Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

"Teleconference" perlu dipertimbangkan dalam kondisi kabut asap ini

Saat mengikuti Pertemuan Rapat Koordinasi Teknis Program Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer Bagi Rumah Sakit Pemerintah Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di swiss-belhotel danum Palangka Raya pada hari Rabu, 16 September 2015, ada beberapa hal menarik.

Dari dua presentan yang memberikan materi dalam pertemuan tersebut, mereka menceritakan tentang tidak bisanya narasumber dari Jakarta untuk mendarat di Palangka Raya karena kabut asap. Sehingga mereka harus mencari atau menjadi pengganti.

Sebenarnya hal ini tidak boleh menjadi masalah mengingat di Kota Palangka Raya ini sudah ada IndiHome. Dengan tingginya kecepatan internet yang dimilikinya, maka tidak ada masalah lagi untuk melakukan Teleconference.

Kapuas pernah punya pengalaman melakukan Konferensi Internasional Harun Yahya dimana pembicaranya ada di Turki dan audiens-nya ada di Kuala Kapuas. Teleconference dilakukan menggunakan Speedy yang kecepatan unduhnya 3 Mbps, sedangkan kecepatan unggahnya cuma 1 Mbps.

Dengan kecepatan IndiHome yang bisa mencapai 10 Mbps di Palangka Raya, seharusnya teleconference ini dapat dijalankan. Peralatan yang digunakan pun tidak perlu repot-repot, cukup narasumber di Jakarta menggunakan smartphone yang dimilikinya, sedangkan di Palangka Raya cukup menggunakan laptop yang dihubungkan dengan internet dan LCD. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)