MDMC Kapuas Resmi Dibentuk untuk Periode 2025–2030

Sabtu, 2 Agustus 2025 Bertempat di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan Barito, Kuala Kapuas, telah diselenggarakan rapat pembentukan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kapuas untuk periode 2025–2030. Melalui rapat tersebut, susunan kepengurusan MDMC Kapuas ditetapkan sebagai berikut: Ketua: Muhammad Hipni, S.Kep., Ners Wakil Ketua: Much. Busyrol Fuad, S.Psi Sekretaris: Endang Andriyani, S.Pd., M.Pd. Bendahara: Sri Agustina, A.Md. MDMC, atau Muhammadiyah Disaster Management Center , adalah lembaga penanggulangan bencana di bawah naungan organisasi Muhammadiyah. Lembaga ini berfungsi sebagai pusat koordinasi sumber daya Muhammadiyah dalam kegiatan penanggulangan bencana, baik bencana alam maupun non-alam, di seluruh Indonesia. Dengan terbentuknya kepengurusan MDMC Kapuas, diharapkan akan semakin memperkuat kesiapsiagaan dan respon cepat Muhammadiyah terhadap berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Kapuas dan sekitarnya. Berita dikirim oleh Bapa...

Masa Depan Kantor: Evolusi Ruang Kerja di Era Digital

Sejak pandemi COVID-19 melanda dunia, cara kita bekerja mengalami perubahan besar. Konsep kantor sebagai ruang fisik tempat karyawan berkumpul setiap hari kini telah bergeser. Banyak organisasi mulai mempertimbangkan bagaimana menyeimbangkan kebutuhan bisnis dengan preferensi karyawan terhadap fleksibilitas kerja. Berdasarkan laporan dari McKinsey, berikut adalah beberapa tren utama yang membentuk masa depan kantor.

1. Peran Kantor yang Berubah

Kantor bukan lagi sekadar tempat bekerja, tetapi menjadi pusat kolaborasi, inovasi, dan budaya organisasi. Perusahaan mulai merancang ulang ruang kerja mereka untuk menciptakan lingkungan yang lebih fleksibel dan mendukung interaksi sosial yang berkualitas.

2. Model Kerja Hybrid Semakin Dominan

Banyak organisasi beralih ke model kerja hybrid, di mana karyawan dapat bekerja dari rumah dan datang ke kantor sesuai kebutuhan. Model ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar, meningkatkan keseimbangan kerja-hidup, serta dapat meningkatkan produktivitas jika diterapkan dengan baik.

3. Teknologi Sebagai Kunci Efisiensi

Teknologi memainkan peran penting dalam mendukung perubahan ini. Penggunaan alat kolaborasi digital, kecerdasan buatan, dan sistem manajemen kerja berbasis cloud memungkinkan karyawan bekerja secara efisien dari berbagai lokasi. Investasi dalam teknologi juga menjadi prioritas bagi banyak perusahaan untuk memastikan kelancaran operasional.

4. Desain Kantor yang Berorientasi pada Karyawan

Perusahaan mulai merancang ulang ruang kantor mereka untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, inklusif, dan mendukung kesejahteraan karyawan. Ruang kerja yang fleksibel, area rekreasi, serta penerapan konsep ramah lingkungan menjadi elemen penting dalam desain kantor modern.

5. Tantangan dan Adaptasi

Meskipun tren ini memberikan banyak manfaat, masih ada tantangan yang perlu diatasi. Beberapa di antaranya adalah bagaimana menjaga budaya perusahaan dalam lingkungan kerja hybrid, mengelola komunikasi antar tim yang tersebar, serta memastikan produktivitas tetap terjaga. Perusahaan yang sukses adalah mereka yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan ini.

Kesimpulan

Masa depan kantor tidak lagi terbatas pada gedung fisik, tetapi lebih kepada bagaimana organisasi menciptakan lingkungan kerja yang mendukung produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Fleksibilitas, teknologi, dan desain yang berorientasi pada karyawan menjadi kunci dalam menghadapi perubahan ini. Dengan menerapkan strategi yang tepat, perusahaan dapat menciptakan budaya kerja yang lebih inklusif dan inovatif.

Sumber: McKinsey – The Future of the Office

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas