Minggu, 23 Februari 2020

Sabar adalah Sinar - Hadits ke-23 Arba’in Nawawi – Ustadz Suriani JIddy, Lc





Kalimat Nabi tentang Shalat adalah Shalat itu adalah nuur. Sekarang Sabar adalah dhiya.

10:5 – Matahari dhiya (bersinar) dan bulan nuur (bercahaya). Dhiya itu adalah sinar yang timbul dari benda itu sendiri. Cahaya bulan adalah pantulan dari matahari.

Dalam bahasa Indonesia sinar sama dengan cahaya.

Kata-kata yang terdapat di dalam Qur’an tidak ada yang sama maknanya, walaupun nanti diartikan sebagai sesuatu yang sama.

Kemu’jizatan Al-Qur’an dapat dilihat dari bahasa aslinya. Terjemahan Qur’an tidak bisa untuk melihat mu’jizat Qur’an.

Sabar artinya menahan (imsak). Antara sabar dan puasa sangat erat hubungannya. Orang yang puasa harus sabar. Ketika sabar disebut sinar, maka itu adalah makna istilah.

Amal ada yang lahir dan batin.

Amal lahir misalnya shalat, wudhu’, duduk di majelis ilmu, silaturahim, baca Qur’an.

Amal batin letaknya di hati, misalnya niat, keikhlasan, sabar. Amal batin jauh lebih utama dari amal lahir. Mestinya kita lebih fokus pada amal batin dari amal lahir. Amal lahir kita sebanyak apapun tidak akan bermakna kalau tidak ikhlas.

Amal lahir dikaji dalam pelajaran fikih, mulai dari thaharah (suci pakaian, badan, tempat). Syarat-syarat sahnya shalat: menghadap kiblat, menutup aurat. Dalam fikih tidak dibicarakan amal batin.

Amal batin, ada yang menyebutnya tasawuf, ada juga yang menyebutnya suluk, ada lagi yang mengatakan akhlak. Abul a’la al maududi menyebutnya tasawuf. Hamka menyebutnya tasawuf. Shalat tidak cukup kebersihan pakaian, tempat, badan, tapi juga yang penting adalah kebersihan hati.

Sabar secara bahasa menahan. Secara istilah sabar adalah menahan diri dari perbuatan yang diharamkan. Menahan diri untuk selalu melaksanakan perintah Allah SWT. menahan diri dari berkeluh kesah ketika menghadapi musibah atau menerima takdir Allah SWT.

Sabar dibagi 3:
1.       Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan
2.       Sabar dalam menjalankan ketaatan
3.       Sabar dalam menghadapi musibah

Maksiat itu enak, buktinya banyak yang melakukannya. Ketika melaksanakan maksiat, kita tidak perlu mengadakan perlawanan. Meninggalkan maksiat perlu perlawanan.

Ali Thanthawi mengumpamakan maksiat itu seperti air, mengalir ke tempat yang rendah. Air itu untuk menaikkan ke tempat yang tinggi maka perlu tenaga seperti menimba.

Surga diliputi oleh sesuatu yang tidak disukai oleh banyak orang, sedangkan neraka diliputi oleh sesuatu yang dicenderungi oleh banyak orang.

Keutamaan Sabar

13: 22 – dan orang-orang yang sabar mencari keridhoan Tuhannya

Menahan diri itu tujuannya adalah mencari keridho’an Allah SWT.

Maling itu sabar menahan kantuk, menahan dingin.

Sabar yang bernilai adalah yang mencari ridho Allah SWT. kita tidak berzina bukan karena takut penyakit tapi karena takut kepada Allah SWT.

13:23 balasan bagi orang-orang yang sabar yaitu masuk surga beserta keluarganya

13: 24 ucapan selamat dari malaikat untuk ahli surga karena kesabaran mereka

Ulama Mesir mengatakan: kalau dulu manusia belajar maksiat kepada setan, sekarang setan belajar maksiat kepada manusia.

Yusuf Qardhawi menulis buku: Sabar dalam perspektif Qur’an dan Sunnah

42: 43 – tetapi orang-orang yang sabar dan memaafkan kesalahan orang lain, itu merupakan perbuatan yang diutamakan.

Orang yang sabar atas penderitaan dan memaafkan orang-orang yang menzaliminya, maka sabar merupakan hal yang wajib dilakukan. Kewajiban secara hukum secara hukum yang harus dilaksanakan.

Abdullah bin Mas’ud – sabar itu separuh dari keimanan

Ali bin Abi Thalib – kedudukan sabar dalam iman seperti kedudukan kepala dengan badan. 

Kesabaran dan iman tidak bisa dipisahkan. Kalau kesabaran hilang, hilanglah imannya. Apabila kesabaran hilang, maka hilanglah keimanannya.

Orang yang tidak sabar dengan musibah akan berkeluh kesah.

Hadits Qudsi – siapa yang tidak sabar dengan musibah yang Aku berikan dan tidak ridho dengan ketetapan yang Aku berikan, hendaklah dia keluar dari bawah langitKu dan carilah Tuhan selain Aku. 

Just in Time Coronavirus lecture - 2019-novel Coronavirus (2019-nCoV): Facts & Misconceptions



Presentasi diatas merupakan presentasi dari Rashid A. Chotani, MD, MPH, DTM, FRCPH yang dimuat disitus Supercourse berikut ini:


Harapannya kuliah ini dapat disebarkan dalam waktu yang cepat ke seluruh dunia menggunakan jejaring yang sudah terbentuk dengan Supercourse dulu. Kuliah ini menjawab berbagai macam mitos dan kesalahan informasi yang beredar terkait COVID-19 ini.

Sabtu, 22 Februari 2020

Makan Siang di Plaza Kambing Kapuas 21

Sate kambing

Tongseng kambing
Pada hari Ahad, 16 Februari 2020, kami menyempatkan diri untuk makan siang di Plaza Kambing yang terletak sekitar 50 meter dari simpang camuh (simpang lima) arah Jalan Pemuda.

Ketika baru duduk, kami sudah disajikan "Welcome Drink". Kemudian Ibu Nurhikmah memberikan daftar menu yang ada. Saya memesan Sate Kambing dan istri memesaan Tongseng Kambing. Tidak lama kemudian minuman yang kami pesan datang. Setelah itu baru pesanan kami datang. Rasa sate dan tongsengnya enak.

Minggu, 16 Februari 2020

Sedekah Sebagai Bukti Keimanan - Hadits ke-23 Arba’in Nawawi – Ustadz Suriani Jiddy, Lc






Sedekah adalah bukti nyata adalah sedekah sebagai bukti keimanan.

Sedekah berasal dari bahasa Arab – shidiq yang artinya benar, lawannya kazib, dusta.

Sedekah bukti nyata benarnya iman. Iman yang benar adalah sejalan antara keyakinan, ucapan dan perbuatan.

Secara umum sedekah adalah menginfakkan harta di jalan Allah.

Zakat itu disebut sedekah.

Tasbih, tahmid, tahlil, menyuruh kebaikan, melarang keburukan, hubungan intim adalah sedekah.
Nabi pernah bertanya kepada para sahabat tentang orang yang bangkrut (muflis), menurut Nabi mereka adalah orang yang banyak kebaikan, pahala jerih payahnya habis karena berbuat kezaliman (mencela, mencaci, membunuh fisik / karakter).

Nabi juga pernah bertanya tentang orang yang paling cerdas, menurut Nabi orang yang pintar adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling banyak membuat persiapan untuk kematian tersebut.

Proses deislamisasi bahasa: upaya musuh Islam untuk menjauhkan kaum Muslimin dari pemahaman yang benar dengan mengubah istilah Islam menjadi makna yang jauh dari makna aslinya.

Contoh dalam aturan disebutkan bahwa calon kepada daerah harus orang yang bertakwa. Dalam definisi Qur’an, takwa ada unsur iman kepada Allah. Namun makna itu dalam aturan Cuma berarti percaya pada Tuhan, meskipun tuhannya adalah berhala.

Ilmu mengantarkan pada Allah, Nabi dan Qur’an. Ilmu itu adalah apa-apa yang dibawa oleh para sahabat.

Ilmu sekarang Cuma dianggap sebagai informasi. Informasi tidak selalu bisa dianggap sebagai ilmu.
Iman bukan hanya tidak percaya. Sila pertama adalah tauhid.

Shalat Zuhur di Majelis Ta'lim Fathul Arifin



Admin pernah mendengar kabar bahwa dari Jalan Jepang, samping gereja ada jalan ke pondok pesantren. Pada hari Ahad, 16 Februari 2020, admin mencoba untuk shalat Zuhur di pondok pesantren tersebut. Tapi waktu menempuh jalan tersebut, admin hanya menemukan Majelis Ta'lim Fathul Arifin. Ketika admin masuk dan bertanya penjaga masjid, ternyata pondok pesantrennya sedang dalam proses pembangunan, asramanya sudah dibuat. Mushola-nya malah sudah berdiri dengan megah. Admin ikut shalat Zuhur di mushola ini.

Mengedit informasi rumah sakit di Google Maps

Mengedit informasi rumah sakit di Google Maps: Pada hari Sabtu, 15 Februari 2020 para Local Guide 'dadakan' dari Kuala Kapuas berkumpul di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas untuk mengikuti kegiatan Meet Up yang baru pertama kali diadakan di Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh lima orang peserta. Para p...