Ketersediaan Darah di UTD-RS

Stok darah per 24 Agustus 2014:

A = 7; B = 12, O = 1, AB = 3

Sumber: Debi (UTD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo)

Kamis, 13 Oktober 2011

Potensi Komoditas Zircon (Pasir Puya) yang melimpah di Sungai Muroi

Kemilau Hasil Olahan Zircon
Sungguh anugerah luar biasa yang diberikan di tanah Kalimantan, berbagai hasil tambang melimpah disini, mulai dari batu bara, emas, intan, minyak bumi, gas alam dll. Salah satu potensi tambang mineral yang masih "misterius" adalah tambang zircon / pasir puya, komoditas zircon dimanfaatkan negara-negara industri untuk bahan-bahan tahan panas, tahan gores, pelabur keramik, pelapis jam, permata, pelapis accu dan kristal. Zircon asal Indonesia banyak diekspor ke China. 
Potensi yang sudah terlihat nyata terutama di daerah aliran sungai muroi kapuas sepertinya belum dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarkat setempat dan menambah PAD kapuas yang masih minim sekali. Padahal usaha tambang telah dilakukan dimana - mana sepanjang aliran sungai muroi, dan anehnya mengapa belum ada pembinaan. Ratusan unit penambang tradisional telah beroperasi untuk mengambil hasil alam ini, tapi mereka hanya menikmati sedikit dari kemilau zircon ini, banyak "pengusaha asing" yang masuk dan mengambil peluang ini. 
Pengusaha ekspor zircon dari Bangka Belitung kini banyak yang menoleh ke Kalimantan, setelah tahu potensi pertambangan zircon Kalimantan cukup besar dan lebih menjanjikan. Perusahaanya hanya mampu mengekspor 600 ton zircon/tahun, padahal satu perusahaan lainnya yang beroperasi di Kalimantan sanggup mengekspor 3.000 ton lebih setiap minggu.Sungguh potensi yang sangat melimpah, harga zircon terakhir antara Rp.4500 - Rp.15.000, namun harga komoditi ekspor ini yang pasti masih misterius. Kata penambang dari Kalimantan Barat, pernah mencapai Rp.100.000,' / kg...!!!! Tapi kenapa di tingkat penambang hanya berkisar harga yang saya sebutkan di awal tadi.
Seandainya dinas terkait atau pemda mau mengelolanya tentu akan lebih baik baik masyarakat dan menambah PAD Kapuas.