Film Dokumenter American Doctor Rekam Perjuangan Tenaga Medis di Tengah Krisis Gaza

Gambar
INFORMASI KAPUAS – Sebuah film dokumenter baru berjudul American Doctor mengangkat perjuangan para dokter yang bekerja di tengah rusaknya layanan kesehatan dan membeludaknya jumlah pasien di Jalur Gaza. Film tersebut mengikuti perjalanan tiga dokter asal Amerika Serikat yang menjadi sukarelawan di sejumlah rumah sakit di wilayah itu. Dokumenter ini menampilkan dokter bedah ortopedi Mark Perlmutter dari Carolina Utara, dokter bedah trauma Feroze Sidhwa dari California, serta dokter instalasi gawat darurat Thaer Ahmad dari Chicago. Ahmad merupakan seorang warga Amerika keturunan Palestina. Dalam wawancara bersama program berita Democracy Now! , sutradara film American Doctor , Poh Si Teng, menjelaskan bahwa film tersebut dibuat untuk memperlihatkan dampak perang melalui sudut pandang tenaga kesehatan. Film itu juga merekam kegiatan staf medis Palestina yang tetap merawat pasien dalam keadaan serba terbatas. Menurut pejabat Palestina sebagaimana dikutip dalam program tersebut, sekitar 1...

Kejadian Luar Biasa Keracunan Makanan di Desa Narahan


Pada hari Jum'at, 24 Mei 2019, admin mendapat kabar bahwa terjadi keracunan makanan di Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Mulai dari pagi sampai siang, jumlah pasien yang dirujuk ke rumah sakit makin bertambah. Berikut rangkuman jumlah penderita dari waktu ke waktu sesuai dengan pengumuman resmi dari rumah sakit melalui bagian rekam medis:


Pasien di Desa Narahan diperiksa oleh Tim Gerak Cepat Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas yang terdiri dari staf dari berbagai bidang di Dinas Kesehatan, termasuk Tim Public Safety Center (PSC) 119; staf dari berbagai Puskesmas di sekitar Sei Tatas, seperti Palingkau, Basarang, Barimba, Selat, Melati dan Pulau Telo.

Pasien yang perlu dirujuk dikirim ke RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menggunakan sepeda motor, dilanjutkan dengan mobil ambulance yang berasal dari berbagai kalangan, baik dari Balakar 545, ambulance desa, ambulance puskesmas dan lain-lain.

Pasien yang datang ke rumah sakit, ditangani dulu di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kemudian dimasukkan ke ruangan perawatan. Ketika IGD sudah penuh dan ruangan sudah penuh, mulailah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan tenda. Pasien-pasien dirawat di dalam tenda-tenda. Ketika tenda-tenda sudah penuh, maka pasien ditempatkan di gazebo, selasar ruangan laboratorium, selasar radiologi. Pasien-pasien anak pun dikumpulkan dalam tenda di depan ruangan Dahlia (ruangan anak).

Banyak pihak yang berkontribusi dalam kejadian luar biasa ini selain yang sudah disebutkan diatas diantaranya adalah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) yang menyumbangkan pembalut untuk anak-anak dan dewasa. Selain itu Pengajian Al-Hidayah yang memberikan bantuan dana. Ada juga dr. Rosihan Anwar yang menyumbangkan obat-obatan. Ada masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya menyumbangkan air minum, makanan kecil, dan pakaian layak pakai.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah mengirimkan veld bed dan obat-obatan. Danrem 102/PJG Palangka Raya membantu pembalut anak-anak dan dewasa sesuai permintaan rumah sakit. Puskesmas di sekitar kota Kuala Kapuas mengerahkan para perawat dan dokternya untuk ikut jaga sore dan malam di rumah sakit.

Taruna Siaga Bencana menyediakan minuman hangat bagi para keluarga korban, dengan mendirikan tenda di halaman parkir rumah sakit. Masih banyak pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu disini. Semoga semua kontribusi ini mempercepat kesembuhan pasien.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)