Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Pose di Gazebo RS. Duduk: Ibu Kapolres (kiri) dan Kepala BPPKBD
 Pada hari Rabu, 28 Agustus 2013 bertempat di Ruang PONEK RSUD dr H. Soemarno Sosroatmodjo dilaksanakan kegiatan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam asetat (IVA). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Provinsi Kalimantan Tengah, bekerja sama dengan BPPKBD Kabupaten Kapuas dan Bhayangkari.
Peserta Deteksi Dini Kanker Leher Rahim
Kegiatan ini dijadikan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari Kabupaten Kapuas. Para istri polisi ini juga mengikuti pemeriksaan dengan IVA tersebut. Pada saat ini hanya 100 orang saja yang mendapatkan kesempatan mengikuti deteksi dini secara gratis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)