Postingan

Menampilkan postingan dengan label Akreditasi

DPD PPNI Kabupaten Kapuas Go LMS Plataran Sehat

Gambar
  Sejak diberlakukannya UU Kesehatan No 17 Tahun 2023, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Kapuas, tidak dapat melaksanakan Seminar Keperawatan ber SKP, dikarenakan semua kewenangan organisasi diambil alih Kementerian Kesehatan. Tapi DPD PPNI Kabupaten Kapuas tidak patah semangat mengingat anggota PPNI Kabupaten Kapuas berjumlah 1035 yang tersebar di 17 Kecamatan,  Pada hari ini, Sabtu, 20 Juli 2024, DPD PPNI Kabupaten Kapuas bisa kembali melaksanakan Seminar Keperawatan ke 7 ber SKP Kementerian Kesehatan. Hal ini merupakan komitmen DPD PPNI Kabupaten Kapuas dalam memberikan pelayanan kepada anggota PPNI. Adapun seminar hari ini diikuti peserta 200 sesuai kuota yang diberikan LMS Plataran Sehat Kementerian Kesehatan. Adapun materi seminar diantaranya : 1. Tips dan Trik  Mencapai SPM TB Dengan Mudah  di Puskesmas oleh Afriani Sintha, S.Kep,. Ners 2. Tatalaksana Pasien Hipertensi di Puskesmas oleh Muhammad Hipni, S.Kep., Ners 3. Peran Serta Per

Bimbingan Akreditasi Upaya Kesehatan Perorangan di Puskesmas Selat

Gambar
Kegiatan bimbingan akreditasi Puskesmas Pada hari Kamis, 14 Juli 2016 bertempat di Puskesmas Selat dilaksanakan kegiatan bimbingan akreditasi untuk Upaya Kesehatan Perorangan (UKP). Bimbingan ini dilakukan oleh dr. Tri Setyautami, MPHM sebagai pendamping UKP dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Kegiatan yang dilaksanakan kali ini adalah mengoreksi kebijakan-kebijakan yang sudah dibuat oleh staf Puskesmas.

Mimpi bisa ke Jepang

Gambar
Tahun lalu, admin mengajukan proposal ke beberapa instansi untuk kerjasama dalam rangka keberangkatan ke Tokyo International Practicum on Acreditation and Quality Improvement . Namun belum ada instansi yang berminat dengan proposal tersebut. Tahun ini Joint Commission International kembali mengadakan acara yang sama di tempat yang sama, dengan biaya yang sama. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 12-16 September 2016 di Hilton Tokyo, 16-0023, Shinjuku-Ku, Tokyo, 6-2 Nishi-Shinjuku 6-chome Jepang. Kegiatan ini ditujukan kepada pejabat dan staf rumah sakit yang sedang mempersiapkan diri untuk meraih akreditasi. Biaya untuk mengikuti pertemuan ini cukup besar yaitu $ 3.400 atau sekitar 45 juta rupiah, belum termasuk biaya hotel dan tiket pesawat. Tahun lalu admin menghitung diperlukan biaya lebih dari 60 juta rupiah. Orang yang pernah mengikuti praktikum ini dan menerapkannya di rumah sakitnya, akan memiliki pengalaman berharga yang bisa dibagikan ke rumah sakit-rumah sakit

Workshop Akreditasi dari dana DAK Non Fisik 2016

Gambar
Dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun 2016 ada dana untuk akreditasi rumah sakit. Dana tersebut dapat digunakan untuk bimbingan, workshop, simulasi survei dan survei akreditasi. Khusus untuk permohonan workshop akreditasi, menurut penjelasan dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit, dapat diajukan melalui : Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Telepon : 021-5201590 Extension 5302 Fax : 021-5203880 Email : dit.mutuakreditasi@gmail.com Surat permohonan yang masuk diharapkan sudah mencantumkan tanggal usulan kapan kegiatan tersebut direncanakan. Untuk kepastian pelaksanaan menunggu surat balasan dari direktorat tersebut.

Telusur Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012

Gambar
dr. Yanuari Hamid, Sp.PD, MARS (tengah) di Instalasi Gawat Darurat Bimbingan Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012 yang dilakukan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) berlanjut pada hari Rabu, 24 Februari 2016 dengan melakukan telusur pelayanan pasien. Pembimbing dari KARS, dr. Yanuar Hamid, Sp.PD, MARS mengajak para peserta bimbingan untuk meninjau berbagai instalasi, ruangan dan poliklinik yang ada di rumah sakit untuk melihat sudah sejauh mana mereka mengerti dan menerapkan elemen penilaian akreditasi. Dari telusur tersebut didapatkan bahwa masih banyak yang harus dibenahi di rumah sakit ini.

Bimbingan Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012

Gambar
Pembukaan bimbingan akreditasi rumah sakit versi 2012 Pada hari Selasa, 23 Februari 2016 bertempat di aula rumah sakit dan ruang keperawatan dilaksanakan kegiatan Bimbingan Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012. Bimbingan ini akan berlangsung selama empat hari. Bimbingan hari pertama dan kedua disampaikan oleh dr. Yanuar Hamid, SpPD, MARS dan Ns. Desnita Fitri, S.Kep, MARS. Kegiatan bimbingan ini diikuti oleh seluruh Pokja dan kepala ruangan. Dalam bimbingan ini, para peserta diberikan pemahaman mengenai proses-proses yang ada dalam berbagai elemen penilaian, pembuatan kebijakan, standar prosedur operasional dan lain-lain.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Bersiap Untuk Akreditasi Puskesmas

Gambar
Foto bareng sesudah pembukaan pelatihan Permenkes Nomor 75 tahun 2014 mewajibkan Puskesmas untuk diakresitasi secara berkala paling sedikit 3 tahun sekali, dan akreditasi adalah salah satu persyaratan kredensial sebagai fasilitas yankes tingkat pertama yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sebagaimana diatur dalam Permenkes No 71 tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional. Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas telah menetapkan roadmap akreditasi Puskesmas 2015-2019 dan sebagai tindak lanjut telah dibentuk tim pendamping akreditasi puskesmas. Tim ini beranggotakan 10 orang yang akan dilatih selama 10 hari di Balai Pelatihan Profesi Teknis Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Gombong, tgl 10-18 Nopember 2015. Setelah pulang nanti tim pendamping akreditasi ini akan mendampingi puskesmas se-Kabupaten Kapuas utk akreditasi secara bertahap mulai 2016-2019. Tim pemdamping akreditasi yang diikutkan dalam pelatihan ini adalah : aspek administrasi manaj

Semiloka Nasional Akreditasi Rumah Sakit Tahun 2015

Gambar
Pada hari Selasa-Rabu, 1-2 September 2015 bertempat di Grand Sahid Jaya Hotel dilaksanakan kegiatan Pertemuan Ilmiah dan Semiloka Nasional Tahunan Akreditasi Rumah Sakit Tahun 2015. Kegiatan ini diikuti oleh lenih dari 400 peserta umum dan 150 orang surveyor. Kesiapan akreditasi sangat memerlukan dukungan dari pemilik, direksi dan seluruh staf rumah sakit. Tim akreditasi harus solid meskipun tidak harus besar. Selain itu juga harus ada tim survei internal untuk melakukan telusur terhadap penerapan standar tersebut. Keterbatasan sarana dan prasarana dapat dimaklumi bila tidak menyangkut masalah keamanan pasien.

Pelatihan Penanggulangan Bahaya Kebakaran Di Lingkungan Rumah Sakit

Gambar
Pak Barthes sedang menyampaikan materi Pada hari Senin, 1 Desember 2014 bertempat di aula rumah sakit dilaksanakan kegiatan Pelatihan Penanggulangan Bahaya Kebakaran Di Lingkungan Rumah Sakit. Pelatihan ini dilaksanakan oleh Pokja Kualifikasi dan Pendidikan Staf, Tim Kreditasi RS Versi 2012. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari semua ruangan dan instalasi di rumah sakit. Narasumber dari pelatihan ini adalah petugas dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Kapuas yaitu Bapak Barthes dan Bapak Penyang.  Pak Barthes sedang memperagakan penggunaan karung yang dibasahkan Narasumber menjelaskan berbagai sumber bahaya api. Selain itu mereka juga menyampaikan cara yang dapat digunakan untuk memadamkan api. Dalam proses pemadaman juga harus memperhatikan keselamatan pribadi. Pelatihan ini tidak cuma penyampaian materi di kelas, tapi juga praktek pemadaman dengan menggunakan model kebakaran yang dilokalisir dalam drum. 

Workshop Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012

Gambar
Direktur menyampaikan sambutan Selama dua hari, 16-17 Juni 2014 bertempat di aula rumah sakit dilaksanakan kegiatan Workshop Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Tim Akreditasi Rumah Sakit. Narasumber dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) terdiri dari: dr. TB. Firmansyah, BR, SpA dr. Purwadi, SSt. Mk, Ms, MARS dr. Susy Himawati, MARS Suhaerningsih, SKp Ada lima belas topik yang disampaikan dalam workshop ini. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, jadi workshop dilakukan secara paralel di dua tempat yang terpisah (aula dan ruang keperawatan). Dari paparan para narasumber, tampak banyak hal yang harus disediakan oleh pihak rumah sakit, teruma masalah fasilitas.

Direktur RSUD Terima Piagam Akreditasi

Gambar
dr. H. Bawa Budi Raharja (kanan) menerima sertifikat akreditasi RS Pada hari Rabu, 29 Agustus 2012 bertempat di Ruang Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo menerima Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit sebagai pengakuan bahwa rumah sakit sudah memenuhi standar pelayanan rumah sakit yang meliputi: Akreditasi dan Manajemen Pelayanan Medis Pelayanan Gawat Darurat Pelayanan Keperawatan Rekam Medis Status Akreditasinya adalah Lulus Tingkat Dasar, karena baru lulus untuk lima pelayanan. Dengan standar yang lama (2007) ada penilaian untuk 5 pelayanan, 12 pelayanan dan 16 pelayanan. Sertifikat ini diserahkan oleh Kepala Sekretariat Komisi Akreditasi Rumah Sakit, dra. Amatyah, M.Kes.

RSUD Kapuas Meraih Akreditasi Penuh

Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan surat tertanggal 23 Juli 2012 menyatakan bahwa RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo berhasil meraih Akreditasi Penuh (Akreditasi 2007) untuk lima pelayanan yaitu: Administrasi dan Manajemen Rekam Medis Pelayanan Gawat Darurat Pelayanan Keperawatan Pelayanan Medik Akreditasi ini berlaku mulai dari bulan Juni 2012 sampai dengan Juni 2015 (3 tahun). Setelah itu rumah sakit harus mengajukan diri untuk Akreditasi 2012 untuk menuju rumah sakit berstandar internasional.

Akreditasi 2007 berakhir Akreditas 2012 dimulai

Gambar
Foto bareng sesudah selesai survei akreditasi Survei akreditasi lima pelayanan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) terhadap RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo sudah berakhir pada hari Sabtu, 21 Juli 2012. Menurut keterangan dr. Sugeng (selaku ketua tim) hasil survei akreditasi ini bisa diketahui dua minggu lagi dengan menghubungi KARS. Pihak surveyor tidak diijinkan untuk memberitahukan hasil survei kepada pihak rumah sakit. Kegiatan survei akreditasi yang berlangsung selama satu setengah hari ini membuat para anggota pokja harus begadang. Seluruh pokja mendapat pekerjaan rumah untuk memperbaiki kerangka acuan, evaluasi, standar prosedur operasional dan lain-lain. Setelah dilakukan perbaikan maka nilai untuk masing-masing standar yang dinilai bisa diperbaiki. Banyak masukan yang disampaikan oleh para surveyor pada kegiatan "Exit Conference" yang diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pihak rumah sakit. 

Survei Akreditasi Rumah Sakit

Gambar
Survei Pokja Administrasi & Manajemen Pada hari Jum'at-Sabtu, 20-21 Juli 2012 bertempat di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dilaksanakan kegiatan Survei Akreditas Rumah Sakit oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Tim yang datang dari KARS adalah d r. Sugeng Ristanto, MARS, d r. Sri Maria Tantri, Sp PK,  Siti Rochmani, SKp, MKes, d rg. Enizar N. Survei Pokja Keperawatan Pokja yang disurvei oleh KARS adalah Pokja Administrasi dan Manajemen, Pokja Pelayanan Medis, Pokja Pelayanan Keperawatan, Pokja Pelayanan Gawat Darurat dan Pokja Rekam Medis. Penilaian ini dilakukan di tiga tempat terpisah yaitu aula, ruang keperawatan dan ruang komite medik. Survei Pokja Gawat Darurat Setiap surveyor selain melakukan evaluasi terhadap administrasi akreditasi juga melihat proses terjadinya kebijakan, standar prosedur operasional dan pelaksanaannya. Diharapkan dengan akreditasi ini rumah sakit siap menuju tahapan berikutnya yaitu Rumah Sakit Internasional.

Menuju Rumah Sakit Berstandar Internasional

Gambar
Ketua Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Dr. dr. Sutoto, M.Kes sedang memberikan materi Pada tanggal 30 Mei - 1 Juni 2012 yang lalu, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo mengikuti Workshop Instrumen Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012. Dalam pertemuan tersebut dipaparkan mengenai elemen-elemen yang harus dipenuhi oleh rumah sakit bila ingin meraih akreditasi versi 2012. Akreditasi ini mendekati akreditasi rumah sakit internasional yang dikeluarkan oleh Joint Commission International (JCI). Pada tahun 2012 ini ada 7 rumah sakit publik yang dipersiapkan oleh pemerintah untuk meraih predikat Rumah Sakit Berstandar Internasioan, dan yang paling siap saat ini adalah RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo di Jl. Salemba Raya, Jakarta. Saat ini RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo sedang mempersiapkan akreditasi rumah sakit versi 2007 untuk 5 pelayanan. Bila akreditasi ini berhasil maka dalam 3 tahun kedepan rumah sakit harus mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi Akreditasi Rumah Sakit Versi 20

Pelatihan Penanggulangan Bahaya Kebakaran di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo

Gambar
Acara pembukaan pelatihan  Pada hari Kamis, 10 Mei 2012 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo diadakan Pelatihan Penanggulangan Bahaya Kebakaran. Pelatihan ini diselenggarakan atas kerjasama antara bagian Diklat RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dengan Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kapuas dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Cabang Kapuas.   Peserta dan narasumber pelatihan kebakaran Pelatihan ini diselenggarakan sebagai salah satu kegiatan untuk memenuhi akreditasi Kelompok Kerja Pelayanan Gawat Darurat. Diharapkan dengan penyelenggaraan kegiatan ini, semua unsur di rumah sakit memiliki ketrampilan dalam menanggulangi bahaya kebakaran. Narasumber pelatihan ini berasal dari Pemadam Kebakaran Kuala Kapuas.

Pelatihan Gawat Darurat Bagi Masyarakat dan Petugas IGD RS

Gambar
dr. Rintho Alexander Tangkudung sedang memberikan materi Pada hari Kamis, 3 Mei 2012 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo diselenggarakan Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat untuk Masyarakat dan staf IGD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama bagian diklat rumah sakit dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kapuas dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Kapuas. Narasumber kegiatan ini adalah dr. Rintho Alexander Tangkudung, Sp. B (IDI Cabang Kapuas), H. Dusi, SKM, MM. RS (PPNI) dan dr. Diana Yuniarti (IDI Cabang Kapuas). Pesertanya adalah masyarakat disekitar rumah sakit dan staf IGD. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pemenuhan akreditasi kelompok kerja IGD.

Akreditasi atau ISO ?

Gambar
Bimbingan akreditasi keperawatan oleh Ibu Sulikah (paling kiri)  Wacana diatas muncul ketika Bupati Kabupaten Kapuas dalam kunjungannya tanggal 16 April 2012 meminta kepada Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo untuk mengusahakan agar rumah sakit bisa meraih ISO. Menurut dr. Manahan selaku pembimbing dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebaiknya rumah sakit tetap menggunakan akreditasi. Bimbingan akreditasi administrasi dan manajemen oleh dr. Manahan (paling kiri) ISO disusun oleh berbagai ahli yang juga mencakup bidang-bidang lain diluar kesehatan, sehingga dia dapat digunakan di berbagai bidang. Sedangkan akreditasi kesehatan disusun oleh pakar-pakar dalam bidang kesehatan, jadi lebih tepat bila digunakan di rumah sakit. Apalagi dengan sistem Akreditasi Rumah Sakit 2012 sudah menggunakan standar dari Joint Commission International (JCI) , sehingga juga memiliki reputasi tingkat internasional.

Bimbingan Akreditasi RS dari Kementerian Kesehatan

Gambar
Suasana bimbingan akreditasi rumah sakit Dalam rangka meraih akreditas 5 pelayanan, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo memohon bimbingan dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Mulai hari Jum'at, 13 April 2012 sampai Selasa, 17 April 2012 para narasumber dari KARS akan memberikan bimbingan kepada lima kelompok kerja (Pokja) di rumah sakit. Pada hari pertama bimbingan diberikan oleh dr. Achmad Hardiman, Sp. KJ, MARS yang membimbing Pokja Pelayanan Medik dan Pokja Pelayanan Gawat Darurat. Pada hari Senin-Selasa mendatang, bimbingan akan diberikan oleh Bapak Manahan dan Ibu Sulikah yang akan membimbing Pokja Administrasi dan Manajemen, Pokja Keperawatan dan Pokja Rekam Medik. Bila pada bulan Juni 2012 rumah sakit tidak dapat  meraih akreditasi, maka diharuskan untuk mengikuti pola akreditasi baru yaitu Akreditasi 2012.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan