The Salahuddin Generation (Ep. 8): “Kemenangan yang Membuka Kembali Yerusalem”: Hattin, Akhlak, dan Masuknya Salahuddin ke Al-Aqsa
Episode ini adalah titik balik. Setelah bertahun-tahun menahan pecahnya umat, menutup banyak front, dan membangun kekuatan, Salahuddin akhirnya memukul pasukan Salib pada Battle of Hattin —kemenangan yang bukan sekadar taktik militer, tetapi juga kemenangan karakter . Yang paling kuat dari episode 8 bukan hanya “Yerusalem direbut”, tetapi bagaimana ia direbut: dengan strategi matang, disiplin, dan akhlak yang memantulkan cahaya kenabian—sehingga kota suci itu kembali tanpa pembantaian. Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Pasukan Salib Terbesar Berkumpul: “Umpan” Berhasil Ditelan (00:00–02:54) Setelah Tiberias dikepung, pasukan Salib mengumpulkan kekuatan terbesar—disebut lebih dari 60.000 . Salahuddin melihat mereka keluar dari benteng dan berkata kurang lebih: “Berhasil. Mereka menelan umpan.” Kuncinya: Salahuddin memaksa musuh bertempur di tempat yang ia pilih , waktu yang ia tentukan , dan cara yang ia atur —itulah resep kemenangan. Ia membagi pasukan jadi tiga...


senang sekali bernostalgia masa lalu orang kesehatan yang mengabdi di kapuas...semoga tambah banyak tokoh yang lebih menginspirasi.....salam dari perawat RSUD kapuas...
BalasHapushttp://www.klikdokter.com/healthtalks/read/2010/07/28/26/hormati-orang-lain-dahulu--jika-ingin-dihormati
BalasHapusDokter Dody Firmanda memang salah satu Dokter yang bisa diteladani
BalasHapusSelain sebagai berprofesi sebagai seorang Dokter, beliau juga aktif dan merupakan salah satu Sesepuh dan tokoh pencak silat
Semoga selalu sehat, senang dan sukses Dr. Dody
Beliau juga salah satu tokoh di Kolegium profesinya. Semoga Tuhan selalu memberkati beliau.
BalasHapusSaya baru tahu kalau beliau sekeluarga pernah di Kapuas Kalimantan Tengah, terima kasih atas informasinya.
BalasHapusdr. dody Firmanda, Sp.A, MA. saya pernah bekerja sama dengan sangat baik bersama beliau, waktu di MKDKI periode 2018 sd 2020.. membuat reformasi birokrasi, de birokrasi, mendobrak mainset organisasi, membentuk pola persidangan disiplin profesi yang semakin bagus, transparan, akuntable, efisien dan efektif sehingga mampu laksana juga membina dgn baik serta mengoptimalisasi stakeholder.
BalasHapustks pak dody.. sehat selalu