Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kabut Asap

Perjalanan dari ujung Mambulau ke Jembatan Barito

Gambar
Pada awalnya video ini ingin merekam adanya kabut asap di perjalanan melewati Mambulau pada hari Jum'at, 8 November 2019. Rekaman ini berakhir di jembatan Barito yang menampilkan matahari terbit.

Kabut asap kembali selimuti Pulau Petak

Gambar
Pada hari Rabu, 13 November 2019 saat menuju ke Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas, di tengah jalan saya kembali melihat adanya kabut di daerah Desa Bunga Mawar. Pada awalnya kabut tersebut tidak berbau asap, tapi menurut keterangan para guru di pondok pesantren, bau asapnya mulai terasa. Hujan lebat yang turun beberapa hari sebelumnya belum bisa menuntaskan keberadaan kabut asap ini.

Kabut asap kembali selimuti Palangka Raya dan sekitarnya

Gambar
Saat pulang dari Palangka Raya ke Kuala Kapuas pada hari Ahad, 4 Agustus 2019, kabut asap kembali meliputi Kota Palangka Raya dan Kalampangan. Meskipun kabut asap cukup tebal, tapi hal ini tidak menyurutkan aktivitas masyarakat di sekitar bundaran besar Palangka Raya.

Kabut asap kembali selimuti Palangka Raya

Gambar
Pada hari Kamis, 18 Juli 2019 saat mengunjungi Palangka Raya, admin merasa agak pusing karena asapnya. Pada hari Sabtu, 20 Juli 2019 saat kembali mengunjungi Palangka Raya, kabut asap agak berkurang karena ada hujan. Tapi pada hari Ahad, 21 Juli 2019 saat menuju ke Tumbang Nusa, kabut asap kembali tampak di jalan dan kiri akan jalan.

Penanganan Pendidikan pada Daerah Terdampak Bencana Asap

Surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Gubernur, Bupati dan Walikota se-Indonesia: Jika lndeks Standar Pencemar Udara (I SPU) di atas ambang batas berbahaya, maka kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan harus ditiadakan dan siswa belajar di rumah. Nilai ambang batas I SPU berbahaya untuk me l iburkan kegiatan belajar mengajar adalah 200 untuk tingkat PAUD dan sekol ah dasar/sederajat, serta 300 untuk seluruh ti ngkat mulai dari PAUD sampa i sekolah menengah atas/sederajat. Selama diliburkan, sekolah diharapkan memberikan tugas-tugas terstruktur yang mendorong siswa untuk tetap belajar dan mel akukan kegiatan posi tif di dalam rumah. Pemeri ntah Daerah diminta tetap memanfaatkan satuan  pendidikan yang memenuhi persyaratan kesehatan dan keselamatan. Terhadap satuan pendidikan yang terdampak oleh bencana asap, agar dilakukan upaya pengi solasian ruang kelas, pemanfaatan alat

Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tentang Kesehatan Anak Akibat Bencana Kabut Asap

Rekomendasi IDAI Tentang Kesehatan Anak Akibat Bencana Kabut Asap

Kabut asap di bundaran kecil Kuala Kapuas - Foto

Gambar
Kabut asap di Bundaran Kecil, Kuala Kapuas

Pagi ini kabut asap tebal kembali liputi Kuala Kapuas

Gambar
Kabut asap di Jalan Kolonel Sugiono, Kuala Kapuas Kabut asap di Jalan Kolonel Sugiono, Kuala Kapuas Sejak dini hari ini, Minggu, 18 Oktober 2015, kabut asap kembali liputi Kuala Kapuas. Asap ini masuk ke dalam rumah dengan kepekatan yang lebih tinggi dibandingkan dwngan sebelumnya. Jarak pandang sekitar seratus meter. Kalau mobil menggunakan lampu panjanh malah lebih sulit.

8 Titik Api di Kabupaten Kapuas

Gambar
Titik api di Kabupaten Kapuas dan sekitarnya Menurut SiPongi , aplikasi Hotspot Kementerian Kehutanan RI, titik api yang ada di Kabupaten Kapuas pada tanggal 10 Oktober 2015 adalah sebagai berikut: Desa Tapen - Kecamatan Kapuas Tengah Desa Sei Ahas - Kecamatan Mantangai (2 titik) Desa Basarang - Kecamatan Basarang Desa Anjir Serapat Timur - Kecamatan Kapuas Timur Desa Terusan Karya - Kecamatan Bataguh (2 titik) Desa Lupak Dalam - Kecamatan Kapuas Kuala 

Kabut asap kembali menebal di Kuala Kapuas

Gambar
Kabut asap diatas Sungai Kapuas Pagi ini Rabu, 7 Oktober 2015 kabut asap kembali menebal. Banyak pengendara sepeda dan sepeda motor yang mengenakan masker. Sebagian siswa ada yang berharap agar sekolah kembali diliburkan karena asap ini sangat mengganggu. Permukaan Sungai Kapuas pun ditutupi oleh asap. Pengemudi klotok harus berhati-hati agar tidak terjadi tabrakan.

Kabut asap memasuki rumah dan sekolah, siswa dipulangkan

Gambar
Kabut asap di Jalan Jendral Ahmad Yani, Kuala Kapuas (dini hari) Tadi malam, Jum'at, 25 September 2015, kabut asap memasuki rumah dengan jumlah yang lebih banyak daripada sebelumnya, sampai-sampai ada anak-anak yang sulit untuk tidur. Sabtu, 26 September 2015 kabut asap tetap tebal. Siswa-siswi SMAN 1 Kuala Kapuas yang sudah masuk dipulangkan kembali.

Shalat Idul Adha ditengah kabut asap

Gambar
Jama'ah shalat Idul Adha di Stadion Panunjung Tarung Pada hari Kamis, 24 September 2015 bertempat di Stadion Panunjung Tarung dilaksanakan Shalat Idul Adha 1436 H. Kegiatan ini dikoordinir oleh jama'ah Masjid An-Nur yang terletak di Jalan Patih Rumbih, Kuala Kapuas. Sebagian jama'ah mengenakan masker karena kabut asap yang cukup tebal di Kuala Kapuas. Imam dan khatib adalah Ustadz Mukhlis Birridho dari Pondok Pesantren Syarifah, Martapura, Kalimantan Selatan. Beliau menyampaikan tentang asal mula kota Mekah dan pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s. Untuk lengkapnya, silahkan menyimak video dibawah ini:

Menerobos Kabut Asap di Basarang

Gambar
Pada hari Minggu, 20 September 2015 kabut asap meliputi Kota Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah mulai dari Subuh. Saat admin melintasi Basarang dalam perjalanan dari Kapuas ke Pangkuh (Pulang Pisau), kabut asap makin tebal. Dengan menggunakan kamera yang ada di Samsung Galaxy J1, admin merekam kabut asap ini sampai ke perbatasan Kapuas - Pulang Pisau. Menariknya, rekaman video ini sebenarnya sangat goyang. Ketika YouTube mengurangi goyangannya, tampak bahwa justru dibagian tepi dari video ini yang gambarnya malah yang bergoyang-goyang. 

"Teleconference" perlu dipertimbangkan dalam kondisi kabut asap ini

Saat mengikuti Pertemuan Rapat Koordinasi Teknis Program Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer Bagi Rumah Sakit Pemerintah Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di swiss-belhotel danum Palangka Raya pada hari Rabu, 16 September 2015, ada beberapa hal menarik. Dari dua presentan yang memberikan materi dalam pertemuan tersebut, mereka menceritakan tentang tidak bisanya narasumber dari Jakarta untuk mendarat di Palangka Raya karena kabut asap. Sehingga mereka harus mencari atau menjadi pengganti. Sebenarnya hal ini tidak boleh menjadi masalah mengingat di Kota Palangka Raya ini sudah ada IndiHome. Dengan tingginya kecepatan internet yang dimilikinya, maka tidak ada masalah lagi untuk melakukan Teleconference . Kapuas pernah punya pengalaman melakukan Konferensi Internasional Harun Yahya dimana pembicaranya ada di Turki dan audiens-nya ada di Kuala Kapuas. Teleconference dilakukan menggunakan Speedy yang kecepatan unduhnya 3 Mbps, sedangkan kecepatan unggahnya cuma 1 Mbps. Den

Kabut Asap di Palangka Raya

Gambar
palangka raya smog in the morning by jumatil on photosynth Foto-foto diatas diambil pada hari Rabu, 16 September 2015 dari swiss-belhotel danum lantai 4, Palangka Raya. Sampai pukul 06.15 WIB jarak pandang masih sangat terbatas.

Kabut kembali liputi Kota Kuala Kapuas

Gambar
Sejak beberapa hari yang lalu matahari sudah mulai tertutupi asap. Sejak setelah subuh ini, Jum'at, 28 Agustus 2015 asap mulai memasuki rumah. Baunya cukup mengganggu. Mulai ada warga masyarakat yang mengenakan masker saat keluar rumah.

Matahari diliputi kabut asap - Foto

Gambar

Kabut Asap Kembali Liputi Kuala Kapuas

Gambar
Kabut asap di Bundaran Besar Sejak kemarin pagi (Rabu, 5 November 2014), kabut asap tipis mulai meliputi kota Kuala Kapuas. Makin siang kabut asap makin tebal. Pada siang hari menjelang sore, ada sedikit hujan yang turun, namun hal itu belum bisa mengurangi kabut asap. Pagi ini (Kamis, 6 November 2014) kabut asap cukup tebal, sehingga sangat mengganggu saluran pernapasan. Pada waktu Subuh, ada hujan gerimis yang membasahi kota Kuala Kapuas, namun belum dapat menyingkirkan kabut asap. Menurut keterangan seorang warga di Anjir Palambang, terjadi kebakaran lahan di pemukiman transmigrasi di Palingkau.

Sekolah Diliburkan Karena Kabut Asap

Gambar
Suasana SDN 3 Selat Hilir yang meliburkan siswa karena kabut asap Kabut asap yang cukup tebal di pagi hari membuat pejabat di Kabupaten Kapuas mengeluarkan edaran yang mengijinkan kepada sekolah untuk meliburkan siswa kalau kondisi udara tidak kondusif untuk proses pembelajaran. Pada hari Selasa, 14 Oktober 2014 beberapa sekolah sudah mulai meliburkan siswanya. Ada juga sekolah yang pada awalnya siswanya masuk, tapi karena kabut asapnya yang tebal, mereka akhirnya dipulangkan. Asap tebal ini makin berkurang di siang hari.

Makin Siang Makin Tebal Asapnya

Gambar
Matahari terhalang kabut asap. Sejak dini hari Jum'at, 10 Oktober 2014 asap mulai terasa di kota Kuala Kapuas. Makin tinggi hari asap semakin tebal. Tebalnya asap ini sangat mengganggu pernapasan. Banyak warga masyarakat yang sudah menggunakan masker. Kabut asap ini terjadi karena banyak lahan pertanian di sekitar Kuala Kapuas yang terbakar. Pada musim kemarau ini, api sangat mudah menyebar. Tanaman padi yang mengering sesudah panen sering sekali terbakar.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan