BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

"Teleconference" perlu dipertimbangkan dalam kondisi kabut asap ini

Saat mengikuti Pertemuan Rapat Koordinasi Teknis Program Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer Bagi Rumah Sakit Pemerintah Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di swiss-belhotel danum Palangka Raya pada hari Rabu, 16 September 2015, ada beberapa hal menarik.

Dari dua presentan yang memberikan materi dalam pertemuan tersebut, mereka menceritakan tentang tidak bisanya narasumber dari Jakarta untuk mendarat di Palangka Raya karena kabut asap. Sehingga mereka harus mencari atau menjadi pengganti.

Sebenarnya hal ini tidak boleh menjadi masalah mengingat di Kota Palangka Raya ini sudah ada IndiHome. Dengan tingginya kecepatan internet yang dimilikinya, maka tidak ada masalah lagi untuk melakukan Teleconference.

Kapuas pernah punya pengalaman melakukan Konferensi Internasional Harun Yahya dimana pembicaranya ada di Turki dan audiens-nya ada di Kuala Kapuas. Teleconference dilakukan menggunakan Speedy yang kecepatan unduhnya 3 Mbps, sedangkan kecepatan unggahnya cuma 1 Mbps.

Dengan kecepatan IndiHome yang bisa mencapai 10 Mbps di Palangka Raya, seharusnya teleconference ini dapat dijalankan. Peralatan yang digunakan pun tidak perlu repot-repot, cukup narasumber di Jakarta menggunakan smartphone yang dimilikinya, sedangkan di Palangka Raya cukup menggunakan laptop yang dihubungkan dengan internet dan LCD. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)