan hadiah. 

Jumat, 24 Oktober 2014

Video Peserta Kapuas "Excluded" Dari International Quran Recitation Competition 2014

Video diatas tidak dinilai oleh juri International Quran Recitation Competition 2014 karena tidak memenuhi syarat kejelasan dalam aspek suara. Memang dalam penilaian juri dalam tahap sebelumnya, peserta diharapkan untuk meninggikan suara saat memulai pembacaan Quran, namun kekurangan ini terulang kembali. Nampaknya juri dalam tahap ketiga ini lebih tegas dalam menerapkan aturan. Selain itu peserta juga disarankan untuk menggunakan mikrofon agar suaranya jelas terdengar. Saran ini juga tidak dilakukan dalam video diatas. Memang pihak panitia sudah menyampaikan dalam email mereka bahwa persiapan untuk mengikuti lomba ini cukup menyita waktu dan biaya.

Kesulitan Menggunakan "Google Classroom"

Beranda "Google Classroom" milik Akper Pemkab Kapuas
Beberapa bulan yang lalu, Google meluncurkan "Google Classrom". Tempat ini merupakan wadah bagi para guru untuk meletakkan berbagai macam hal yang berhubungan dengan pelajaran yang mereka berikan. Sarana ini menyediakan tempat bagi guru untuk memberikan penguman dan tugas kepada para muridnya. Kemudian guru juga dapat berkomunikasi dengan siswa melalui email mereka yang sudah terdaftar di kelas tersebut. Para murid pun juga bisa memberikan komentar di kelas tersebut.

Dalam ruang kelas, guru dapat menambahkan materi dalam bentuk file yang berasal dari komputer atau dari Google Drive. Selain itu guru juga dapat menambahkan video dari YouTube dan berbagai tautan dari internet.

Namun sayangnya keberadaan Google Classroom ini kurang bisa dimanfaatkan secara maksimal karena terbatasnya akses siswa / mahasiswa terhadap internet. Selain itu langkah-langkah untuk bergabung dalam kelas ini dinilai cukup rumit oleh para siswa / mahasiswa. 

Kamis, 23 Oktober 2014

Mulai 1 November 2014 Warga Miskin Yang Tidak Punya BPJS Kesehatan Dianggap Pasien Umum

Terhitung tanggal 1 November 2014 waktu pengurusan kartu BPJS Kesehatan adalah 7 hari. Hal ini membuat warga miskin yang mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan saat sakit, tidak akan bisa ditanggung oleh asuransi. Selama ini setiap warga miskin yang sakit langsung didaftarkan ke BPJS Kesehatan dan langsung ditanggung oleh asuransi. Dengan ketentuan baru ini setiap warga miskin yang masuk RS tanpa kartu BPJS Kesehatan akan dianggap pasien umum.

Ketentuan ini secara tidak langsung meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk mengasuransikan masyarakat miskin yang masih belum ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kondisi ini merupakan kemunduran bagi masyarakat Kapuas. Pada periode pemerintahan sebelumnya masyarakat miskin yang tidak tercakup dalam Jamkesmas ditanggung dalam Jamkesda.

Selasa, 21 Oktober 2014

Studi Banding Persiapan Penyusunan Raperda Kawasan Tanpa Rokok

Bapak Apendi, SKM (sedang memegang mikrofon) sedang menyampaikan sambutan
Pada hari Senin-Rabu, 20-22 Oktober 2014 rombongan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas bersama dengan Bagian Hukum Setda Kabupaten Kapuas melakukan studi banding persiapan penyusunan rancangan peraturan daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kotamadya Bogor. Bogor di pilih sebagai tempat studi banding karena sudah menerapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok dan juga sudah menerapkan sangsi bagi yang melanggar peraturan daerah tersebut.

Selain mendengarkan presentasi dari tuan rumah, rombongan dari Kapuas juga melakukan peninjauan ke lapangan langsung untuk melihat penerapan peraturan ini. Rombongan berkesimpulan bahwa untuk menerapkan peraturan ini diperlukan adanya konsistensi dari semua pihak terkait agar peraturan ini bisa berjalan dengan baik.

Persyaratan Tambahan Menjadi Peserta JKN BPJS Kesehatan


  1. Masyarakat wajib mendaftarkan diri dan anggota keluarganya sesuai data keluarga yang tercantum pada kartu keluarga
  2. Memiliki NIK sebagaimana tercantum pada KTP elektronik atau Kartu Keluarga
  3. Menunjukkan KTP elektronik atau Kartu Keluarga Asli
  4. Memiliki nomor rekening di bank yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan
  5. Memiliki nomor telepon dan/atau alamat email
  6. Mengikuti ketentuan yang ada pada Peraturan BPJS Kesehatan mengenai penundaan pemanfaatan pelayanan kesehatan selama 7 hari sejak peserta mendaftar dan membayar iuran pertama kali.
Pemberlakuan ketentuan diatas terhitung mulai 1 November 2014.

Sumber: BPJS Kesehatan, Kantor Wilayah Kalimantan Tengah

Senin, 20 Oktober 2014

MTsN Selat Kedatangan Tim Penilai LSS Tingkat Propinsi Kalteng


Kuala Kapuas (Inmas). MTsN Selat Kuala sebagai sekolah yang mewakili Kabupaten Kapuas dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Propinsi Kalimantan Tengah kedatangan tim Penilai LSS untuk kategori SMP/MTs Senin (20/10). Tim penilai yang berjumlah  sepuluh  orang  saat memasuki halaman madrasah disambut dengan pengalungan bunga kepada Ketua Tim Elmi Riawati, M.Pd.K diiringi  lantunan sholawat Nabi dengan iringan alat musik terbang yang dibawakan oleh group Habsy.

Dalam kegiatan penilaian ini tampak hadir Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Prop Kalteng Drs. H. Mahli, M.PdI sebagai anggota tim,  Kepala Bagian  Kesra Sekda Kapuas Drs. H. Darwis, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kapuas Drs. H. Asy’ari serta Tim Pembina UKS Kabupaten Kapuas dan Kecamatan Selat yang beranggotakan dari unsur SKPD.

Setelah itu saat tim penilai  akan memasuki ruang utama, dilakukan pengguntingan pita oleh Ketua tim selanjutnya sebagai ungkapan rasa syukur dan  hormat kepada para penilai yang sedang mengemban tugas serta rombongan lainnya, mereka disuguhi tarian daerah penyambutan, yang dibawakan oleh peserta didik madrasah ini.

Kedatangan tim penilai  bertujuan untuk melakukan  penilaian dimadrasah  tersebut, dalam ajang LSS tingkat Propinsi Kalteng tahun 2014.

Dalam sambutannya  Kepala MTsN Selat mengucapkan selamat datang kepada seluruh tim penilai dan rombongan lainnya. Dirinya juga mempersilahkan tim penilai untuk melakukan penilaian terhadap usaha dan kerja keras  seluruh komponen mulai  dari tata usaha, guru serta peserta didik dalam rangka menciptakan madrasah sehat sesuai standar yang ditentukan.

“Selamat datang di MTsN Selat,  kami semua telah berusaha  dan bekerja maksimal  guna menciptakan lingkungan madrasah yang sehat,” kata Sriyadi.

Kepala Madrasah  yang selalu menanamkan motto untuk berfikir maju, bertindak nyata, berhasil bersama,  bertekad agar  usaha mewujudkan madrasah sehat, tidak hanya sampai tahap perlombaan  saja tetapi akan diteruskan dalam proses kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Selanjutnya semua tim penilai melakukan penilaian keseluruh lokasi yang menjadi sasaran  penilaian. (andg)