Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Pondok Pesantren Abnauth Thalibin Miftahul Ulum Mendapatkan Rusunawa Senilai 6,4 M

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari LPSE Kementerian Perumahan Rakyat, Pondok Pesantren Abnauth Thalibin Miftahul Ulum yang terletak di Desa Tamban Baru Mekar, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas mendapatkan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) senilai 6,4 milyar. Lelang pembangunan Rusunawa ini dimenangkan oleh PT. Joglo Multi Ayu, Jl. Tanah Merdeka No. 36, Jakarta.

Pembangunan rumah susun ini sudah dimulai. Berbeda dengan daerah lain, pembangunan gedung bertingkat di Kabupaten Kapuas harus memperhitungkan pondasi yang kuat mengingat struktur tanahnya adalah tanah gambut. Satu bulan pengerjaan bangunan ini hanya dihabiskan untuk pembangunan pondasi bangunan. Proyek ini diharapkan dapat selesai dalam waktu 120 hari. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas