Postingan

The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Lazismu Kapuas Salurkan Bantuan untuk Pendidik dan Siapkan Program Edukasi Siswa

Gambar
  ​Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Kapuas menunjukkan komitmen nyatanya dalam mengelola amanah dana umat. Melalui program terbaru, Lazismu menyalurkan bantuan kepada para pendidik di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Pengelolaan dana ini dilakukan secara transparan dan tepat sasaran untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari muzakki memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan para pejuang pendidikan. ​Suasana penyaluran bantuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, diisi dengan kegiatan tausiyah, buka puasa bersama, hingga shalat Maghrib berjamaah. Para guru yang menerima manfaat menyambut positif program ini, karena tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga mempererat tali persaudaraan atau ukhuwah di lingkungan Muhammadiyah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan nilai  ta’awun  atau tolong-menolong dalam memperkuat ekosistem dakwah di Kabupaten Kapu...

The Salahuddin Generation (Ep. 10): Salahuddin vs Richard the Lionheart — Menang Tanpa Menjadi Monster

Gambar
Jika Ep. 9 mengajarkan bahwa kemenangan memanggil serangan balik, maka Ep. 10 memperlihatkan sesuatu yang lebih berat: uji moral ketika perang menjadi sangat kejam . Di episode ini, Salahuddin diuji bukan hanya oleh pasukan Eropa yang semakin besar, tetapi oleh: pemimpin Muslim yang sibuk soal gelar , keputusan pahit ketika kota jatuh, pengkhianatan yang memicu pembantaian, dan godaan terbesar bagi seorang pejuang: menjadi seperti musuhnya. Salahuddin menolak itu. Dan justru di situlah salah satu “kemenangan” terbesarnya. 1) Raja-raja yang Bersumpah Mematahkan Salahuddin Ancaman besar datang dari dua arah: Pasukan Salib di Acre (Akka) yang tak kunjung selesai. Frederick Barbarossa yang mendarat di Asia Minor, dengan pasukan besar menuju Syam. Narasi menggambarkan fanatisme mereka: sampai bersumpah tidur dengan baju zirah, bahkan menghukum orang yang “berbuat dosa” karena menganggap kekalahan mereka akibat kesalahan moral mereka sendiri. Namun yang mengua...

Ramadhan Bersinar: Muhammadiyah Kapuas Berikan Layanan Pengobatan Gratis dan Cek Kesehatan bagi 32 Warga

Gambar
  ​Sinergi kemanusiaan yang digerakkan oleh keluarga besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas kembali hadir di tengah masyarakat pada momentum bulan suci Ramadhan. Melalui kolaborasi apik antara Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Lazismu, dan MDMC, serta didukung penuh oleh berbagai Organisasi Otonom (Ortom), layanan pengobatan gratis ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian nyata. Kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan medis, tetapi juga menjadi sarana dakwah sosial untuk mempererat silaturahmi antara persyarikatan dengan warga di wilayah Kabupaten Kapuas. ​Dalam pelaksanaannya, tim medis berhasil memberikan pelayanan kesehatan komprehensif kepada 32 orang warga. Selain pemeriksaan fisik umum, layanan kali ini mencakup pemeriksaan laboratorium sederhana yang sangat dibutuhkan masyarakat, yakni  pengecekan gula darah, kolesterol, dan asam urat . Para pasien juga mendapatkan konsultasi medis mendalam serta pemberian obat-obatan secara cuma-cuma se...

The Salahuddin Generation (Ep. 9) — One Sultan vs. All of Europe - Saat Kemenangan Justru Mengundang Perang Baru

Gambar
  Kita sering mengira kemenangan adalah garis finish. Padahal dalam banyak perjuangan—dakwah, kepemimpinan, bahkan perubahan diri—kemenangan justru mengundang babak berikutnya: serangan balik . Episode ini menunjukkan satu prinsip besar yang jarang disadari: “Victory does not end wars. It invites them.” Kemenangan tidak otomatis mengakhiri perang—ia sering memanggil perang yang lebih besar . Setelah Yerusalem dibebaskan, umat bergembira. Namun Salahuddin membaca kenyataan yang pahit: musuh belum habis—yang baru mulai adalah perang sesungguhnya. 1) Prinsip Serangan Balik: Setelah Menang, Musuh Tidak Diam Salahuddin memahami, tentara Salib di Syam bukan berdiri sendiri. Mereka punya “suplai superpower”: Eropa —yang bisa mengirim pasukan, senjata, logistik, mesin pengepungan, dan kapal-kapal perang kapan saja. Maka kemenangan besar atas pasukan Salib lokal bukan akhir cerita. Itu adalah pemicu : Eropa akan tersentak, harga diri mereka terpukul, dan mereka akan mengir...

The Salahuddin Generation (Ep. 8): “Kemenangan yang Membuka Kembali Yerusalem”: Hattin, Akhlak, dan Masuknya Salahuddin ke Al-Aqsa

Gambar
Episode ini adalah titik balik. Setelah bertahun-tahun menahan pecahnya umat, menutup banyak front, dan membangun kekuatan, Salahuddin akhirnya memukul pasukan Salib pada Battle of Hattin —kemenangan yang bukan sekadar taktik militer, tetapi juga kemenangan karakter . Yang paling kuat dari episode 8 bukan hanya “Yerusalem direbut”, tetapi bagaimana ia direbut: dengan strategi matang, disiplin, dan akhlak yang memantulkan cahaya kenabian—sehingga kota suci itu kembali tanpa pembantaian. Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Pasukan Salib Terbesar Berkumpul: “Umpan” Berhasil Ditelan (00:00–02:54) Setelah Tiberias dikepung, pasukan Salib mengumpulkan kekuatan terbesar—disebut lebih dari 60.000 . Salahuddin melihat mereka keluar dari benteng dan berkata kurang lebih: “Berhasil. Mereka menelan umpan.” Kuncinya: Salahuddin memaksa musuh bertempur di tempat yang ia pilih , waktu yang ia tentukan , dan cara yang ia atur —itulah resep kemenangan. Ia membagi pasukan jadi tiga...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas